<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Memihak Barat, China Tuduh Jepang Kampanye Kotor Mencoreng hingga Campuri Urusan Dalam Negeri</title><description>G7 menuduh China melakukan &quot;paksaan ekonomi&quot;.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/22/18/2818030/memihak-barat-china-tuduh-jepang-kampanye-kotor-mencoreng-hingga-campuri-urusan-dalam-negeri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/05/22/18/2818030/memihak-barat-china-tuduh-jepang-kampanye-kotor-mencoreng-hingga-campuri-urusan-dalam-negeri"/><item><title>Memihak Barat, China Tuduh Jepang Kampanye Kotor Mencoreng hingga Campuri Urusan Dalam Negeri</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/22/18/2818030/memihak-barat-china-tuduh-jepang-kampanye-kotor-mencoreng-hingga-campuri-urusan-dalam-negeri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/05/22/18/2818030/memihak-barat-china-tuduh-jepang-kampanye-kotor-mencoreng-hingga-campuri-urusan-dalam-negeri</guid><pubDate>Senin 22 Mei 2023 17:06 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/22/18/2818030/memihak-barat-china-tuduh-jepang-kampanye-kotor-mencoreng-hingga-campuri-urusan-dalam-negeri-vJD01epbyF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">China tuduh Jepang lakukan kampanye kotor (Foto: Ilustrasi bendera China dan Jepang/Global Village Space)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/22/18/2818030/memihak-barat-china-tuduh-jepang-kampanye-kotor-mencoreng-hingga-campuri-urusan-dalam-negeri-vJD01epbyF.jpg</image><title>China tuduh Jepang lakukan kampanye kotor (Foto: Ilustrasi bendera China dan Jepang/Global Village Space)</title></images><description>CHINA - Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) China Sun Weidong memanggil Duta Besar Jepang Hideo Tarumi pada Minggu (21/5/2023) sebagai tanggapan atas beragam tuduhan yang dibuat terhadap Beijing pada KTT G7 di Hiroshima.
Dikutip CGTN, Sun mengatakan Jepang, yang saat ini memegang jabatan presiden bergilir Kelompok Tujuh, telah memihak negara-negara Barat dalam &quot;mencoreng dan menyerang&quot; China, serta mencampuri urusan dalam negerinya.
&amp;ldquo;Pihak China sangat tidak puas, dan dengan tegas menentangnya,&amp;rdquo; kata diplomat itu, mendesak anggota G7 untuk berhenti menciptakan dan memicu konfrontasi blok.


BACA JUGA:
Negara G7 Minta Konflik Taiwan Diselesaikan dengan Damai, Begini Reaksi China

Dalam komunike bersama yang diterbitkan pada Sabtu (20/5/2023), G7 menuduh China melakukan &quot;paksaan ekonomi&quot;, pelanggaran hak asasi manusia, dan memicu ketegangan di Selat Taiwan.


BACA JUGA:
G7 Berjanji untuk Ciptakan Dunia Bebas Senjata Nuklir

Kedutaan Besar Jepang di China merilis sebuah pernyataan pada hari Minggu, mengatakan bahwa Tarumi mengatakan kepada Sun bahwa kekhawatiran yang diangkat oleh G7 &amp;ldquo;dibenarkan&amp;rdquo; dan akan disuarakan lagi &amp;ldquo;jika China tidak mengubah perilakunya.&amp;rdquo;
Beijing sebelumnya menuduh Kelompok Tujuh berusaha memaksakan model &amp;ldquo;Amerika-pertama&amp;rdquo; di dunia, dan memperingatkan bahwa itu akan gagal.



G7 terdiri dari AS, Kanada, Inggris, Prancis, Jerman, Italia, dan Jepang.

</description><content:encoded>CHINA - Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) China Sun Weidong memanggil Duta Besar Jepang Hideo Tarumi pada Minggu (21/5/2023) sebagai tanggapan atas beragam tuduhan yang dibuat terhadap Beijing pada KTT G7 di Hiroshima.
Dikutip CGTN, Sun mengatakan Jepang, yang saat ini memegang jabatan presiden bergilir Kelompok Tujuh, telah memihak negara-negara Barat dalam &quot;mencoreng dan menyerang&quot; China, serta mencampuri urusan dalam negerinya.
&amp;ldquo;Pihak China sangat tidak puas, dan dengan tegas menentangnya,&amp;rdquo; kata diplomat itu, mendesak anggota G7 untuk berhenti menciptakan dan memicu konfrontasi blok.


BACA JUGA:
Negara G7 Minta Konflik Taiwan Diselesaikan dengan Damai, Begini Reaksi China

Dalam komunike bersama yang diterbitkan pada Sabtu (20/5/2023), G7 menuduh China melakukan &quot;paksaan ekonomi&quot;, pelanggaran hak asasi manusia, dan memicu ketegangan di Selat Taiwan.


BACA JUGA:
G7 Berjanji untuk Ciptakan Dunia Bebas Senjata Nuklir

Kedutaan Besar Jepang di China merilis sebuah pernyataan pada hari Minggu, mengatakan bahwa Tarumi mengatakan kepada Sun bahwa kekhawatiran yang diangkat oleh G7 &amp;ldquo;dibenarkan&amp;rdquo; dan akan disuarakan lagi &amp;ldquo;jika China tidak mengubah perilakunya.&amp;rdquo;
Beijing sebelumnya menuduh Kelompok Tujuh berusaha memaksakan model &amp;ldquo;Amerika-pertama&amp;rdquo; di dunia, dan memperingatkan bahwa itu akan gagal.



G7 terdiri dari AS, Kanada, Inggris, Prancis, Jerman, Italia, dan Jepang.

</content:encoded></item></channel></rss>
