<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Anak Kecil Menangis Ditinggal Orangtua, Ibunya Dipenjara dan Ayahnya Sudah Lama Meninggal</title><description>Lima menangis histeris saat ditinggal ibunya ke tahanan setelah dinyatakan sebagai tersangka dalam sebuah kasus.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/19/608/2816442/5-anak-kecil-menangis-ditinggal-orangtua-ibunya-dipenjara-dan-ayahnya-sudah-lama-meninggal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/05/19/608/2816442/5-anak-kecil-menangis-ditinggal-orangtua-ibunya-dipenjara-dan-ayahnya-sudah-lama-meninggal"/><item><title>5 Anak Kecil Menangis Ditinggal Orangtua, Ibunya Dipenjara dan Ayahnya Sudah Lama Meninggal</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/19/608/2816442/5-anak-kecil-menangis-ditinggal-orangtua-ibunya-dipenjara-dan-ayahnya-sudah-lama-meninggal</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/05/19/608/2816442/5-anak-kecil-menangis-ditinggal-orangtua-ibunya-dipenjara-dan-ayahnya-sudah-lama-meninggal</guid><pubDate>Jum'at 19 Mei 2023 10:45 WIB</pubDate><dc:creator>Jonirman Tafonao</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/19/608/2816442/5-anak-kecil-menangis-ditinggal-orangtua-ibunya-dipenjara-dan-ayahnya-sudah-lama-meninggal-lvA16zjqgY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">5 anak kecil menangis lantaran ibunya dipenjara dan ayahnya sudah lama meninggal (Foto : Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/19/608/2816442/5-anak-kecil-menangis-ditinggal-orangtua-ibunya-dipenjara-dan-ayahnya-sudah-lama-meninggal-lvA16zjqgY.jpg</image><title>5 anak kecil menangis lantaran ibunya dipenjara dan ayahnya sudah lama meninggal (Foto : Istimewa)</title></images><description>NIAS SELATAN - Beredar video di media sosial, lima anak warga Desa Hilisaloo Kecamatan Amandraya, Nias Selatan (Nisel), Sumatera Utara (Sumut), menangis histeris saat ditinggal ibunya ke tahanan setelah dinyatakan sebagai tersangka dalam sebuah kasus sengketa tanah. Mirisnya ayah dari kelima anak ini juga sudah lama meninggal dunia.
Ayu Giawa yang merupakan anak sulung dari kelimanya itu saat dihubungi MNC Portal Indonesia (MPI) menjelaskan, ia merasa kaget saat didatangi 4 orang adiknya di sekolah saat ia sedang belajar. Adik-adiknya memberitahunya kalau sang ibu telah jadi tersangka dan ditahan oleh aparat penegak hukum.
&quot;Saat itu saya sedang di dalam ruangan sedang mengikuti pores belajar mengajar di sekolah, tiba-tiba mendapatkan kabar jika ibu saya ditersangkakan dan ditahan pada hari itu Selasa 9 Mei 2023,&quot; ucap Ayu Giawa kepada MNC Portal Indonesia (MPI), Jumat (19/5/2023).

BACA JUGA:
Jukir yang Viral Patok Tarif Parkir di Istiqlal hingga Rp10 Ribu Akhirnya Ditangkap

Dari kelima anak tersebut, yang paling bungsu baru umur 5 tahun. Dan harus berpisah dari ibunya ditinggal ke tahanan.
&quot;Adik saya paling bungsu umur 5 tahun. Tidak tahu hidup kami bagaimana setelah ibu kami tidak ada di samping kami, ayah saya telah meninggal dunia lima tahun yang lalu,&quot; ujar Ayu sambil menangis.

BACA JUGA:
Viral Pria Berseragam Pemuda Pancasila Palak Sopir Truk di Bogor, Pelaku Diburu Polisi

Kini, mereka menjalani hidup tanpa kedua orangtua, tinggal di sebuah pondok kayu dengan atap rumbian, rumah yang selama ini mereka tinggali bersama ibunya itu penuh dengan kesedihan dan perjuangan.
&quot;Tempat tinggal kami adalah pondok ukuran 3x5 meter dengan atap rumbian, untuk makan sehari-hari kami hanya mengharapkan ibu kami,&quot; ucapnya.Dia pun mengharapkan agar ibunya dibebaskan dari tahanan, dengan alasan tidak ada yang mengurusi dia dan adik-adiknya umur 5 tahun.
&quot;Saya berharap kepada pak Jokowi, Pak Kapolri, Kapolda, agar kami ditolong. Ibu saya dibebaskan, ibu saya tidak bersalah,&quot; serunya.</description><content:encoded>NIAS SELATAN - Beredar video di media sosial, lima anak warga Desa Hilisaloo Kecamatan Amandraya, Nias Selatan (Nisel), Sumatera Utara (Sumut), menangis histeris saat ditinggal ibunya ke tahanan setelah dinyatakan sebagai tersangka dalam sebuah kasus sengketa tanah. Mirisnya ayah dari kelima anak ini juga sudah lama meninggal dunia.
Ayu Giawa yang merupakan anak sulung dari kelimanya itu saat dihubungi MNC Portal Indonesia (MPI) menjelaskan, ia merasa kaget saat didatangi 4 orang adiknya di sekolah saat ia sedang belajar. Adik-adiknya memberitahunya kalau sang ibu telah jadi tersangka dan ditahan oleh aparat penegak hukum.
&quot;Saat itu saya sedang di dalam ruangan sedang mengikuti pores belajar mengajar di sekolah, tiba-tiba mendapatkan kabar jika ibu saya ditersangkakan dan ditahan pada hari itu Selasa 9 Mei 2023,&quot; ucap Ayu Giawa kepada MNC Portal Indonesia (MPI), Jumat (19/5/2023).

BACA JUGA:
Jukir yang Viral Patok Tarif Parkir di Istiqlal hingga Rp10 Ribu Akhirnya Ditangkap

Dari kelima anak tersebut, yang paling bungsu baru umur 5 tahun. Dan harus berpisah dari ibunya ditinggal ke tahanan.
&quot;Adik saya paling bungsu umur 5 tahun. Tidak tahu hidup kami bagaimana setelah ibu kami tidak ada di samping kami, ayah saya telah meninggal dunia lima tahun yang lalu,&quot; ujar Ayu sambil menangis.

BACA JUGA:
Viral Pria Berseragam Pemuda Pancasila Palak Sopir Truk di Bogor, Pelaku Diburu Polisi

Kini, mereka menjalani hidup tanpa kedua orangtua, tinggal di sebuah pondok kayu dengan atap rumbian, rumah yang selama ini mereka tinggali bersama ibunya itu penuh dengan kesedihan dan perjuangan.
&quot;Tempat tinggal kami adalah pondok ukuran 3x5 meter dengan atap rumbian, untuk makan sehari-hari kami hanya mengharapkan ibu kami,&quot; ucapnya.Dia pun mengharapkan agar ibunya dibebaskan dari tahanan, dengan alasan tidak ada yang mengurusi dia dan adik-adiknya umur 5 tahun.
&quot;Saya berharap kepada pak Jokowi, Pak Kapolri, Kapolda, agar kami ditolong. Ibu saya dibebaskan, ibu saya tidak bersalah,&quot; serunya.</content:encoded></item></channel></rss>
