<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Anak Bunuh Ayahnya dengan Cangkul, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa</title><description>Diduga mengalami gangguan jiwa, seorang anak bunuh sang ayah dengan menggunakan cangkul.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/22/525/2818200/anak-bunuh-ayahnya-dengan-cangkul-pelaku-diduga-alami-gangguan-jiwa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/05/22/525/2818200/anak-bunuh-ayahnya-dengan-cangkul-pelaku-diduga-alami-gangguan-jiwa"/><item><title>Anak Bunuh Ayahnya dengan Cangkul, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/22/525/2818200/anak-bunuh-ayahnya-dengan-cangkul-pelaku-diduga-alami-gangguan-jiwa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/05/22/525/2818200/anak-bunuh-ayahnya-dengan-cangkul-pelaku-diduga-alami-gangguan-jiwa</guid><pubDate>Selasa 23 Mei 2023 01:08 WIB</pubDate><dc:creator>Acep Muslim</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/22/525/2818200/anak-bunuh-ayahnya-dengan-cangkul-pelaku-diduga-alami-gangguan-jiwa-KadzA5ov2K.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Seorang ayah dibunuh anaknya, pelaku diduga alami gangguan jiwa (Foto : iNews)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/22/525/2818200/anak-bunuh-ayahnya-dengan-cangkul-pelaku-diduga-alami-gangguan-jiwa-KadzA5ov2K.jpg</image><title>Seorang ayah dibunuh anaknya, pelaku diduga alami gangguan jiwa (Foto : iNews)</title></images><description>CIAMIS - Diduga mengalami gangguan jiwa, seorang anak bunuh sang ayah dengan menggunakan cangkul di Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Informasi sementara, motif pelaku merasa kesal karena kerap diikat dan dikurung bila korban hendak pergi keluar rumah.

Samsuri (70), ayah pelaku, meninggal setelah kepala korban dihantam cangkul oleh anaknya S (43) yang diduga mengalami gangguan jiwa, Senin (22/5/2023).


BACA JUGA:
Terlibat Pembunuhan Anggota TNI-Polri, Ini Daftar Kejahatan Terduga Pimpinan KKB Papua


Pada saat kejadian, teriakan istri korban yang mengetahui suaminya tergelatak dan bersimbah darah di belakang rumah mengundang warga berdatangan. Melihat kondisi tersebut, warga sempat membawa korban ke Puskesmas Sidaharja.

Namun, nyawanya tidak bisa tertolong akibat luka parah di kepala serta banyak kehilangan darah.

Menurut informasi warga setempat, kejadian berawal saat korban pulang dari sawah bertemu dengan pelaku di belakang rumah. Pelaku sempat meminta tembakau untuk merokok, tapi saat korban hendak ke kamar mandi, dari arah belakang tiba-tiba pelaku memukul kepala korban dengan menggunakan cangkul sehingga tersungkur dan tidak sadar diri.


BACA JUGA:
Polisi Ungkap Dugaan Sementara Mayat Pria Tanpa Kelamin di Tapos Depok Dibunuh Terkait Utang Piutang


Belakangan diketahui, diduga pelaku mengalami gangguan jiwa sejak 2009 dan kerap sering mengamuk bila menginginkan sesuatu. Pelaku kerap diikat dan dikurung bila meninggalkan rumah yang ditempatinya bertiga bersama sang istri.

Sementara itu, Kapolsek Lakbok Iptu Agus Hartdin Rivai membenarkan adanya peristiwa dugaan tidak pidana penganiayaan hingga korban meninggal dunia tersebut. Agus Rivai mengatakan korban tinggal di rumah tersebut bertiga dengan istri dan pelaku.&amp;ldquo;Korban mempunyai tiga anak, yang pertama sudah pisah rumah dengan orangtuanya. Kedua adalah pelaku yang tinggal bersama, sementara anak ke tiga sudah meninggal dunia,&amp;rdquo; ujar Agus.

Saat ini, pihaknya telah mengamankan pelaku dan tengah berkoordinasi dengan Polres Ciamis untuk melakukan pendalaman kasus tersebut. Adanya motif pelaku yang merasa kesal karena sering diikat dan dikurung oleh korban, masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

&amp;ldquo;Terkait masalah kejiwaan pelaku, saat ini masih pendalaman kasus &amp;ldquo; pungkasnya.</description><content:encoded>CIAMIS - Diduga mengalami gangguan jiwa, seorang anak bunuh sang ayah dengan menggunakan cangkul di Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Informasi sementara, motif pelaku merasa kesal karena kerap diikat dan dikurung bila korban hendak pergi keluar rumah.

Samsuri (70), ayah pelaku, meninggal setelah kepala korban dihantam cangkul oleh anaknya S (43) yang diduga mengalami gangguan jiwa, Senin (22/5/2023).


BACA JUGA:
Terlibat Pembunuhan Anggota TNI-Polri, Ini Daftar Kejahatan Terduga Pimpinan KKB Papua


Pada saat kejadian, teriakan istri korban yang mengetahui suaminya tergelatak dan bersimbah darah di belakang rumah mengundang warga berdatangan. Melihat kondisi tersebut, warga sempat membawa korban ke Puskesmas Sidaharja.

Namun, nyawanya tidak bisa tertolong akibat luka parah di kepala serta banyak kehilangan darah.

Menurut informasi warga setempat, kejadian berawal saat korban pulang dari sawah bertemu dengan pelaku di belakang rumah. Pelaku sempat meminta tembakau untuk merokok, tapi saat korban hendak ke kamar mandi, dari arah belakang tiba-tiba pelaku memukul kepala korban dengan menggunakan cangkul sehingga tersungkur dan tidak sadar diri.


BACA JUGA:
Polisi Ungkap Dugaan Sementara Mayat Pria Tanpa Kelamin di Tapos Depok Dibunuh Terkait Utang Piutang


Belakangan diketahui, diduga pelaku mengalami gangguan jiwa sejak 2009 dan kerap sering mengamuk bila menginginkan sesuatu. Pelaku kerap diikat dan dikurung bila meninggalkan rumah yang ditempatinya bertiga bersama sang istri.

Sementara itu, Kapolsek Lakbok Iptu Agus Hartdin Rivai membenarkan adanya peristiwa dugaan tidak pidana penganiayaan hingga korban meninggal dunia tersebut. Agus Rivai mengatakan korban tinggal di rumah tersebut bertiga dengan istri dan pelaku.&amp;ldquo;Korban mempunyai tiga anak, yang pertama sudah pisah rumah dengan orangtuanya. Kedua adalah pelaku yang tinggal bersama, sementara anak ke tiga sudah meninggal dunia,&amp;rdquo; ujar Agus.

Saat ini, pihaknya telah mengamankan pelaku dan tengah berkoordinasi dengan Polres Ciamis untuk melakukan pendalaman kasus tersebut. Adanya motif pelaku yang merasa kesal karena sering diikat dan dikurung oleh korban, masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

&amp;ldquo;Terkait masalah kejiwaan pelaku, saat ini masih pendalaman kasus &amp;ldquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
