<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Waspadai Luncuran Material Vulkanik Gunung Karangetang saat Hujan</title><description>Meskipun hujan tidak secara intensif mengguyur wilayah Kepulauan Siau, namun di waktu-waktu tertentu intensitasnya sedang hingga lebat</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/16/340/2814667/waspadai-luncuran-material-vulkanik-gunung-karangetang-saat-hujan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/05/16/340/2814667/waspadai-luncuran-material-vulkanik-gunung-karangetang-saat-hujan"/><item><title>Waspadai Luncuran Material Vulkanik Gunung Karangetang saat Hujan</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/16/340/2814667/waspadai-luncuran-material-vulkanik-gunung-karangetang-saat-hujan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/05/16/340/2814667/waspadai-luncuran-material-vulkanik-gunung-karangetang-saat-hujan</guid><pubDate>Selasa 16 Mei 2023 09:22 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/16/340/2814667/waspadai-luncuran-material-vulkanik-gunung-karangetang-saat-hujan-8ZvMxpkyFj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gunung Karangetang (Foto: Dok Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/16/340/2814667/waspadai-luncuran-material-vulkanik-gunung-karangetang-saat-hujan-8ZvMxpkyFj.jpg</image><title>Gunung Karangetang (Foto: Dok Antara)</title></images><description>JAKARTA - Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara mengajak warga mewaspadai luncuran material vulkanik Gunung Karangetang saat cuaca hujan.
&quot;Hal ini penting disampaikan kepada masyarakat karena ada beberapa sungai atau kali yang memang hulunya dari puncak Karangetang,&quot; sebut Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sitaro, Sonny Belseran dilansir Antara, Selasa (16/5/2023).
Meskipun hujan tidak secara intensif mengguyur wilayah Kepulauan Siau, namun di waktu-waktu tertentu intensitasnya sedang hingga lebat dengan durasi di atas 30 menit.
&quot;Situasi seperti ini harus diwaspadai karena cukup berbahaya meruntuhkan atau membawa material yang berada di puncak meluncur melalui kali atau sungai yang di sekitarnya ada permukiman,&quot; harap Sonny.
BPBD Sitaro kata dia, terus membangun komunikasi dengan personel Pos Pengamatan Gunung Api Karangetang apabila terjadi potensi ancaman guguran material vulkanik di puncak Karangetang.
&quot;Intinya kami tetap mengharapkan kewaspadaan dari masyarakat yang tinggal di sekitar sungai atau kali yang hulunya berasal dari puncak,&quot; harap Sonny lagi.
Berdasarkan laporan pengamatan Pos Gunung Api Karangetang hingga Senin (15/5) pukul 24.00 WITA, asap kawah tidak teramati serta terdengar bunyi guguran lava lemah sampai kuat.
Pada periode tersebut terekam tujuh kali gempa guguran dengan amplitudo 10-20 milimeter dengan durasi 50-81 detik, satu kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 10 milimeter, durasi lima detik.
Terekam juga empat kali gempa vulkanik dalam dengan amplitudo 20-45 milimeter, S-P: 0.5-1 detik dengan durasi 10-15 detik, satu kali gempa tektonik lokal dengan amplitudo 20 milimeter, S-P: lima detik selama 15 detik, serta dua kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 10-20 milimeter, S-P: 15-21 detik selama 50-63 detik.
&quot;Gempa guguran kembali terekam, sementara status Gunung Karangetang waspada level II,&quot; ujarnya.


</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara mengajak warga mewaspadai luncuran material vulkanik Gunung Karangetang saat cuaca hujan.
&quot;Hal ini penting disampaikan kepada masyarakat karena ada beberapa sungai atau kali yang memang hulunya dari puncak Karangetang,&quot; sebut Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sitaro, Sonny Belseran dilansir Antara, Selasa (16/5/2023).
Meskipun hujan tidak secara intensif mengguyur wilayah Kepulauan Siau, namun di waktu-waktu tertentu intensitasnya sedang hingga lebat dengan durasi di atas 30 menit.
&quot;Situasi seperti ini harus diwaspadai karena cukup berbahaya meruntuhkan atau membawa material yang berada di puncak meluncur melalui kali atau sungai yang di sekitarnya ada permukiman,&quot; harap Sonny.
BPBD Sitaro kata dia, terus membangun komunikasi dengan personel Pos Pengamatan Gunung Api Karangetang apabila terjadi potensi ancaman guguran material vulkanik di puncak Karangetang.
&quot;Intinya kami tetap mengharapkan kewaspadaan dari masyarakat yang tinggal di sekitar sungai atau kali yang hulunya berasal dari puncak,&quot; harap Sonny lagi.
Berdasarkan laporan pengamatan Pos Gunung Api Karangetang hingga Senin (15/5) pukul 24.00 WITA, asap kawah tidak teramati serta terdengar bunyi guguran lava lemah sampai kuat.
Pada periode tersebut terekam tujuh kali gempa guguran dengan amplitudo 10-20 milimeter dengan durasi 50-81 detik, satu kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 10 milimeter, durasi lima detik.
Terekam juga empat kali gempa vulkanik dalam dengan amplitudo 20-45 milimeter, S-P: 0.5-1 detik dengan durasi 10-15 detik, satu kali gempa tektonik lokal dengan amplitudo 20 milimeter, S-P: lima detik selama 15 detik, serta dua kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 10-20 milimeter, S-P: 15-21 detik selama 50-63 detik.
&quot;Gempa guguran kembali terekam, sementara status Gunung Karangetang waspada level II,&quot; ujarnya.


</content:encoded></item></channel></rss>
