<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sepakati Perjanjian Pertahanan dengan AS, PNG Tidak Akan Jadi Pangkalan untuk Perang</title><description>Marape mengatakan bahwa perjanjian itu melarang operasi militer ofensif.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/23/18/2818384/sepakati-perjanjian-pertahanan-dengan-as-png-tidak-akan-jadi-pangkalan-untuk-perang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/05/23/18/2818384/sepakati-perjanjian-pertahanan-dengan-as-png-tidak-akan-jadi-pangkalan-untuk-perang"/><item><title>Sepakati Perjanjian Pertahanan dengan AS, PNG Tidak Akan Jadi Pangkalan untuk Perang</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/23/18/2818384/sepakati-perjanjian-pertahanan-dengan-as-png-tidak-akan-jadi-pangkalan-untuk-perang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/05/23/18/2818384/sepakati-perjanjian-pertahanan-dengan-as-png-tidak-akan-jadi-pangkalan-untuk-perang</guid><pubDate>Selasa 23 Mei 2023 11:26 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/23/18/2818384/sepakati-perjanjian-pertahanan-dengan-as-png-tidak-akan-jadi-pangkalan-untuk-perang-S2giMQJL08.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Perdana Menteri Papua Nugini James Marape. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/23/18/2818384/sepakati-perjanjian-pertahanan-dengan-as-png-tidak-akan-jadi-pangkalan-untuk-perang-S2giMQJL08.jpg</image><title>Perdana Menteri Papua Nugini James Marape. (Foto: Reuters)</title></images><description>SYDNEY &amp;ndash; Papua Nugini (PNG) menandatangani kesepakatan kerja sama pertahanan dengan Amerika Serikat (AS) pada Senin, (22/5/2023), yang akan memperluas kapabilitas negara itu dan militer AS untuk berlatih dengan pasukannya.
Meski begitu, Perdana Menteri James Marape menegaskan bahwa PNG tidak akan digunakan sebagai pangkalan AS untuk perang dan perjanjian pertahanan itu melarang &quot;operasi militer ofensif&quot;.

BACA JUGA:
Nelayan WNI Tewas Ditembak, Kemlu RI Panggil Kuasa Usaha PNG

Kesepakatan itu memicu protes mahasiswa di tengah kekhawatiran hal itu dapat melibatkan PNG dalam persaingan strategis antara AS dan China.
PM Marape mengatakan perjanjian itu bukan perjanjian dan tidak perlu diratifikasi oleh parlemen, menambahkan dia akan merilisnya secara penuh untuk pengawasan publik pada Kamis, (25/5/2023).

BACA JUGA:
China Pastikan Tidak Bangun Basis Militer di Kepulauan Solomon

&quot;Ini bukan pangkalan militer yang didirikan di sini untuk melancarkan perang,&quot; kata Marape kepada stasiun radio 100FM, sebagaimana dilansir Reuters.
&quot;Ada klausul khusus yang mengatakan bahwa kemitraan ini bukan kemitraan PNG untuk digunakan sebagai tempat melancarkan operasi militer ofensif dari Papua Nugini,&quot; katanya.
Amerika Serikat dan sekutunya berusaha menghalangi negara-negara kepulauan Pasifik untuk membangun hubungan keamanan dengan China, kekhawatiran yang meningkat di tengah ketegangan terkait Taiwan, dan setelah Beijing menandatangani pakta keamanan dengan Kepulauan Solomon tahun lalu.
China telah menjadi investor infrastruktur utama di PNG, yang berada di dekat jalur laut penting dan kabel bawah laut internasional yang menghubungkan Amerika Serikat dan sekutu Australia, yang sangat penting dalam Perang Dunia Kedua.
Marape mengatakan militer PNG adalah yang terlemah di kawasan itu pada saat ketegangan tinggi. Dorongan yang diberikan oleh Amerika Serikat juga akan meningkatkan keamanan dalam negeri dan mendorong lebih banyak investor asing untuk berinvestasi di negara berpenduduk 9 juta jiwa yang kaya akan sumber daya alam itu.
&quot;Akan ada investasi infrastruktur besar&quot; yang mengalir dari kesepakatan itu, di bandara, pelabuhan, jalan, komunikasi, dan listrik untuk memberi manfaat kepada publik, kata Marape, tanpa memberikan perincian.
Perjanjian tambahan yang akan menentukan bagaimana kontraktor militer dan sipil AS masuk ke PNG sedang dikerjakan, katanya.
Australia menyambut baik perjanjian kerja sama pertahanan antara tetangga terdekatnya dan Amerika Serikat.</description><content:encoded>SYDNEY &amp;ndash; Papua Nugini (PNG) menandatangani kesepakatan kerja sama pertahanan dengan Amerika Serikat (AS) pada Senin, (22/5/2023), yang akan memperluas kapabilitas negara itu dan militer AS untuk berlatih dengan pasukannya.
Meski begitu, Perdana Menteri James Marape menegaskan bahwa PNG tidak akan digunakan sebagai pangkalan AS untuk perang dan perjanjian pertahanan itu melarang &quot;operasi militer ofensif&quot;.

BACA JUGA:
Nelayan WNI Tewas Ditembak, Kemlu RI Panggil Kuasa Usaha PNG

Kesepakatan itu memicu protes mahasiswa di tengah kekhawatiran hal itu dapat melibatkan PNG dalam persaingan strategis antara AS dan China.
PM Marape mengatakan perjanjian itu bukan perjanjian dan tidak perlu diratifikasi oleh parlemen, menambahkan dia akan merilisnya secara penuh untuk pengawasan publik pada Kamis, (25/5/2023).

BACA JUGA:
China Pastikan Tidak Bangun Basis Militer di Kepulauan Solomon

&quot;Ini bukan pangkalan militer yang didirikan di sini untuk melancarkan perang,&quot; kata Marape kepada stasiun radio 100FM, sebagaimana dilansir Reuters.
&quot;Ada klausul khusus yang mengatakan bahwa kemitraan ini bukan kemitraan PNG untuk digunakan sebagai tempat melancarkan operasi militer ofensif dari Papua Nugini,&quot; katanya.
Amerika Serikat dan sekutunya berusaha menghalangi negara-negara kepulauan Pasifik untuk membangun hubungan keamanan dengan China, kekhawatiran yang meningkat di tengah ketegangan terkait Taiwan, dan setelah Beijing menandatangani pakta keamanan dengan Kepulauan Solomon tahun lalu.
China telah menjadi investor infrastruktur utama di PNG, yang berada di dekat jalur laut penting dan kabel bawah laut internasional yang menghubungkan Amerika Serikat dan sekutu Australia, yang sangat penting dalam Perang Dunia Kedua.
Marape mengatakan militer PNG adalah yang terlemah di kawasan itu pada saat ketegangan tinggi. Dorongan yang diberikan oleh Amerika Serikat juga akan meningkatkan keamanan dalam negeri dan mendorong lebih banyak investor asing untuk berinvestasi di negara berpenduduk 9 juta jiwa yang kaya akan sumber daya alam itu.
&quot;Akan ada investasi infrastruktur besar&quot; yang mengalir dari kesepakatan itu, di bandara, pelabuhan, jalan, komunikasi, dan listrik untuk memberi manfaat kepada publik, kata Marape, tanpa memberikan perincian.
Perjanjian tambahan yang akan menentukan bagaimana kontraktor militer dan sipil AS masuk ke PNG sedang dikerjakan, katanya.
Australia menyambut baik perjanjian kerja sama pertahanan antara tetangga terdekatnya dan Amerika Serikat.</content:encoded></item></channel></rss>
