<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rusia Akan Masukkan 500 Warga AS dalam Daftar Hitam, Termasuk Barack Obama</title><description>Langkah itu adalah balasan Rusia atas sanksi yang dijatuhkan Amerika Serikat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/20/18/2817110/rusia-akan-masukkan-500-warga-as-dalam-daftar-hitam-termasuk-barack-obama</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/05/20/18/2817110/rusia-akan-masukkan-500-warga-as-dalam-daftar-hitam-termasuk-barack-obama"/><item><title>Rusia Akan Masukkan 500 Warga AS dalam Daftar Hitam, Termasuk Barack Obama</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/20/18/2817110/rusia-akan-masukkan-500-warga-as-dalam-daftar-hitam-termasuk-barack-obama</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/05/20/18/2817110/rusia-akan-masukkan-500-warga-as-dalam-daftar-hitam-termasuk-barack-obama</guid><pubDate>Sabtu 20 Mei 2023 16:19 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/20/18/2817110/rusia-akan-masukkan-500-warga-as-dalam-daftar-hitam-termasuk-barack-obama-GMCUmHbK3o.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/20/18/2817110/rusia-akan-masukkan-500-warga-as-dalam-daftar-hitam-termasuk-barack-obama-GMCUmHbK3o.jpg</image><title>Mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama. (Foto: Reuters)</title></images><description>MOSKOW - Kementerian luar negeri Rusia pada Jumat, (19/5/2023) mengatakan mantan Presiden Barack Obama termasuk di antara 500 warga Amerika Serikat (AS) yang akan dilarang memasuki negara itu sebagai tanggapan atas sanksi terbaru yang diumumkan oleh Washington.

BACA JUGA:
5 Daftar Tokoh Dunia yang Aktif di Medsos, Nomor 1 Barack Obama

Kementerian itu juga mengatakan Rusia telah menolak permintaan AS terbaru untuk akses konsuler ke reporter Wall Street Journal Evan Gershkovich yang ditahan, yang ditangkap pada Maret karena dicurigai sebagai mata-mata.
Langkah ini dipicu oleh penolakan AS bulan lalu untuk memberikan visa kepada media yang bepergian dengan Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov ke PBB, kata kementerian dalam sebuah pernyataan.

BACA JUGA:
Bantu Ukraina Lawan Rusia, G7 Janji Pasok Dana Sebesar Rp498 Triliun pada 2023

&quot;Washington seharusnya sudah belajar sejak lama bahwa tidak ada satu pun serangan bermusuhan terhadap Rusia yang tidak akan dihukum,&quot; tambah pernyataan itu sebagaimana dilansir Reuters.
Sebelumnya pada Jumat AS mengumumkan tindakan hukuman terhadap lebih dari 300 target, yang bertujuan untuk menghukum Rusia atas invasinya ke Ukraina dan mengintensifkan salah satu upaya sanksi paling keras yang pernah diterapkan.</description><content:encoded>MOSKOW - Kementerian luar negeri Rusia pada Jumat, (19/5/2023) mengatakan mantan Presiden Barack Obama termasuk di antara 500 warga Amerika Serikat (AS) yang akan dilarang memasuki negara itu sebagai tanggapan atas sanksi terbaru yang diumumkan oleh Washington.

BACA JUGA:
5 Daftar Tokoh Dunia yang Aktif di Medsos, Nomor 1 Barack Obama

Kementerian itu juga mengatakan Rusia telah menolak permintaan AS terbaru untuk akses konsuler ke reporter Wall Street Journal Evan Gershkovich yang ditahan, yang ditangkap pada Maret karena dicurigai sebagai mata-mata.
Langkah ini dipicu oleh penolakan AS bulan lalu untuk memberikan visa kepada media yang bepergian dengan Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov ke PBB, kata kementerian dalam sebuah pernyataan.

BACA JUGA:
Bantu Ukraina Lawan Rusia, G7 Janji Pasok Dana Sebesar Rp498 Triliun pada 2023

&quot;Washington seharusnya sudah belajar sejak lama bahwa tidak ada satu pun serangan bermusuhan terhadap Rusia yang tidak akan dihukum,&quot; tambah pernyataan itu sebagaimana dilansir Reuters.
Sebelumnya pada Jumat AS mengumumkan tindakan hukuman terhadap lebih dari 300 target, yang bertujuan untuk menghukum Rusia atas invasinya ke Ukraina dan mengintensifkan salah satu upaya sanksi paling keras yang pernah diterapkan.</content:encoded></item></channel></rss>
