<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kapal Penangkap Ikan China Terbalik di Samudera Hindia, 17 WNI Hilang</title><description>Presiden Xi Jinping memerintahkan upaya penyelamatan segera dilakukan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/17/18/2815436/kapal-penangkap-ikan-china-terbalik-di-samudera-hindia-17-wni-hilang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/05/17/18/2815436/kapal-penangkap-ikan-china-terbalik-di-samudera-hindia-17-wni-hilang"/><item><title>Kapal Penangkap Ikan China Terbalik di Samudera Hindia, 17 WNI Hilang</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/17/18/2815436/kapal-penangkap-ikan-china-terbalik-di-samudera-hindia-17-wni-hilang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/05/17/18/2815436/kapal-penangkap-ikan-china-terbalik-di-samudera-hindia-17-wni-hilang</guid><pubDate>Rabu 17 Mei 2023 11:42 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/17/18/2815436/kapal-penangkap-ikan-china-terbalik-di-samudera-hindia-17-wni-hilang-HWUtwFpx5W.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/17/18/2815436/kapal-penangkap-ikan-china-terbalik-di-samudera-hindia-17-wni-hilang-HWUtwFpx5W.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Okezone)</title></images><description>BEIJING - Sebuah kapal penangkap ikan China dengan 39 awak di dalamnya telah terbalik di Samudera Hindia. Presiden Xi Jinping telah memerintahkan agar semua upaya dilakukan untuk mencari korban selamat, demikian dilaporkan media pemerintah pada Rabu, (17/5/2023).

BACA JUGA:
2 WNI Ditahan di Singapura karena Kedapatan Bawa Uang Tunai Rp394 Juta

Kapal penangkap ikan di perairan jauh &quot;Lupeng Yuanyu 028&quot;, milik Penglai Jinglu Fishery Co Ltd yang berbasis di provinsi Shandong, terbalik pada Selasa, (16/5/2023) pagi, CCTV milik pemerintah melaporkan.
Di dalam kapal terdapat 39 orang, terdiri dari 17 awak China, 17 warga Indonesia (WNI), dan lima dari Filipina, semuanya masih hilang, lapor CCTV.

BACA JUGA:
Kapal Terbalik, 67 Migran Hilang di Lepas Pantai Tunisia Termasuk Anak-Anak dan Bayi

Presiden China Xi Jinping mengatakan semua upaya harus dilakukan untuk penyelamatan dan peringatan dini risiko keselamatan akan diperkuat untuk operasi laut jauh, demikian dilansir Reuters.Pusat pencarian dan penyelamatan maritim China telah memberi tahu negara-negara terkait tentang kecelakaan itu dan kementerian luar negeri telah memberi tahu misinya di Australia, Sri Lanka, Maladewa, Indonesia, Filipina, dan negara-negara lain untuk mengoordinasikan operasi pencarian dan penyelamatan, katanya.

</description><content:encoded>BEIJING - Sebuah kapal penangkap ikan China dengan 39 awak di dalamnya telah terbalik di Samudera Hindia. Presiden Xi Jinping telah memerintahkan agar semua upaya dilakukan untuk mencari korban selamat, demikian dilaporkan media pemerintah pada Rabu, (17/5/2023).

BACA JUGA:
2 WNI Ditahan di Singapura karena Kedapatan Bawa Uang Tunai Rp394 Juta

Kapal penangkap ikan di perairan jauh &quot;Lupeng Yuanyu 028&quot;, milik Penglai Jinglu Fishery Co Ltd yang berbasis di provinsi Shandong, terbalik pada Selasa, (16/5/2023) pagi, CCTV milik pemerintah melaporkan.
Di dalam kapal terdapat 39 orang, terdiri dari 17 awak China, 17 warga Indonesia (WNI), dan lima dari Filipina, semuanya masih hilang, lapor CCTV.

BACA JUGA:
Kapal Terbalik, 67 Migran Hilang di Lepas Pantai Tunisia Termasuk Anak-Anak dan Bayi

Presiden China Xi Jinping mengatakan semua upaya harus dilakukan untuk penyelamatan dan peringatan dini risiko keselamatan akan diperkuat untuk operasi laut jauh, demikian dilansir Reuters.Pusat pencarian dan penyelamatan maritim China telah memberi tahu negara-negara terkait tentang kecelakaan itu dan kementerian luar negeri telah memberi tahu misinya di Australia, Sri Lanka, Maladewa, Indonesia, Filipina, dan negara-negara lain untuk mengoordinasikan operasi pencarian dan penyelamatan, katanya.

</content:encoded></item></channel></rss>
