<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Kopassus Menyamar Jadi Hantu Putih Sikat Habis Pemberontak</title><description>Mereka ditugaskan sebagai pasukan perdamaian di bawah UNOC (United Nations Operation in the Congo) pada 1962.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/19/337/2816174/kisah-kopassus-menyamar-jadi-hantu-putih-sikat-habis-pemberontak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/05/19/337/2816174/kisah-kopassus-menyamar-jadi-hantu-putih-sikat-habis-pemberontak"/><item><title>Kisah Kopassus Menyamar Jadi Hantu Putih Sikat Habis Pemberontak</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/19/337/2816174/kisah-kopassus-menyamar-jadi-hantu-putih-sikat-habis-pemberontak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/05/19/337/2816174/kisah-kopassus-menyamar-jadi-hantu-putih-sikat-habis-pemberontak</guid><pubDate>Jum'at 19 Mei 2023 05:02 WIB</pubDate><dc:creator>Arief Setyadi </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/18/337/2816174/kisah-kopassus-menyamar-jadi-hantu-putih-sikat-habis-pemberontak-ncwt8T1k5j.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Kopassus (Foto: kopassus.mil.id)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/18/337/2816174/kisah-kopassus-menyamar-jadi-hantu-putih-sikat-habis-pemberontak-ncwt8T1k5j.jpg</image><title>Ilustrasi Kopassus (Foto: kopassus.mil.id)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dalam menjalankan operasi di dalam dan luar negeri kerap membanggakan. Tergabung dalam Kontingen Garuda III (Konga III), mereka pernah diserbu pemberontak Kongo.
Sebanyak 30 atau satu peleton personel Kopassus tergabung dalam kontingen tersebut. Kontingen Garuda III (Konga III) di bawah pimpinan Kolonel Kemal Idris.

BACA JUGA:
Danjen Kopassus Kenang Didikan Prabowo, Prajurit Harus Bermental Baja

Mereka ditugaskan sebagai pasukan perdamaian di bawah UNOC (United Nations Operation in the Congo) pada 1962.
Markas Pasukan Garuda, kala itu diserbu ribuan pemberontak Kongo di bawah pimpinan Moises Tsommbe. Baku tembak tak terhindarkan, dan pertempuran berlangsung sengit.

BACA JUGA:
Kisah Horor Prajurit Kopassus 18 Hari Hilang di Belantara Papua, Ditemani Tiga Makhluk Gaib&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Pasukan Garuda akhirnya berhasil memukul mundur para pemberontak tersebut. Serangan balasan pun dirancang untuk menangkap pimpinan pemberontak.Penyergapan dilakukan 30 Pasukan Kopassus pada malam hari menggunakan kapal di atas Danau Tanganyika. Dengan cerdik, para prajurit baret merah tersebut menyamar sebagai hantu putih.



Itu dilakukan derdasarkan informasi yang dikumpulkan. Di mana, para pemberontak masih percaya dengan hal berbau mistis.



Ribuan pemberontak Kongo akhirnya berhasil ditangkap. Beragam senjata berhasil disita dari tangan pemberontak tersebut.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dalam menjalankan operasi di dalam dan luar negeri kerap membanggakan. Tergabung dalam Kontingen Garuda III (Konga III), mereka pernah diserbu pemberontak Kongo.
Sebanyak 30 atau satu peleton personel Kopassus tergabung dalam kontingen tersebut. Kontingen Garuda III (Konga III) di bawah pimpinan Kolonel Kemal Idris.

BACA JUGA:
Danjen Kopassus Kenang Didikan Prabowo, Prajurit Harus Bermental Baja

Mereka ditugaskan sebagai pasukan perdamaian di bawah UNOC (United Nations Operation in the Congo) pada 1962.
Markas Pasukan Garuda, kala itu diserbu ribuan pemberontak Kongo di bawah pimpinan Moises Tsommbe. Baku tembak tak terhindarkan, dan pertempuran berlangsung sengit.

BACA JUGA:
Kisah Horor Prajurit Kopassus 18 Hari Hilang di Belantara Papua, Ditemani Tiga Makhluk Gaib&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Pasukan Garuda akhirnya berhasil memukul mundur para pemberontak tersebut. Serangan balasan pun dirancang untuk menangkap pimpinan pemberontak.Penyergapan dilakukan 30 Pasukan Kopassus pada malam hari menggunakan kapal di atas Danau Tanganyika. Dengan cerdik, para prajurit baret merah tersebut menyamar sebagai hantu putih.



Itu dilakukan derdasarkan informasi yang dikumpulkan. Di mana, para pemberontak masih percaya dengan hal berbau mistis.



Ribuan pemberontak Kongo akhirnya berhasil ditangkap. Beragam senjata berhasil disita dari tangan pemberontak tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
