<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Partai Perindo: Gaya Hedonis Picu Pejabat Hidup Mewah dan Nekat Korupsi</title><description>Yusuf Lakaseng menilai pejabat yang kerap kali memamerkan gaya hidup mewah merupakan kesalahan mindset atau pola pikir dalam birokrasi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/22/337/2818189/partai-perindo-gaya-hedonis-picu-pejabat-hidup-mewah-dan-nekat-korupsi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/05/22/337/2818189/partai-perindo-gaya-hedonis-picu-pejabat-hidup-mewah-dan-nekat-korupsi"/><item><title>Partai Perindo: Gaya Hedonis Picu Pejabat Hidup Mewah dan Nekat Korupsi</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/22/337/2818189/partai-perindo-gaya-hedonis-picu-pejabat-hidup-mewah-dan-nekat-korupsi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/05/22/337/2818189/partai-perindo-gaya-hedonis-picu-pejabat-hidup-mewah-dan-nekat-korupsi</guid><pubDate>Senin 22 Mei 2023 22:23 WIB</pubDate><dc:creator>Angkasa Yudhistira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/22/337/2818189/partai-perindo-gaya-hedonis-picu-pejabat-hidup-mewah-dan-nekat-korupsi-qbvvj3Yi2r.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Yusuf Lakaseng (Foto : MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/22/337/2818189/partai-perindo-gaya-hedonis-picu-pejabat-hidup-mewah-dan-nekat-korupsi-qbvvj3Yi2r.jpg</image><title>Yusuf Lakaseng (Foto : MPI)</title></images><description>JAKARTA - Ketua Bidang Organisasi dan Kaderisasi DPP Partai Perindo, Yusuf Lakaseng menilai pejabat yang kerap kali memamerkan gaya hidup mewah merupakan kesalahan mindset atau pola pikir dalam birokrasi. Bahkan, bisa berujung pada tindak pidana korupsi.

Menurutnya, pejabat yang sudah menduduki jabatan tertentu merasa bukan lagi pelayan masyarakat, namun elit dari masyarakat.


BACA JUGA:
Pegiat Lingkungan Jadi Bacaleg Perindo, Ungkap Alasannya Bergabung


&quot;Birokrasi kita apalagi levelnya sudah Kepala Dinas, sudah menganggap dirinya adalah bos, kelas atas dalam masyarakat. Makanya tuntutan gaya hidup mereka dan keluarganya sangat hedonis dan konsumtif, pakaian mereka branded, mobil mereka mewah. Untuk memenuhi itu semua akhirnya mau tidak mau mereka harus korup,&quot; kata Lakaseng, Senin (22/5/2023).

Yusuf Lakaseng, yang merupakan bacaleg DPR RI dari Partai Perindo Dapil Sulawesi Tengah itu menyebutkan, harus ada perubahan mindset dan kultur dalam birokrasi Tanah Air.


BACA JUGA:
Punya Banyak Manfaat, Bacaleg Perindo Andi Asmara Ajak Membangun Kembali Koperasi&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Menurutnya, ketika memutuskan untuk menjadi pejabat harus paham betul akan menjadi pelayan kepentingan masyarakat. Untuk itu, dalam kerjanya harus mengutamakan kepentingan masyarakat daripada kepentingan pribadi.

&quot;Mereka harus menyadari kalau mereka itu pelayan masyarakat, mental mereka haruslah mental birokrasi yang modern, profesional dan tidak feodal, inilah yang di sebut sebut sebagai revolusi mental itu,&quot; ujar Lakaseng, politisi Perindo, partai yang ditetapkan KPU bernomor urut 16 pada kertas suara Pemilu 2024 itu.Selain itu, Juru Bicara Nasional Partai Perindo, yang dikenal peduli rakyat kecil, gigih memperjuangkan penciptaan lapangan kerja, dan Indonesia sejahtera itu, menilai, perubahan juga di ranah struktural.

Guna menghindari praktik korup dari penyelenggara negara, maka perlu memberikan penghasilan atau gaji yang sesuai guna mencukupi kebutuhan hidup dengan layak.

&quot;Setelah itu baru mereka dituntut untuk memberikan kinerja dan pelayanan yang prima ke masyarakat dan tidak korup, sehingga kedepannya seharusnya adalah yang masuk jadi ASN itu adalah lulusan-lulusan terbaik di universitas,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Bidang Organisasi dan Kaderisasi DPP Partai Perindo, Yusuf Lakaseng menilai pejabat yang kerap kali memamerkan gaya hidup mewah merupakan kesalahan mindset atau pola pikir dalam birokrasi. Bahkan, bisa berujung pada tindak pidana korupsi.

Menurutnya, pejabat yang sudah menduduki jabatan tertentu merasa bukan lagi pelayan masyarakat, namun elit dari masyarakat.


BACA JUGA:
Pegiat Lingkungan Jadi Bacaleg Perindo, Ungkap Alasannya Bergabung


&quot;Birokrasi kita apalagi levelnya sudah Kepala Dinas, sudah menganggap dirinya adalah bos, kelas atas dalam masyarakat. Makanya tuntutan gaya hidup mereka dan keluarganya sangat hedonis dan konsumtif, pakaian mereka branded, mobil mereka mewah. Untuk memenuhi itu semua akhirnya mau tidak mau mereka harus korup,&quot; kata Lakaseng, Senin (22/5/2023).

Yusuf Lakaseng, yang merupakan bacaleg DPR RI dari Partai Perindo Dapil Sulawesi Tengah itu menyebutkan, harus ada perubahan mindset dan kultur dalam birokrasi Tanah Air.


BACA JUGA:
Punya Banyak Manfaat, Bacaleg Perindo Andi Asmara Ajak Membangun Kembali Koperasi&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Menurutnya, ketika memutuskan untuk menjadi pejabat harus paham betul akan menjadi pelayan kepentingan masyarakat. Untuk itu, dalam kerjanya harus mengutamakan kepentingan masyarakat daripada kepentingan pribadi.

&quot;Mereka harus menyadari kalau mereka itu pelayan masyarakat, mental mereka haruslah mental birokrasi yang modern, profesional dan tidak feodal, inilah yang di sebut sebut sebagai revolusi mental itu,&quot; ujar Lakaseng, politisi Perindo, partai yang ditetapkan KPU bernomor urut 16 pada kertas suara Pemilu 2024 itu.Selain itu, Juru Bicara Nasional Partai Perindo, yang dikenal peduli rakyat kecil, gigih memperjuangkan penciptaan lapangan kerja, dan Indonesia sejahtera itu, menilai, perubahan juga di ranah struktural.

Guna menghindari praktik korup dari penyelenggara negara, maka perlu memberikan penghasilan atau gaji yang sesuai guna mencukupi kebutuhan hidup dengan layak.

&quot;Setelah itu baru mereka dituntut untuk memberikan kinerja dan pelayanan yang prima ke masyarakat dan tidak korup, sehingga kedepannya seharusnya adalah yang masuk jadi ASN itu adalah lulusan-lulusan terbaik di universitas,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
