<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Humor Gus Dur: Kisah Presiden ke Pasar Cari Penjual Ayam Potong</title><description>Alkisah, Gus Dur pernah memasak sop ceker dan jeroan ayam saat berada di Kairo.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/23/337/2818035/humor-gus-dur-kisah-presiden-ke-pasar-cari-penjual-ayam-potong</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/05/23/337/2818035/humor-gus-dur-kisah-presiden-ke-pasar-cari-penjual-ayam-potong"/><item><title>Humor Gus Dur: Kisah Presiden ke Pasar Cari Penjual Ayam Potong</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/23/337/2818035/humor-gus-dur-kisah-presiden-ke-pasar-cari-penjual-ayam-potong</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/05/23/337/2818035/humor-gus-dur-kisah-presiden-ke-pasar-cari-penjual-ayam-potong</guid><pubDate>Selasa 23 Mei 2023 05:01 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/22/337/2818035/humor-gus-dur-kisah-presiden-ke-pasar-cari-penjual-ayam-potong-UW3qbiuHD9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur (Foto: Istimewa/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/22/337/2818035/humor-gus-dur-kisah-presiden-ke-pasar-cari-penjual-ayam-potong-UW3qbiuHD9.jpg</image><title>Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur (Foto: Istimewa/Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid atau kerap disapa Gus Dur dikenal sebagai sosok negarawan nan humoris. Gus Dur kerap melontarkan humor yang bisa membuat orang tertawa terbahak-bahak, sekaligus meredakan ketegangan politik pada kala itu.


Salah satunya adalah kisah yang dilansir dari buku &amp;lsquo;Gus Dur dalam Obrolan Gus Mus&amp;rsquo; karya KH. Husein Muhammad. Namun, tidak diketahui apakah ini kisah nyata atau sekedar humor Gus Dur saja.

BACA JUGA:
Humor Gus Dur: Tak Apa-Apa Dituding Kafir, Tinggal Baca Dua Kalimat Syahadat

Alkisah, Gus Dur pernah memasak sop ceker dan jeroan ayam saat berada di Kairo. Gus Dur pun pergi sendiri ke pasar pada sore hari untuk mencari  penjual ayam potong. Lalu ia meminta ceker, sayap, kepala, dan jeroan.


BACA JUGA:
Humor Gus Dur: Kok Bisa Saya Jadi Pengamat Sepakbola?

Gus Dur tahu kalau bagian-bagian tubuh ayam seperti ceker, sayap, dan kepala biasanya akan dibuang. Jadi ia ingin  mendapatkannya secara gratis.


&quot;Untuk apa, ya sayyidi?,&amp;rdquo; tanya penjual ayam potong itu.&amp;rdquo;Untuk makanan kucing di rumah,&amp;rdquo; jawab Gus Dur sambil berusaha keras menahan tawa.



&amp;rdquo;Lakin Inta ta&amp;rsquo;khudz Kitir Awi (Tapi Anda kok mintanya banyak sekali),&amp;rdquo; kata si penjual ayam di Mesir itu.





&amp;rdquo;&amp;rsquo;Aiwah, alasyan Itat Kitsir awi&amp;rsquo; (Ya, karena kucingnya banyak sekali),&amp;rdquo; jawab Gus Dur dengan kalem dan menahan tawa.



Tak punya pilihan lain, si penjual ayam pun akhirnya memberikan berbagai bagian tubuh ayam yang biasanya dibuang pada zaman itu.

</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid atau kerap disapa Gus Dur dikenal sebagai sosok negarawan nan humoris. Gus Dur kerap melontarkan humor yang bisa membuat orang tertawa terbahak-bahak, sekaligus meredakan ketegangan politik pada kala itu.


Salah satunya adalah kisah yang dilansir dari buku &amp;lsquo;Gus Dur dalam Obrolan Gus Mus&amp;rsquo; karya KH. Husein Muhammad. Namun, tidak diketahui apakah ini kisah nyata atau sekedar humor Gus Dur saja.

BACA JUGA:
Humor Gus Dur: Tak Apa-Apa Dituding Kafir, Tinggal Baca Dua Kalimat Syahadat

Alkisah, Gus Dur pernah memasak sop ceker dan jeroan ayam saat berada di Kairo. Gus Dur pun pergi sendiri ke pasar pada sore hari untuk mencari  penjual ayam potong. Lalu ia meminta ceker, sayap, kepala, dan jeroan.


BACA JUGA:
Humor Gus Dur: Kok Bisa Saya Jadi Pengamat Sepakbola?

Gus Dur tahu kalau bagian-bagian tubuh ayam seperti ceker, sayap, dan kepala biasanya akan dibuang. Jadi ia ingin  mendapatkannya secara gratis.


&quot;Untuk apa, ya sayyidi?,&amp;rdquo; tanya penjual ayam potong itu.&amp;rdquo;Untuk makanan kucing di rumah,&amp;rdquo; jawab Gus Dur sambil berusaha keras menahan tawa.



&amp;rdquo;Lakin Inta ta&amp;rsquo;khudz Kitir Awi (Tapi Anda kok mintanya banyak sekali),&amp;rdquo; kata si penjual ayam di Mesir itu.





&amp;rdquo;&amp;rsquo;Aiwah, alasyan Itat Kitsir awi&amp;rsquo; (Ya, karena kucingnya banyak sekali),&amp;rdquo; jawab Gus Dur dengan kalem dan menahan tawa.



Tak punya pilihan lain, si penjual ayam pun akhirnya memberikan berbagai bagian tubuh ayam yang biasanya dibuang pada zaman itu.

</content:encoded></item></channel></rss>
