<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Humor Gus Dur: Kisah Nelayan dan Diktator yang Kejam</title><description>Kepalanya timbul tenggelam di tengah sungai yang sedang dialiri air deras.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/16/337/2814956/humor-gus-dur-kisah-nelayan-dan-diktator-yang-kejam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/05/16/337/2814956/humor-gus-dur-kisah-nelayan-dan-diktator-yang-kejam"/><item><title>Humor Gus Dur: Kisah Nelayan dan Diktator yang Kejam</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/16/337/2814956/humor-gus-dur-kisah-nelayan-dan-diktator-yang-kejam</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/05/16/337/2814956/humor-gus-dur-kisah-nelayan-dan-diktator-yang-kejam</guid><pubDate>Rabu 17 Mei 2023 06:01 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/16/337/2814956/humor-gus-dur-kisah-nelayan-dan-diktator-yang-kejam-NTlewbE9Q5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur (Foto: Istimewa/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/16/337/2814956/humor-gus-dur-kisah-nelayan-dan-diktator-yang-kejam-NTlewbE9Q5.jpg</image><title>Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur (Foto: Istimewa/Okezone)</title></images><description>
JAKARTA &amp;ndash; Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid atau biasa disapa Gus Dur dikenal sebagai sosok yang humoris. Gus Dur kerap melontarkan humor yang bisa membuat orang tertawa terbahak-bahak sekaligus meredakan ketegangan politik pada saat itu.
Salah satunya adalah kisah tentang hadiah unik untuk orang yang menyelamatkan diktator. Namun diketahui, hadiah yang diminta tersebut tidak disangka-sangka sama sekali.
Gus Dur mengatakan diktator itu adalah sosok yang terkenal  kejam dan serakah. Tak heran jika dia sangat dibenci oleh banyak orang termasuk rakyat.

BACA JUGA:
Humor Gus Dur: Ketika Aktivis NU Ingin Menjadi Wali

Alkisah, suatu hari, sang diktator sedang menaiki kuda dan mengelilingi kota. Tiba-tiba kuda itu bertingkah aneh saat tiba di jembatan karena terkejut melihat air sungai yang sangat deras.


BACA JUGA:
Humor Gus Dur: Pilihan Rakyat pada Pilpres

Diktator ini kemudian jatuh dari kuda dan terperosok hingga ke sungai, ia kemudian terseret arus deras air sungai tersebut.

Kepalanya timbul tenggelam di tengah sungai yang sedang dialiri air deras.
Beruntungnya, seorang pencari ikan melihatnya dan kemudian melemparkan tali dan menyelamatkan sang diktator.


Dengan rasa terima kasih yang besar, sang diktator mengatakan ke nelayan itu jika betapa besar jasanya kepada negara karena telah menolong dirinya.



&quot;Jasamu sangat besar. Hadiah apa yang kau minta karena telah menyelamatkan diriku? Emas, permata, jabatan, wanita?&quot; tanya si diktator kepada pencari ikan yang tampak miskin tersebut, seperti dikutip dari Santrigusdur.

Sang nelayan pun menjadi dengan lugas dan jujur.



&quot;Satu saja, paduka. Tolong jangan ceritakan kepada siapa pun bahwa sayalah yang menolong paduka,&quot; ungkapnya.</description><content:encoded>
JAKARTA &amp;ndash; Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid atau biasa disapa Gus Dur dikenal sebagai sosok yang humoris. Gus Dur kerap melontarkan humor yang bisa membuat orang tertawa terbahak-bahak sekaligus meredakan ketegangan politik pada saat itu.
Salah satunya adalah kisah tentang hadiah unik untuk orang yang menyelamatkan diktator. Namun diketahui, hadiah yang diminta tersebut tidak disangka-sangka sama sekali.
Gus Dur mengatakan diktator itu adalah sosok yang terkenal  kejam dan serakah. Tak heran jika dia sangat dibenci oleh banyak orang termasuk rakyat.

BACA JUGA:
Humor Gus Dur: Ketika Aktivis NU Ingin Menjadi Wali

Alkisah, suatu hari, sang diktator sedang menaiki kuda dan mengelilingi kota. Tiba-tiba kuda itu bertingkah aneh saat tiba di jembatan karena terkejut melihat air sungai yang sangat deras.


BACA JUGA:
Humor Gus Dur: Pilihan Rakyat pada Pilpres

Diktator ini kemudian jatuh dari kuda dan terperosok hingga ke sungai, ia kemudian terseret arus deras air sungai tersebut.

Kepalanya timbul tenggelam di tengah sungai yang sedang dialiri air deras.
Beruntungnya, seorang pencari ikan melihatnya dan kemudian melemparkan tali dan menyelamatkan sang diktator.


Dengan rasa terima kasih yang besar, sang diktator mengatakan ke nelayan itu jika betapa besar jasanya kepada negara karena telah menolong dirinya.



&quot;Jasamu sangat besar. Hadiah apa yang kau minta karena telah menyelamatkan diriku? Emas, permata, jabatan, wanita?&quot; tanya si diktator kepada pencari ikan yang tampak miskin tersebut, seperti dikutip dari Santrigusdur.

Sang nelayan pun menjadi dengan lugas dan jujur.



&quot;Satu saja, paduka. Tolong jangan ceritakan kepada siapa pun bahwa sayalah yang menolong paduka,&quot; ungkapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
