<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Momen Bung Hatta Tolak Ide Soekarno yang Ingin Serahkan Kepemimpinan Revolusi pada Tan Malaka</title><description>Tan Malaka merupakan salah satu tokoh pergerakan Indonesia yang dihormati sekaligus dikagumi Soekarno&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/22/337/2817929/momen-bung-hatta-tolak-ide-soekarno-yang-ingin-serahkan-kepemimpinan-revolusi-pada-tan-malaka</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/05/22/337/2817929/momen-bung-hatta-tolak-ide-soekarno-yang-ingin-serahkan-kepemimpinan-revolusi-pada-tan-malaka"/><item><title>Momen Bung Hatta Tolak Ide Soekarno yang Ingin Serahkan Kepemimpinan Revolusi pada Tan Malaka</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/22/337/2817929/momen-bung-hatta-tolak-ide-soekarno-yang-ingin-serahkan-kepemimpinan-revolusi-pada-tan-malaka</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/05/22/337/2817929/momen-bung-hatta-tolak-ide-soekarno-yang-ingin-serahkan-kepemimpinan-revolusi-pada-tan-malaka</guid><pubDate>Selasa 23 Mei 2023 07:09 WIB</pubDate><dc:creator>Nanda Aria</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/22/337/2817929/momen-bung-hatta-tolak-ide-soekarno-yang-ingin-serahkan-kepemimpinan-revolusi-pada-tan-malaka-mAmOkmFP6X.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tank Malaka/Foto: Sindo</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/22/337/2817929/momen-bung-hatta-tolak-ide-soekarno-yang-ingin-serahkan-kepemimpinan-revolusi-pada-tan-malaka-mAmOkmFP6X.jpg</image><title>Tank Malaka/Foto: Sindo</title></images><description>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8yMi80LzE2NjM5Mi81L3g4bDRrY3Q=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;

JAKARTA - Tan Malaka merupakan salah satu tokoh pergerakan Indonesia yang dihormati sekaligus dikagumi Soekarno. Sepak terjangnya dalam upaya meraih kemerdekaan Indonesia 100%, dianggap cocok untuk melajutkan kepemimpinan revolusi.

Hal ini diungkapkan Soekarno pada momen pertemuannya dengan Tan Malaka pada 19 September 1945. Di penghujung pertemuan mereka, Soekarno memberi penghormatan, yaitu jika ia tidak berdaya lagi, maka kepemimpinan revolusi akan diserahkan kepada Tan Malaka. Demikian dikutip dari laman Setneg.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Soal Aliran Dana Korupsi BTS, Mahfud: Nanti Pengadilan Saja

Kemudian, Pernyataan Soekarno tersebut dituangkan ke dalam surat wasiat Presiden Soekarno untuk Tan Malaka yang disebut Testamen Politik untuk Tan Malaka yang berisi penyerahan kekuasaan pemerintahan Soekarno dan Mohammad Hatta kepada Tan Malaka.

Tetapi, ketika surat wasiat tersebut masuk ke Bung Hatta untuk ditandatanganinya, Hatta menolak usulan tersebut dan meminta kepada Soekarno untuk diganti karena tidak sesuai dengan kesepakatan mereka berdua.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Terlibat Pembunuhan Anggota TNI-Polri, Ini Daftar Kejahatan Terduga Pimpinan KKB Papua

Kemudian pada 1 Oktober 1945, surat wasiat yang sudah diperbarui diketik dan ditandatangani oleh Soekarno-Hatta yang berisi penyerahan kekuasaan pemerintahan akan diteruskan oleh saudara-saudara: Tan Malaka, Iwa Kusuma Sumantri, Sjahrir, dan Wongsonegoro.

Menyoal pertemuan Soekarno-Tan Malaka, pada masa penjajahan Jepang, gerak-gerik Soekarno selalu dipantau oleh militer Jepang, Soekarno mengusulkan untuk diadakan pertemuan dengan Tan Malaka.

Pada masa yang sulit saat itu, Soekarno mengarahkan untuk pertemuannya dengan Tan Malaka dirahasiakan dan dilakukan di tempat yang aman dari intaian militer Jepang. Salah satunya di rumah DR. R. Soeharto.



Pada tanggal 9 September 145 di hari pertama Hari Raya Idul Fitri, pertemuan antara Soekarno dan Tan Malaka digelar secara rahasia di kediaman DR. R. Soeharto di Jl. Kramat Raya No. 128.



Pertemuan Soekarno dan Tan Malaka di rumah DR. R. Soeharto dilakukan dalam kondisi gelap. Lampu penerangan di kamar pertemuan sengaja dipadamkan untuk menghindari mata-mata Jepang.

</description><content:encoded>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8yMi80LzE2NjM5Mi81L3g4bDRrY3Q=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;

JAKARTA - Tan Malaka merupakan salah satu tokoh pergerakan Indonesia yang dihormati sekaligus dikagumi Soekarno. Sepak terjangnya dalam upaya meraih kemerdekaan Indonesia 100%, dianggap cocok untuk melajutkan kepemimpinan revolusi.

Hal ini diungkapkan Soekarno pada momen pertemuannya dengan Tan Malaka pada 19 September 1945. Di penghujung pertemuan mereka, Soekarno memberi penghormatan, yaitu jika ia tidak berdaya lagi, maka kepemimpinan revolusi akan diserahkan kepada Tan Malaka. Demikian dikutip dari laman Setneg.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Soal Aliran Dana Korupsi BTS, Mahfud: Nanti Pengadilan Saja

Kemudian, Pernyataan Soekarno tersebut dituangkan ke dalam surat wasiat Presiden Soekarno untuk Tan Malaka yang disebut Testamen Politik untuk Tan Malaka yang berisi penyerahan kekuasaan pemerintahan Soekarno dan Mohammad Hatta kepada Tan Malaka.

Tetapi, ketika surat wasiat tersebut masuk ke Bung Hatta untuk ditandatanganinya, Hatta menolak usulan tersebut dan meminta kepada Soekarno untuk diganti karena tidak sesuai dengan kesepakatan mereka berdua.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Terlibat Pembunuhan Anggota TNI-Polri, Ini Daftar Kejahatan Terduga Pimpinan KKB Papua

Kemudian pada 1 Oktober 1945, surat wasiat yang sudah diperbarui diketik dan ditandatangani oleh Soekarno-Hatta yang berisi penyerahan kekuasaan pemerintahan akan diteruskan oleh saudara-saudara: Tan Malaka, Iwa Kusuma Sumantri, Sjahrir, dan Wongsonegoro.

Menyoal pertemuan Soekarno-Tan Malaka, pada masa penjajahan Jepang, gerak-gerik Soekarno selalu dipantau oleh militer Jepang, Soekarno mengusulkan untuk diadakan pertemuan dengan Tan Malaka.

Pada masa yang sulit saat itu, Soekarno mengarahkan untuk pertemuannya dengan Tan Malaka dirahasiakan dan dilakukan di tempat yang aman dari intaian militer Jepang. Salah satunya di rumah DR. R. Soeharto.



Pada tanggal 9 September 145 di hari pertama Hari Raya Idul Fitri, pertemuan antara Soekarno dan Tan Malaka digelar secara rahasia di kediaman DR. R. Soeharto di Jl. Kramat Raya No. 128.



Pertemuan Soekarno dan Tan Malaka di rumah DR. R. Soeharto dilakukan dalam kondisi gelap. Lampu penerangan di kamar pertemuan sengaja dipadamkan untuk menghindari mata-mata Jepang.

</content:encoded></item></channel></rss>
