<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Presiden Taiwan Tsai Ing-wen Janji Tak Akan Tunduk ke China</title><description>Presiden Taiwan Tsai Ing-wen berjanji mempertahankan status quo perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/21/18/2817356/presiden-taiwan-tsai-ing-wen-janji-tak-akan-tunduk-ke-china</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/05/21/18/2817356/presiden-taiwan-tsai-ing-wen-janji-tak-akan-tunduk-ke-china"/><item><title>Presiden Taiwan Tsai Ing-wen Janji Tak Akan Tunduk ke China</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/21/18/2817356/presiden-taiwan-tsai-ing-wen-janji-tak-akan-tunduk-ke-china</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/05/21/18/2817356/presiden-taiwan-tsai-ing-wen-janji-tak-akan-tunduk-ke-china</guid><pubDate>Minggu 21 Mei 2023 11:40 WIB</pubDate><dc:creator> Muhammad Fadli Rizal</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/21/18/2817356/presiden-taiwan-tsai-ing-wen-janji-tak-akan-tunduk-ke-china-LmLHtUvmEi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Tsai Ing-wen (Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/21/18/2817356/presiden-taiwan-tsai-ing-wen-janji-tak-akan-tunduk-ke-china-LmLHtUvmEi.jpg</image><title>Presiden Tsai Ing-wen (Antara)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8yNS8xLzE2NTU0NS81L3g4a2RxNG4=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
TAIWAN - Presiden Taiwan Tsai Ing-wen berjanji mempertahankan status quo perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan. Hal itu ia sampaikan di tengah ketegangan tinggi dengan China.


Tsai mengungkap hal itu di tengah situasi peningkatan tekanan militer oleh Beijing. Narasi itu ia ungkap dalam pidato di kantor kepresidenan di Taipei menandai ulang tahun ketujuh pemerintahannya, seperti dikutip dari Reuters.


&amp;ldquo;Taiwan tidak akan memprovokasi dan tidak akan tunduk pada tekanan China,&amp;rdquo; kata Tsai.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Drone Pengintai Supersonik WZ-8 Nangkring di Hangar Militer China, Disebut Pernah Terbang di Taiwan

Sebelumnya, China berulang kali mengungkap Taiwan sebagai miliknya dan mengancam akan menguasai pulau itu sepenuhnya. Beijing telah meningkatkan tekanan militer dan diplomatik untuk memaksa pulau itu menerima kedaulatan China sejak Tsai menjabat pada 2016.
Beijing juga menolak seruan untuk pembicaraan dari Tsai. Rezim Xi Jinping menganggap Tsai sebagai separatis. Tsai telah berulang kali bersumpah untuk membela kebebasan dan demokrasi Taiwan.
&amp;ldquo;Perang bukanlah pilihan. Tidak ada pihak yang dapat mengubah status quo secara sepihak dengan cara yang tidak damai. Mempertahankan status quo perdamaian dan stabilitas adalah kesepakatan dunia dan Taiwan,&amp;rdquo; lanjutnya.


&amp;nbsp;BACA JUGA:

Xi Jinping Minta Militer China Berlatih untuk Medan Tempur yang Sebenarnya



&amp;ldquo;Meskipun Taiwan dikelilingi oleh risiko, Taiwan sama sekali bukan pembuat risiko. Kami adalah manajer risiko yang bertanggung jawab dan Taiwan akan berdiri bersama dengan negara-negara demokrasi dan komunitas di seluruh dunia untuk bersama-sama meredakan risiko,&amp;rdquo; katanya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8yNS8xLzE2NTU0NS81L3g4a2RxNG4=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
TAIWAN - Presiden Taiwan Tsai Ing-wen berjanji mempertahankan status quo perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan. Hal itu ia sampaikan di tengah ketegangan tinggi dengan China.


Tsai mengungkap hal itu di tengah situasi peningkatan tekanan militer oleh Beijing. Narasi itu ia ungkap dalam pidato di kantor kepresidenan di Taipei menandai ulang tahun ketujuh pemerintahannya, seperti dikutip dari Reuters.


&amp;ldquo;Taiwan tidak akan memprovokasi dan tidak akan tunduk pada tekanan China,&amp;rdquo; kata Tsai.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Drone Pengintai Supersonik WZ-8 Nangkring di Hangar Militer China, Disebut Pernah Terbang di Taiwan

Sebelumnya, China berulang kali mengungkap Taiwan sebagai miliknya dan mengancam akan menguasai pulau itu sepenuhnya. Beijing telah meningkatkan tekanan militer dan diplomatik untuk memaksa pulau itu menerima kedaulatan China sejak Tsai menjabat pada 2016.
Beijing juga menolak seruan untuk pembicaraan dari Tsai. Rezim Xi Jinping menganggap Tsai sebagai separatis. Tsai telah berulang kali bersumpah untuk membela kebebasan dan demokrasi Taiwan.
&amp;ldquo;Perang bukanlah pilihan. Tidak ada pihak yang dapat mengubah status quo secara sepihak dengan cara yang tidak damai. Mempertahankan status quo perdamaian dan stabilitas adalah kesepakatan dunia dan Taiwan,&amp;rdquo; lanjutnya.


&amp;nbsp;BACA JUGA:

Xi Jinping Minta Militer China Berlatih untuk Medan Tempur yang Sebenarnya



&amp;ldquo;Meskipun Taiwan dikelilingi oleh risiko, Taiwan sama sekali bukan pembuat risiko. Kami adalah manajer risiko yang bertanggung jawab dan Taiwan akan berdiri bersama dengan negara-negara demokrasi dan komunitas di seluruh dunia untuk bersama-sama meredakan risiko,&amp;rdquo; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
