<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kejagung Periksa Satu Saksi Kasus Korupsi Pengelolaan Komoditas Emas</title><description>Pegawai perusahaan emas diperiksa sebagai saksi dalam kasus tersebut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/22/337/2818110/kejagung-periksa-satu-saksi-kasus-korupsi-pengelolaan-komoditas-emas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/05/22/337/2818110/kejagung-periksa-satu-saksi-kasus-korupsi-pengelolaan-komoditas-emas"/><item><title>Kejagung Periksa Satu Saksi Kasus Korupsi Pengelolaan Komoditas Emas</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/22/337/2818110/kejagung-periksa-satu-saksi-kasus-korupsi-pengelolaan-komoditas-emas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/05/22/337/2818110/kejagung-periksa-satu-saksi-kasus-korupsi-pengelolaan-komoditas-emas</guid><pubDate>Senin 22 Mei 2023 19:08 WIB</pubDate><dc:creator>Erfan Maruf</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/22/337/2818110/kejagung-periksa-satu-saksi-kasus-korupsi-pengelolaan-komoditas-emas-qhtKSzxJri.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kejagung RI. (Foto: Dok Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/22/337/2818110/kejagung-periksa-satu-saksi-kasus-korupsi-pengelolaan-komoditas-emas-qhtKSzxJri.jpg</image><title>Kejagung RI. (Foto: Dok Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Penyidik Jampidsus Kejaksaan Agung terus mendalami dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan kegiatan usaha komoditas emas pada tahun 2010-2022. Pegawai perusahaan emas diperiksa sebagai saksi dalam kasus tersebut.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Ketut Sumedana, dalam keterangan tertulis mengatakan seorang saksi yang diperiksa. Satu orang saksi yang diperiksa yaitu HMT selaku Karyawan PT Suka Jadi Logam.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Usut Kasus BTS Kominfo, Kejagung Periksa Johnny G Plate Bersama Lima Tersangka Lainnya

&quot;Saksi yang diperiksa yaitu HMT selaku karyawan PT Suka Jadi Logam, terkait penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi pada pengelolaan kegiatan usaha komoditi emas tahun 2010-2022,&quot; kata Ketut dalam keterangan tertulis, Senin (22/5/2023).

Penyidik Jampidsus telah menaikkan status penyelidikan ke penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan kegiatan usaha komoditas emas periode 2010-2022 berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor: Print-14/F.2/05/2023 tanggal 10 Mei 2023.

Tim penyidik mengawali kegiatan penanganan perkara dengan melakukan penggeledahan di beberapa tempat, termasuk  di Kantor Bea dan Cukai.

Dari hasil penggeledahan, penyidik Kejagung menemukan dan menyita beberapa dokumen serta barang bukti elektronik.</description><content:encoded>JAKARTA - Penyidik Jampidsus Kejaksaan Agung terus mendalami dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan kegiatan usaha komoditas emas pada tahun 2010-2022. Pegawai perusahaan emas diperiksa sebagai saksi dalam kasus tersebut.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Ketut Sumedana, dalam keterangan tertulis mengatakan seorang saksi yang diperiksa. Satu orang saksi yang diperiksa yaitu HMT selaku Karyawan PT Suka Jadi Logam.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Usut Kasus BTS Kominfo, Kejagung Periksa Johnny G Plate Bersama Lima Tersangka Lainnya

&quot;Saksi yang diperiksa yaitu HMT selaku karyawan PT Suka Jadi Logam, terkait penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi pada pengelolaan kegiatan usaha komoditi emas tahun 2010-2022,&quot; kata Ketut dalam keterangan tertulis, Senin (22/5/2023).

Penyidik Jampidsus telah menaikkan status penyelidikan ke penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan kegiatan usaha komoditas emas periode 2010-2022 berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor: Print-14/F.2/05/2023 tanggal 10 Mei 2023.

Tim penyidik mengawali kegiatan penanganan perkara dengan melakukan penggeledahan di beberapa tempat, termasuk  di Kantor Bea dan Cukai.

Dari hasil penggeledahan, penyidik Kejagung menemukan dan menyita beberapa dokumen serta barang bukti elektronik.</content:encoded></item></channel></rss>
