<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Soal Polisi Nakal, DPR: Meski Sedikit, Tidak Ada Pilihan Polri Harus Lebih Baik</title><description>Arsul Sani meyakini, jumlah anggota Polri yang tidak baik jumlahnya lebih sedikit dibanding yang baik.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/16/337/2814862/soal-polisi-nakal-dpr-meski-sedikit-tidak-ada-pilihan-polri-harus-lebih-baik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/05/16/337/2814862/soal-polisi-nakal-dpr-meski-sedikit-tidak-ada-pilihan-polri-harus-lebih-baik"/><item><title>Soal Polisi Nakal, DPR: Meski Sedikit, Tidak Ada Pilihan Polri Harus Lebih Baik</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/16/337/2814862/soal-polisi-nakal-dpr-meski-sedikit-tidak-ada-pilihan-polri-harus-lebih-baik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/05/16/337/2814862/soal-polisi-nakal-dpr-meski-sedikit-tidak-ada-pilihan-polri-harus-lebih-baik</guid><pubDate>Selasa 16 Mei 2023 13:42 WIB</pubDate><dc:creator>Arief Setyadi </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/16/337/2814862/soal-polisi-nakal-dpr-meski-sedikit-tidak-ada-pilihan-polri-harus-lebih-baik-0CU8UWleTn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dialog Publik yang digelar Polri (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/16/337/2814862/soal-polisi-nakal-dpr-meski-sedikit-tidak-ada-pilihan-polri-harus-lebih-baik-0CU8UWleTn.jpg</image><title>Dialog Publik yang digelar Polri (Foto: Ist)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Arsul Sani meyakini, jumlah anggota Polri yang tidak baik jumlahnya lebih sedikit dibanding yang baik. Kendati, jumlah yang sedikit ini seringkali mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap Polri keseluruhan.

Arsul yang juga anggota Komisi 3 DPR RI itu menuturkan, tugas besar Polri itu ada dua, yang pertama memelihara keamanan dan ketertiban. Kedua, adalah penegakan hukum.

&quot;Yang penegakan hukum itu jumlahnya sedikit dibanding yang lain, tapi yang tidak baik itu ada di sini dan mempengaruhi persepsi masyarakat,&quot; kata Arsul Sani dikutip Antara dalam Dialog Publik &quot;Hoegeng: Keteladanan Melintasi Zaman&quot; yang diselenggarakan Divisi Humas Mabes Polri, di Hotel Grand Kemang, Jakarta, Selasa (16/5/2023).

BACA JUGA:
Terapkan Tilang Manual, Polri: Terjadi Peningkatan Pelanggaran yang Sebabkan Kecelakaan


Dalam acara yang dibuka Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Sandi Nugroho itu, lanjut Arsul Sani, dari kunjungannya ke sejumlah daerah dan usulan masyarakat terhadap Hoegeng Award, ternyata anggota Polri yang baik itu jauh lebih banyak.

&quot;Dari sekitar 450 ribu anggota Polri, hanya Serse atau Bareskrim yang bertugas melakukan penegakan hukum itu jumlahnya sedikit,&quot; kata Arsul.

Arsul Sani tetap mengingatkan tidak ada pilihan Polri agar bertransformasi menjadi lebih baik. Ia khawatir kalau tidak lebih baik, peran dan fungsinya bisa diambil instansi lain.

BACA JUGA:
Pelaku Curanmor di Asrama Polri Palmerah Terekam CCTV, Begini Tampangnya


Sementara Anggota Kompolnas Poengky Indarti mengakui jika laporan mengenai anggota Polri didominasi oleh kasus penegakan hukum.

&quot;Jumlahnya sekitar 90 persen,&quot; ujar Poengky.

Meski, anggota Kompolnas itu tidak setuju jika tupoksi Polri diambil instansi lain. Sebab, reformasi struktural Polri sudah selesai dengan menempatkan Polri di bawah Presiden.



&quot;Jadi jangan mengkhinati reformasi dengan berpikir mengubah tupoksi Polri,&quot; kata Poengky.



Poengky menambahkan, dibandingkan dengan instansi lain reformasi Polri lebih terukur, lebih terbuka, dan lebih menerima pandangan masyarakat. Namun, ia setuju agar anggota Polri lebih meningkatkan integritas, lebih humanis, dan lebih peduli pada HAM.



Pengamat politik Hermawan Sulistyo juga mengingatkan Polri pentingnya mengantisipasi perubahan setiap zaman. &quot;Mungkin sekarang ada anggota Polri yang jujur tapi harus ada sistem yang membuat anggota Polri tetap jujur sampai kapanpun,&quot; ujarnya.



Sedangkan Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Sandi Nugroho sebelumnya menyampaikan, bahwa tekad jajaran Polri untuk memperbaiki sesuai arahan Kapolri untuk mewujudkan Polri yang presisi.



&quot;Meskipun sempat turun namun saat ini indeks kepercayaan Polri sudah cenderung naik. Polri belum puas, dan akan terus berusaha menaikkan indeks kepercayaan dari masyarakat,&quot; kata Sandi.&amp;nbsp;
Menurut Ketua Panitia Hoegeng Award, Alfito Deanova Ginting, pada tahun pertama ada 50 ribu usulan nama anggota Polri yang baik, yang berhak menerima Hoegeng Award.



Sedangkan tahun ini ada 10 ribu usulan tapi kualitasnya lebih baik. Setelah diverifikasi saat ini tinggal 15 nama yang tersaring untuk 5 kategori.



Ia menambahkan, dari 15 nama itu ada anggota Polri yang concern pada perdagangan orang, ada yang membolehkan orang Timor Leste masuk Indonesia tanpa ribet karena alasan sakit, juga ada anggota Polri yang banyak memberikan pendidikan pada anak meskipun dia bukan di Binmas.</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Arsul Sani meyakini, jumlah anggota Polri yang tidak baik jumlahnya lebih sedikit dibanding yang baik. Kendati, jumlah yang sedikit ini seringkali mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap Polri keseluruhan.

Arsul yang juga anggota Komisi 3 DPR RI itu menuturkan, tugas besar Polri itu ada dua, yang pertama memelihara keamanan dan ketertiban. Kedua, adalah penegakan hukum.

&quot;Yang penegakan hukum itu jumlahnya sedikit dibanding yang lain, tapi yang tidak baik itu ada di sini dan mempengaruhi persepsi masyarakat,&quot; kata Arsul Sani dikutip Antara dalam Dialog Publik &quot;Hoegeng: Keteladanan Melintasi Zaman&quot; yang diselenggarakan Divisi Humas Mabes Polri, di Hotel Grand Kemang, Jakarta, Selasa (16/5/2023).

BACA JUGA:
Terapkan Tilang Manual, Polri: Terjadi Peningkatan Pelanggaran yang Sebabkan Kecelakaan


Dalam acara yang dibuka Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Sandi Nugroho itu, lanjut Arsul Sani, dari kunjungannya ke sejumlah daerah dan usulan masyarakat terhadap Hoegeng Award, ternyata anggota Polri yang baik itu jauh lebih banyak.

&quot;Dari sekitar 450 ribu anggota Polri, hanya Serse atau Bareskrim yang bertugas melakukan penegakan hukum itu jumlahnya sedikit,&quot; kata Arsul.

Arsul Sani tetap mengingatkan tidak ada pilihan Polri agar bertransformasi menjadi lebih baik. Ia khawatir kalau tidak lebih baik, peran dan fungsinya bisa diambil instansi lain.

BACA JUGA:
Pelaku Curanmor di Asrama Polri Palmerah Terekam CCTV, Begini Tampangnya


Sementara Anggota Kompolnas Poengky Indarti mengakui jika laporan mengenai anggota Polri didominasi oleh kasus penegakan hukum.

&quot;Jumlahnya sekitar 90 persen,&quot; ujar Poengky.

Meski, anggota Kompolnas itu tidak setuju jika tupoksi Polri diambil instansi lain. Sebab, reformasi struktural Polri sudah selesai dengan menempatkan Polri di bawah Presiden.



&quot;Jadi jangan mengkhinati reformasi dengan berpikir mengubah tupoksi Polri,&quot; kata Poengky.



Poengky menambahkan, dibandingkan dengan instansi lain reformasi Polri lebih terukur, lebih terbuka, dan lebih menerima pandangan masyarakat. Namun, ia setuju agar anggota Polri lebih meningkatkan integritas, lebih humanis, dan lebih peduli pada HAM.



Pengamat politik Hermawan Sulistyo juga mengingatkan Polri pentingnya mengantisipasi perubahan setiap zaman. &quot;Mungkin sekarang ada anggota Polri yang jujur tapi harus ada sistem yang membuat anggota Polri tetap jujur sampai kapanpun,&quot; ujarnya.



Sedangkan Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Sandi Nugroho sebelumnya menyampaikan, bahwa tekad jajaran Polri untuk memperbaiki sesuai arahan Kapolri untuk mewujudkan Polri yang presisi.



&quot;Meskipun sempat turun namun saat ini indeks kepercayaan Polri sudah cenderung naik. Polri belum puas, dan akan terus berusaha menaikkan indeks kepercayaan dari masyarakat,&quot; kata Sandi.&amp;nbsp;
Menurut Ketua Panitia Hoegeng Award, Alfito Deanova Ginting, pada tahun pertama ada 50 ribu usulan nama anggota Polri yang baik, yang berhak menerima Hoegeng Award.



Sedangkan tahun ini ada 10 ribu usulan tapi kualitasnya lebih baik. Setelah diverifikasi saat ini tinggal 15 nama yang tersaring untuk 5 kategori.



Ia menambahkan, dari 15 nama itu ada anggota Polri yang concern pada perdagangan orang, ada yang membolehkan orang Timor Leste masuk Indonesia tanpa ribet karena alasan sakit, juga ada anggota Polri yang banyak memberikan pendidikan pada anak meskipun dia bukan di Binmas.</content:encoded></item></channel></rss>
