<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Korupsi Pengelolaan Emas, Kejagung Periksa Bos PT Royal Raffles Capital</title><description>Satu orang saksi yang diperiksa Kejagung adalah IWL selaku Direktur PT Royal Raffles Capital.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/24/337/2819298/korupsi-pengelolaan-emas-kejagung-periksa-bos-pt-royal-raffles-capital</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/05/24/337/2819298/korupsi-pengelolaan-emas-kejagung-periksa-bos-pt-royal-raffles-capital"/><item><title>Korupsi Pengelolaan Emas, Kejagung Periksa Bos PT Royal Raffles Capital</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/24/337/2819298/korupsi-pengelolaan-emas-kejagung-periksa-bos-pt-royal-raffles-capital</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/05/24/337/2819298/korupsi-pengelolaan-emas-kejagung-periksa-bos-pt-royal-raffles-capital</guid><pubDate>Rabu 24 Mei 2023 16:57 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/24/337/2819298/korupsi-pengelolaan-emas-kejagung-periksa-bos-pt-royal-raffles-capital-PmlVlKOjUH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/24/337/2819298/korupsi-pengelolaan-emas-kejagung-periksa-bos-pt-royal-raffles-capital-PmlVlKOjUH.jpg</image><title>Ilustrasi okezone</title></images><description>JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) RI memeriksa satu orang saksi atas perkara dugaan pidana korupsi pada pengelolaan kegiatan usaha komoditas emas periode 2010-2022.


Kejagung Periksa Satu Saksi Kasus Korupsi Pengelolaan Komoditas Emas

Kapuspenkum Kejagung RI, Ketut Sumedana mengatakan, satu orang saksi yang diperiksa Kejagung adalah IWL selaku Direktur PT Royal Raffles Capital.
&amp;ldquo;Saksi yang diperiksa yaitu IWL selaku Direktur PT Royal Raffles Capital, terkait penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi pada pengelolaan kegiatan usaha komoditi emas tahun 2010 s/d 2022,&amp;rdquo; kata Ketut di Jakarta, Rabu (24/5/2023).

BACA JUGA:
Deretan Pernyataan Mahfud MD soal Korupsi BTS Kominfo

Menurutnya, pemeriksaan yang dilakukan terhadap saksi tersebut untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pada pengelolaan kegiatan usaha komoditi emas tahun 2010-2022.
Sekadar diketahui, Kejaksaan Agung (Kejagung) RI mulai mengusut dugaan pidana korupsi pada pengelolaan kegiatan usaha komoditas emas periode 2010-2022. Kejagung pun kini menaikkan kasus ini pada tingkat penyidikan.




Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Ketut Sumadena menyebutkan, hal itu berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor: Prin-14/F.2/Fd.2/05/2023 tanggal 10 Mei 2023.







&amp;ldquo;Tim Jaksa Penyelidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) telah meningkatkan status penyelidikan ke penyidikan atas perkara dugaan tindak pidana korupsi pada pengelolaan kegiatan usaha komoditi emas tahun 2010 s/d 2022,&amp;rdquo; kata Ketut Sumadena dalam keterangan resminya, Jumat (12/5/2023).







Ketut menjelaskan, pihak penyidik Kejagung juga sudah melakukan penggeledahaan di beberapa tempat terkait kasus kasus tersebut.







&amp;ldquo;Adapun beberapa tempat yang sudah dilakukan penggeledahan yakni Pulogadung, Pondok Gede, Cinere - Depok, Pondok Aren &amp;ndash; Tangerang Selatan, dan Surabaya yaitu PT UBS di Tambaksari dan PT IGS di Genteng,&amp;rdquo; ujar dia.







Lebih lanjut, dari hasil penggeledahan, kata Ketut, turut diamankan beberapa bukti dokumen dan bukti elektronik dalam perkara itu.

</description><content:encoded>JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) RI memeriksa satu orang saksi atas perkara dugaan pidana korupsi pada pengelolaan kegiatan usaha komoditas emas periode 2010-2022.


Kejagung Periksa Satu Saksi Kasus Korupsi Pengelolaan Komoditas Emas

Kapuspenkum Kejagung RI, Ketut Sumedana mengatakan, satu orang saksi yang diperiksa Kejagung adalah IWL selaku Direktur PT Royal Raffles Capital.
&amp;ldquo;Saksi yang diperiksa yaitu IWL selaku Direktur PT Royal Raffles Capital, terkait penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi pada pengelolaan kegiatan usaha komoditi emas tahun 2010 s/d 2022,&amp;rdquo; kata Ketut di Jakarta, Rabu (24/5/2023).

BACA JUGA:
Deretan Pernyataan Mahfud MD soal Korupsi BTS Kominfo

Menurutnya, pemeriksaan yang dilakukan terhadap saksi tersebut untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pada pengelolaan kegiatan usaha komoditi emas tahun 2010-2022.
Sekadar diketahui, Kejaksaan Agung (Kejagung) RI mulai mengusut dugaan pidana korupsi pada pengelolaan kegiatan usaha komoditas emas periode 2010-2022. Kejagung pun kini menaikkan kasus ini pada tingkat penyidikan.




Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Ketut Sumadena menyebutkan, hal itu berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor: Prin-14/F.2/Fd.2/05/2023 tanggal 10 Mei 2023.







&amp;ldquo;Tim Jaksa Penyelidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) telah meningkatkan status penyelidikan ke penyidikan atas perkara dugaan tindak pidana korupsi pada pengelolaan kegiatan usaha komoditi emas tahun 2010 s/d 2022,&amp;rdquo; kata Ketut Sumadena dalam keterangan resminya, Jumat (12/5/2023).







Ketut menjelaskan, pihak penyidik Kejagung juga sudah melakukan penggeledahaan di beberapa tempat terkait kasus kasus tersebut.







&amp;ldquo;Adapun beberapa tempat yang sudah dilakukan penggeledahan yakni Pulogadung, Pondok Gede, Cinere - Depok, Pondok Aren &amp;ndash; Tangerang Selatan, dan Surabaya yaitu PT UBS di Tambaksari dan PT IGS di Genteng,&amp;rdquo; ujar dia.







Lebih lanjut, dari hasil penggeledahan, kata Ketut, turut diamankan beberapa bukti dokumen dan bukti elektronik dalam perkara itu.

</content:encoded></item></channel></rss>
