<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Warga Geger hingga Panic Buying Air Mineral di Malaysia, Ada Apa?</title><description>Masyarakat di Malaysia terpaksa berebut membeli air minum di toko. Mereka panic buying imbas masalah air di negaranya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/21/18/2817476/warga-geger-hingga-panic-buying-air-mineral-di-malaysia-ada-apa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/05/21/18/2817476/warga-geger-hingga-panic-buying-air-mineral-di-malaysia-ada-apa"/><item><title>Warga Geger hingga Panic Buying Air Mineral di Malaysia, Ada Apa?</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/21/18/2817476/warga-geger-hingga-panic-buying-air-mineral-di-malaysia-ada-apa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/05/21/18/2817476/warga-geger-hingga-panic-buying-air-mineral-di-malaysia-ada-apa</guid><pubDate>Minggu 21 Mei 2023 17:37 WIB</pubDate><dc:creator> Muhammad Fadli Rizal</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/21/18/2817476/warga-geger-hingga-panic-buying-air-mineral-di-malaysia-ada-apa-DyEsFSpAFt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/21/18/2817476/warga-geger-hingga-panic-buying-air-mineral-di-malaysia-ada-apa-DyEsFSpAFt.jpg</image><title>Ilustrasi (Freepik)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8xMS80LzE2NjA1My81L3g4a3U5aGE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
MALAYSIA - Masyarakat di Malaysia terpaksa berebut membeli air minum di toko. Mereka panic buying imbas masalah air di negaranya.  Aksi panic buying itu beredar di media sosial.


Dikutip dari The Star, Minggu (21/5/2023) Selangor melaporkan mengalami gangguan air akibat perbaikan darurat. Penanggung jawab Air Selangor menyampaikan hal tersebut melalui Facebook.
Perbaikan darurat itu menyebabkan 99 area di Klang, Shah Alam, dan Kuala Selangor mengalami pemadaman air.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Panic Buying, Warga China Borong dan Timbun Obat-obatan hingga Alat Uji Usai Kebijakan Covid Dilonggarkan

Gangguan air tersebut akhirnya pulih kurang dari 24 jam. Namun, banyak penjual makanan yang memutuskan untuk tidak berjualan sementara waktu lantaran tidak tidak dapat menyiapkan bahan makanan tanpa air.


Tak hanya itu, sejumlah bendungan air di Malaysia juga dilaporkan mengalami gangguan. Di bendungan Ayer Itam hanya terisi 39,8%, bendungan Teluk Bahang 46,2% dan Bendungan Mengkuang hanya terisi 88,2% dari yang biasanya terisi lebih dari 90%.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Mencekam! Warga Malaysia Panic Buying, Berebut Air Minum di Supermarket

Menanggapi hal tersebut, Presiden Penang Water Watch Dr Chan Ngai Weng menilai kondisi kekeringan di Malaysia sebagai alarm. Apalagi, kata Chan, kebutuhan air di Malaysia meningkat.


&quot;Penggunaan air harian per kapita Penang melonjak hingga di atas 300 liter tahun lalu, tertinggi di negara ini. Tarif harus dinaikkan untuk mengendalikan pemborosan air,&quot; kata Chan.
Chan menilai seharusnya ada peringatan otomatis ketika gerbang bendungan terbuka. Namun, bendungan air di Sungai Muda terbuka sendiri karena ada sensor yang salah.


&quot;Seharusnya juga ada peringatan merah umum yang dikirim ke setiap tingkat otoritas di Penang dan Kedah begitu permukaan air Sungai Muda turun di bawah level tertentu,&quot; katanya.
</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8xMS80LzE2NjA1My81L3g4a3U5aGE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
MALAYSIA - Masyarakat di Malaysia terpaksa berebut membeli air minum di toko. Mereka panic buying imbas masalah air di negaranya.  Aksi panic buying itu beredar di media sosial.


Dikutip dari The Star, Minggu (21/5/2023) Selangor melaporkan mengalami gangguan air akibat perbaikan darurat. Penanggung jawab Air Selangor menyampaikan hal tersebut melalui Facebook.
Perbaikan darurat itu menyebabkan 99 area di Klang, Shah Alam, dan Kuala Selangor mengalami pemadaman air.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Panic Buying, Warga China Borong dan Timbun Obat-obatan hingga Alat Uji Usai Kebijakan Covid Dilonggarkan

Gangguan air tersebut akhirnya pulih kurang dari 24 jam. Namun, banyak penjual makanan yang memutuskan untuk tidak berjualan sementara waktu lantaran tidak tidak dapat menyiapkan bahan makanan tanpa air.


Tak hanya itu, sejumlah bendungan air di Malaysia juga dilaporkan mengalami gangguan. Di bendungan Ayer Itam hanya terisi 39,8%, bendungan Teluk Bahang 46,2% dan Bendungan Mengkuang hanya terisi 88,2% dari yang biasanya terisi lebih dari 90%.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Mencekam! Warga Malaysia Panic Buying, Berebut Air Minum di Supermarket

Menanggapi hal tersebut, Presiden Penang Water Watch Dr Chan Ngai Weng menilai kondisi kekeringan di Malaysia sebagai alarm. Apalagi, kata Chan, kebutuhan air di Malaysia meningkat.


&quot;Penggunaan air harian per kapita Penang melonjak hingga di atas 300 liter tahun lalu, tertinggi di negara ini. Tarif harus dinaikkan untuk mengendalikan pemborosan air,&quot; kata Chan.
Chan menilai seharusnya ada peringatan otomatis ketika gerbang bendungan terbuka. Namun, bendungan air di Sungai Muda terbuka sendiri karena ada sensor yang salah.


&quot;Seharusnya juga ada peringatan merah umum yang dikirim ke setiap tingkat otoritas di Penang dan Kedah begitu permukaan air Sungai Muda turun di bawah level tertentu,&quot; katanya.
</content:encoded></item></channel></rss>
