<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ikuti Sekda Riau, Kadinkes Lampung Pilih Diam Usai Diperiksa KPK</title><description>Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Lampung, Reihana Wijayanto memilih diam usai diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/22/337/2817862/ikuti-sekda-riau-kadinkes-lampung-pilih-diam-usai-diperiksa-kpk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/05/22/337/2817862/ikuti-sekda-riau-kadinkes-lampung-pilih-diam-usai-diperiksa-kpk"/><item><title>Ikuti Sekda Riau, Kadinkes Lampung Pilih Diam Usai Diperiksa KPK</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/22/337/2817862/ikuti-sekda-riau-kadinkes-lampung-pilih-diam-usai-diperiksa-kpk</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/05/22/337/2817862/ikuti-sekda-riau-kadinkes-lampung-pilih-diam-usai-diperiksa-kpk</guid><pubDate>Senin 22 Mei 2023 13:20 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/22/337/2817862/ikuti-sekda-riau-kadinkes-lampung-pilih-diam-usai-diperiksa-kpk-Zyv7VOyPDl.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Kadinkes Lampung Reihana Wijayanto tiba di KPK/Foto: Riyan Rizki</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/22/337/2817862/ikuti-sekda-riau-kadinkes-lampung-pilih-diam-usai-diperiksa-kpk-Zyv7VOyPDl.jpeg</image><title>Kadinkes Lampung Reihana Wijayanto tiba di KPK/Foto: Riyan Rizki</title></images><description>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8yMi8xLzE2NjM4My81L3g4bDRobno=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

-&amp;nbsp;JAKARTA&amp;nbsp;Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Lampung, Reihana Wijayanto memilih diam usai diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).



Pantauan MNC Portal Indonesia di Kantor KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (22/5/2023), Kadinkes Lampung Reihana Wijayanto selesai diperiksa lembaga antirasuah sekira pukul 12.27 WIB.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

DPD Perindo Kabupaten Jayapura Daftarkan 30 Bacaleg ke KPUD


Saat keluar, Reihana terlihat hanya menyatukan dua tangannya seraya meminta para awak media yang sudah menunggu untuk diberikan jalan menuju kendaraan yang ia tumpangi.



&amp;ldquo;Terima kasih, biarkan saya lewat ya. Nanti diatur,&amp;rdquo; kata Reihana kepada awak media.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Anak Pj Gubernur Papua Pegunungan Meninggal Dunia, Polisi Tetapkan Seorang Mahasiswa Jadi Tersangka



Reihana diperiksa oleh penyidik KPK kurang lebih tiga jam yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB di Gedung KPK. Reihana mengikuti langkah Sekda Riau SF Hariyanto yang lebih dulu memilih diam saat ditanyakan oleh awak media terkait pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak KPK.



Sekadar informasi, Tim Kedeputian Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali kembali memanggil Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Lampung, Reihana Wijayanto, hari ini.



&amp;ldquo;Direktorat PP LHKPN hari ini, Senin (22/5) mengagendakan permintaan klarifikasi atas nama dua orang pejabat daerah, yaitu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung dan Sekretaris Daerah Provinsi Riau,&quot; kata Juru Bicara bidang Pencegahan KPK, Ipi Maryati melalui pesan singkatnya, Senin, (22/5/2023).







Sekadar informasi, KPK kembali memanggil Reihana untuk kembali diklarifikasi soal Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) miliknya. Sebab, masih ada kejanggalan dalam laporan harta kekayaannya.



</description><content:encoded>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8yMi8xLzE2NjM4My81L3g4bDRobno=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

-&amp;nbsp;JAKARTA&amp;nbsp;Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Lampung, Reihana Wijayanto memilih diam usai diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).



Pantauan MNC Portal Indonesia di Kantor KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (22/5/2023), Kadinkes Lampung Reihana Wijayanto selesai diperiksa lembaga antirasuah sekira pukul 12.27 WIB.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

DPD Perindo Kabupaten Jayapura Daftarkan 30 Bacaleg ke KPUD


Saat keluar, Reihana terlihat hanya menyatukan dua tangannya seraya meminta para awak media yang sudah menunggu untuk diberikan jalan menuju kendaraan yang ia tumpangi.



&amp;ldquo;Terima kasih, biarkan saya lewat ya. Nanti diatur,&amp;rdquo; kata Reihana kepada awak media.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Anak Pj Gubernur Papua Pegunungan Meninggal Dunia, Polisi Tetapkan Seorang Mahasiswa Jadi Tersangka



Reihana diperiksa oleh penyidik KPK kurang lebih tiga jam yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB di Gedung KPK. Reihana mengikuti langkah Sekda Riau SF Hariyanto yang lebih dulu memilih diam saat ditanyakan oleh awak media terkait pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak KPK.



Sekadar informasi, Tim Kedeputian Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali kembali memanggil Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Lampung, Reihana Wijayanto, hari ini.



&amp;ldquo;Direktorat PP LHKPN hari ini, Senin (22/5) mengagendakan permintaan klarifikasi atas nama dua orang pejabat daerah, yaitu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung dan Sekretaris Daerah Provinsi Riau,&quot; kata Juru Bicara bidang Pencegahan KPK, Ipi Maryati melalui pesan singkatnya, Senin, (22/5/2023).







Sekadar informasi, KPK kembali memanggil Reihana untuk kembali diklarifikasi soal Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) miliknya. Sebab, masih ada kejanggalan dalam laporan harta kekayaannya.



</content:encoded></item></channel></rss>
