<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Partai Perindo Ungkap Sejumlah Pekerjaan Rumah Pasca-25 Tahun Reformasi   </title><description>Tanggal tersebut terpilih lantaran bertepatan dengan lengsernya Presiden Soeharto pada 21 Mei 1998.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/20/337/2817146/partai-perindo-ungkap-sejumlah-pekerjaan-rumah-pasca-25-tahun-reformasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/05/20/337/2817146/partai-perindo-ungkap-sejumlah-pekerjaan-rumah-pasca-25-tahun-reformasi"/><item><title>Partai Perindo Ungkap Sejumlah Pekerjaan Rumah Pasca-25 Tahun Reformasi   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/20/337/2817146/partai-perindo-ungkap-sejumlah-pekerjaan-rumah-pasca-25-tahun-reformasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/05/20/337/2817146/partai-perindo-ungkap-sejumlah-pekerjaan-rumah-pasca-25-tahun-reformasi</guid><pubDate>Sabtu 20 Mei 2023 18:27 WIB</pubDate><dc:creator>Nur Khabibi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/20/337/2817146/partai-perindo-ungkap-sejumlah-pekerjaan-rumah-pasca-25-tahun-reformasi-Fp3nXvdl6X.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Yusuf Lakaseng. (Foto: Dok MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/20/337/2817146/partai-perindo-ungkap-sejumlah-pekerjaan-rumah-pasca-25-tahun-reformasi-Fp3nXvdl6X.jpg</image><title>Yusuf Lakaseng. (Foto: Dok MPI)</title></images><description>JAKARTA - Tanggal 21 Mei selain diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional, juga diperingati sebagai Hari Reformasi yang kini memasuki usia 25 tahun. Tanggal tersebut terpilih lantaran bertepatan dengan lengsernya Presiden Soeharto pada 21 Mei 1998.

Ketua Bidang Organisasi dan Kaderisasi DPP Partai Perindo Yusuf Lakaseng menyebutkan, ada tiga hal besar yang menjadi agenda reformasi, yakni pertama, demokratisasi dengan pencabutan dwi fungsi ABRI, kebebasan berorganisasi, kebebasan pers, pelaksanaan Pemilu multi partai, dan secara langsung.&amp;nbsp;

Kedua, pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme. Ketiga, supremasi hukum.

BACA JUGA:


Pemerintah Anggarkan Rp14,9 Triliun Perbaiki Jalan Rusak, Partai Perindo: Bukti Kepedulian Presiden Jokowi&amp;nbsp;
Selama 25 tahun pasca-reformasi, Yusuf Lakaseng --yang merupakan Bacaleg Partai Perindo untuk Dapil Sulawesi Tengah itu-- menyebutkan banyak sudah yang dicapai, salah satunya pelaksanaan Pemilu yang jauh lebih demokratis yang akan terselenggara ke-6 kalinya pada 2024 mendatang.

&quot;Yang menjadi pekerjaan rumah saat ini adalah demokrasi belumlah berkolerasi dengan penurunan angka korupsi dan peningkatan kesejahteraan yang signifikan,&quot; kata Lakaseng, Sabtu (20/5/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Simpati Masyarakat dan Curhatan Seniman Jaranan di Turen Malang ke Partai Perindo

Politisi Partai Perindo, --partai yang ditetapkan KPU bernomor urut 16 pada kertas suara Pemilu 2024 itu-- menyatakan, hambatan demokratisasi negara ini ada pada Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden yang memiliki ambang batas terlalu tinggi.

Atas hal itu, dampak buruknya, yaitu partisipasi rakyat menjadi terbatas, begitu pula dengan keterbatasan pertumbuhan stok pemimpin nasional.

&quot;Demokrasi menjadi eksklusif dan berbiaya mahal, sehingga rawan dikangkangi oleh oligarki.&quot;Sebagai bangsa yang besar, Partai Perindo --partai yang dikenal peduli rakyat kecil, gigih memperjuangkan penciptaan lapangan kerja, dan Indonesia sejahtera itu-- berharap, demokrasi di Indonesia ke depan lebih produktif dengan melahirkan pemerintahan yang bekerja efektif memenuhi kebutuhan dasar rakyat, yaitu pendidikan yang merata dan berkualitas serta pelayanan kesehatan yang modern dan murah, serta penciptaan lapangan kerja.



&quot;Meski masih banyak kekurangan, tapi salah satu berkah dari reformasi adalah lahirnya pemerintahan Pak Jokowi yang merakyat dan meletakkan dasar-dasar kemajuan yang harus dilanjutkan oleh pemerintahan selanjutnya,&quot; pungkasnya.

</description><content:encoded>JAKARTA - Tanggal 21 Mei selain diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional, juga diperingati sebagai Hari Reformasi yang kini memasuki usia 25 tahun. Tanggal tersebut terpilih lantaran bertepatan dengan lengsernya Presiden Soeharto pada 21 Mei 1998.

Ketua Bidang Organisasi dan Kaderisasi DPP Partai Perindo Yusuf Lakaseng menyebutkan, ada tiga hal besar yang menjadi agenda reformasi, yakni pertama, demokratisasi dengan pencabutan dwi fungsi ABRI, kebebasan berorganisasi, kebebasan pers, pelaksanaan Pemilu multi partai, dan secara langsung.&amp;nbsp;

Kedua, pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme. Ketiga, supremasi hukum.

BACA JUGA:


Pemerintah Anggarkan Rp14,9 Triliun Perbaiki Jalan Rusak, Partai Perindo: Bukti Kepedulian Presiden Jokowi&amp;nbsp;
Selama 25 tahun pasca-reformasi, Yusuf Lakaseng --yang merupakan Bacaleg Partai Perindo untuk Dapil Sulawesi Tengah itu-- menyebutkan banyak sudah yang dicapai, salah satunya pelaksanaan Pemilu yang jauh lebih demokratis yang akan terselenggara ke-6 kalinya pada 2024 mendatang.

&quot;Yang menjadi pekerjaan rumah saat ini adalah demokrasi belumlah berkolerasi dengan penurunan angka korupsi dan peningkatan kesejahteraan yang signifikan,&quot; kata Lakaseng, Sabtu (20/5/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Simpati Masyarakat dan Curhatan Seniman Jaranan di Turen Malang ke Partai Perindo

Politisi Partai Perindo, --partai yang ditetapkan KPU bernomor urut 16 pada kertas suara Pemilu 2024 itu-- menyatakan, hambatan demokratisasi negara ini ada pada Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden yang memiliki ambang batas terlalu tinggi.

Atas hal itu, dampak buruknya, yaitu partisipasi rakyat menjadi terbatas, begitu pula dengan keterbatasan pertumbuhan stok pemimpin nasional.

&quot;Demokrasi menjadi eksklusif dan berbiaya mahal, sehingga rawan dikangkangi oleh oligarki.&quot;Sebagai bangsa yang besar, Partai Perindo --partai yang dikenal peduli rakyat kecil, gigih memperjuangkan penciptaan lapangan kerja, dan Indonesia sejahtera itu-- berharap, demokrasi di Indonesia ke depan lebih produktif dengan melahirkan pemerintahan yang bekerja efektif memenuhi kebutuhan dasar rakyat, yaitu pendidikan yang merata dan berkualitas serta pelayanan kesehatan yang modern dan murah, serta penciptaan lapangan kerja.



&quot;Meski masih banyak kekurangan, tapi salah satu berkah dari reformasi adalah lahirnya pemerintahan Pak Jokowi yang merakyat dan meletakkan dasar-dasar kemajuan yang harus dilanjutkan oleh pemerintahan selanjutnya,&quot; pungkasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
