<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Telur Telur Melonjak, Satgas Pangan Polri: Bahan Baku Pakan Ternak Langka</title><description>Sehingga menyebabkan tidak seluruh peternak ayam petelur dapat membeli pakan ternak itu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/22/337/2817901/harga-telur-telur-melonjak-satgas-pangan-polri-bahan-baku-pakan-ternak-langka</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/05/22/337/2817901/harga-telur-telur-melonjak-satgas-pangan-polri-bahan-baku-pakan-ternak-langka"/><item><title>Harga Telur Telur Melonjak, Satgas Pangan Polri: Bahan Baku Pakan Ternak Langka</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/22/337/2817901/harga-telur-telur-melonjak-satgas-pangan-polri-bahan-baku-pakan-ternak-langka</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/05/22/337/2817901/harga-telur-telur-melonjak-satgas-pangan-polri-bahan-baku-pakan-ternak-langka</guid><pubDate>Senin 22 Mei 2023 14:08 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/22/337/2817901/harga-telur-telur-melonjak-satgas-pangan-polri-bahan-baku-pakan-ternak-langka-7dBKwbItAI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/22/337/2817901/harga-telur-telur-melonjak-satgas-pangan-polri-bahan-baku-pakan-ternak-langka-7dBKwbItAI.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Okezone)</title></images><description>


JAKARTA - Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri mengungkap penyebab melonjaknya harga jual telur di pasaran sehingga menyengsarakan rakyat Indonesia.
Kasatgas Pangan Polri Brigjen Whisnu Hermawan menyebut bahwa berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, penyebab melonjaknya harga bahan pokok itu disebabkan oleh langka dan naiknya bahan baku pakan ternak.
&quot;Adanya kelangkaan bahan baku pakan ternak tersebut menyebabkan harga pakan ayam yang tinggi hingga mencapai Rp8.500 sampai dengan Rp8.700/kg,&quot; kata Whisnu saat dikonfirmasi MPI, Jakarta, Senin (22/5/2023).
Whisnu menjelaskan, tingginya harga pakan merupakan refleksi dari harga bahan baku. Sehingga menyebabkan tidak seluruh peternak ayam petelur dapat membeli pakan ternak itu.

BACA JUGA:
Waspada! Pinjol Ilegal Masih Ada di Google Play Store dan Incar Masyarakat

&quot;Sebagian peternak ayam petelur memilih untuk tutup dan peternak ayam petelur yang sanggup membeli pakan akan menaikan biaya produksinya,&quot; ujar Whisnu.
Sementara itu, faktor lainnya yang menyebabkan harga telur meroket di pasar adalah tingginya biaya distribusi dari tempat produsen ke distributor.

BACA JUGA:
Kumpulkan Mantan Menkominfo, Mahfud MD Cari Solusi agar Proyek BTS Dilanjutkan
&quot;Sedangkan faktor lain yaitu mahalnya biaya transportasi ata angkutan, karena beberapa daerah belum bisa mencukupi kebutuhan telur ayam ras didaerahnya. Sehingga masih supply membutuhkan dari daerah lain,&quot; ucap Whisnu.
Di sisi lain, kata Whisnu, harga telur mengalami kenaikan juga lantaran tingginya permintaan dari masyarakat. &quot;Tingginya permintaan kebutuhan masyarakat,&quot; tambah Whisnu.
Diketahui, dalam beberapa hari ini, masyarakat mengeluhkan tingginya kenaikan harga telur per-kilogramnya mencapai di angka Rp40 ribu. Padahal, telur merupakan salah satu bahan pokok konsumsi rakyat.</description><content:encoded>


JAKARTA - Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri mengungkap penyebab melonjaknya harga jual telur di pasaran sehingga menyengsarakan rakyat Indonesia.
Kasatgas Pangan Polri Brigjen Whisnu Hermawan menyebut bahwa berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, penyebab melonjaknya harga bahan pokok itu disebabkan oleh langka dan naiknya bahan baku pakan ternak.
&quot;Adanya kelangkaan bahan baku pakan ternak tersebut menyebabkan harga pakan ayam yang tinggi hingga mencapai Rp8.500 sampai dengan Rp8.700/kg,&quot; kata Whisnu saat dikonfirmasi MPI, Jakarta, Senin (22/5/2023).
Whisnu menjelaskan, tingginya harga pakan merupakan refleksi dari harga bahan baku. Sehingga menyebabkan tidak seluruh peternak ayam petelur dapat membeli pakan ternak itu.

BACA JUGA:
Waspada! Pinjol Ilegal Masih Ada di Google Play Store dan Incar Masyarakat

&quot;Sebagian peternak ayam petelur memilih untuk tutup dan peternak ayam petelur yang sanggup membeli pakan akan menaikan biaya produksinya,&quot; ujar Whisnu.
Sementara itu, faktor lainnya yang menyebabkan harga telur meroket di pasar adalah tingginya biaya distribusi dari tempat produsen ke distributor.

BACA JUGA:
Kumpulkan Mantan Menkominfo, Mahfud MD Cari Solusi agar Proyek BTS Dilanjutkan
&quot;Sedangkan faktor lain yaitu mahalnya biaya transportasi ata angkutan, karena beberapa daerah belum bisa mencukupi kebutuhan telur ayam ras didaerahnya. Sehingga masih supply membutuhkan dari daerah lain,&quot; ucap Whisnu.
Di sisi lain, kata Whisnu, harga telur mengalami kenaikan juga lantaran tingginya permintaan dari masyarakat. &quot;Tingginya permintaan kebutuhan masyarakat,&quot; tambah Whisnu.
Diketahui, dalam beberapa hari ini, masyarakat mengeluhkan tingginya kenaikan harga telur per-kilogramnya mencapai di angka Rp40 ribu. Padahal, telur merupakan salah satu bahan pokok konsumsi rakyat.</content:encoded></item></channel></rss>
