<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kronologi Duel Maut Tewaskan Pemuda di Kembangan, Berawal Kata-Kata Ini</title><description>Korban tewas dibacok pelaku MA.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/24/338/2819114/kronologi-duel-maut-tewaskan-pemuda-di-kembangan-berawal-kata-kata-ini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/05/24/338/2819114/kronologi-duel-maut-tewaskan-pemuda-di-kembangan-berawal-kata-kata-ini"/><item><title>Kronologi Duel Maut Tewaskan Pemuda di Kembangan, Berawal Kata-Kata Ini</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/24/338/2819114/kronologi-duel-maut-tewaskan-pemuda-di-kembangan-berawal-kata-kata-ini</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/05/24/338/2819114/kronologi-duel-maut-tewaskan-pemuda-di-kembangan-berawal-kata-kata-ini</guid><pubDate>Rabu 24 Mei 2023 13:47 WIB</pubDate><dc:creator>Dimas Choirul</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/24/338/2819114/kronologi-duel-maut-tewaskan-pemuda-di-kembangan-berawal-kata-kata-ini-n2QWsFCkGf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">TKP korban tewas bersimbah darah. (Foto: Dimas Choirul)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/24/338/2819114/kronologi-duel-maut-tewaskan-pemuda-di-kembangan-berawal-kata-kata-ini-n2QWsFCkGf.jpg</image><title>TKP korban tewas bersimbah darah. (Foto: Dimas Choirul)</title></images><description>JAKARTA - Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes M Syahduddi menjelaskan kronologi kasus duel maut yang berujung tewasnya pemuda berinisial A (23) di kawasan Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat, Selasa (23/5/2023) dini hari. Korban tewas dibacok pelaku MA.
Awalnya, pelaku melontarkan kalimat yang menyinggung korban dengan mengancam akan mematahkan lehernya. Korban yang tak terima langsung mengajak pelaku untuk berkelahi. Pelaku pun menerima ajakan korban.
&quot;Kemudian (pelaku) menggunakan senjata tajam (sajam) jenis celurit, yang dipinjam oleh korban di salah satu warung yang ada di sekitar tempat kejadian peristiwa,&quot; kata Syahduddi kepada wartawan, Rabu (24/5/2023).

BACA JUGA:
Rebutan Lapak, Dua Pedagang Duel Maut di Depan Sekolah, Satu Tewas&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Akibat perkelahian tersebut korban mengalami sejumlah luka dan langsung lari ke salah satu rumah kontrakan warga. Lantaran mengalami luka parah, korban meninggal di teras rumah kontrakan tersebut.
Sedangkan pelaku juga mengalami luka-luka di bagian tangan, leher dan badannya. &quot;Pelaku langsung berobat ke Puskesmas Kembangan. Namun oleh penyidik berhasil diketahui dan langsung diamankan,&quot; ujarnya.
Pelaku telah ditahan di Ruang Tahanan (Rutan) Polek Kembangan. Pelaku disangkakan melanggar Pasal 351 Ayat 3 Ddan Pasal 338 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

BACA JUGA:
Kronologi Duel Maut Polisi vs Polisi Berujung Tewasnya Aiptu Ruslan

Sebelumnya, seorang pria berinisial A (23) ditemukan tewas tergeletak di sebuah rumah kontrakan warga di Jalan Lapangan Tenis, Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat pada Selasa (23/5/2023) dini hari. Sejumlah warga pun dibuat geger lantaran jasad pria tersebut mengucurkan darah.
Yono (37) pemilik rumah kontrakan mengatakan, mayat yang mengenakan kaus hitam tersebut tergeletak di teras kontrakannya sekitar pukul 1.30 WIB. Sebelum tergeletak, istrinya sempat mendengar suara keras seperti barang terjatuh.&quot;Saya sempat ngintip (dari jendela) kayak lagi sakaratul maut (kondisi korban),&quot; ujarnya saat ditemui wartawan, Selasa (23/5/2023).

Kondisi korban saat itu sudah kritis dan bercucuran darah. Namun, dirinya tidak mengetahui pasti posisi luka yang dialami korban. &quot;Darah sih udah banyak kurang tahu lukanya di mana sih mukanya ngehadap ke sana jadi enggak kelihatan lukanya saya juga ngintip doang di situ,&quot; ujarnya.

Beberapa saat kemudian, pihak kepolisian yang mendapat laporan tersebut langsung mendatangi lokasi dan melakukan penyelidikan lebih lanjut.

</description><content:encoded>JAKARTA - Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes M Syahduddi menjelaskan kronologi kasus duel maut yang berujung tewasnya pemuda berinisial A (23) di kawasan Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat, Selasa (23/5/2023) dini hari. Korban tewas dibacok pelaku MA.
Awalnya, pelaku melontarkan kalimat yang menyinggung korban dengan mengancam akan mematahkan lehernya. Korban yang tak terima langsung mengajak pelaku untuk berkelahi. Pelaku pun menerima ajakan korban.
&quot;Kemudian (pelaku) menggunakan senjata tajam (sajam) jenis celurit, yang dipinjam oleh korban di salah satu warung yang ada di sekitar tempat kejadian peristiwa,&quot; kata Syahduddi kepada wartawan, Rabu (24/5/2023).

BACA JUGA:
Rebutan Lapak, Dua Pedagang Duel Maut di Depan Sekolah, Satu Tewas&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Akibat perkelahian tersebut korban mengalami sejumlah luka dan langsung lari ke salah satu rumah kontrakan warga. Lantaran mengalami luka parah, korban meninggal di teras rumah kontrakan tersebut.
Sedangkan pelaku juga mengalami luka-luka di bagian tangan, leher dan badannya. &quot;Pelaku langsung berobat ke Puskesmas Kembangan. Namun oleh penyidik berhasil diketahui dan langsung diamankan,&quot; ujarnya.
Pelaku telah ditahan di Ruang Tahanan (Rutan) Polek Kembangan. Pelaku disangkakan melanggar Pasal 351 Ayat 3 Ddan Pasal 338 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

BACA JUGA:
Kronologi Duel Maut Polisi vs Polisi Berujung Tewasnya Aiptu Ruslan

Sebelumnya, seorang pria berinisial A (23) ditemukan tewas tergeletak di sebuah rumah kontrakan warga di Jalan Lapangan Tenis, Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat pada Selasa (23/5/2023) dini hari. Sejumlah warga pun dibuat geger lantaran jasad pria tersebut mengucurkan darah.
Yono (37) pemilik rumah kontrakan mengatakan, mayat yang mengenakan kaus hitam tersebut tergeletak di teras kontrakannya sekitar pukul 1.30 WIB. Sebelum tergeletak, istrinya sempat mendengar suara keras seperti barang terjatuh.&quot;Saya sempat ngintip (dari jendela) kayak lagi sakaratul maut (kondisi korban),&quot; ujarnya saat ditemui wartawan, Selasa (23/5/2023).

Kondisi korban saat itu sudah kritis dan bercucuran darah. Namun, dirinya tidak mengetahui pasti posisi luka yang dialami korban. &quot;Darah sih udah banyak kurang tahu lukanya di mana sih mukanya ngehadap ke sana jadi enggak kelihatan lukanya saya juga ngintip doang di situ,&quot; ujarnya.

Beberapa saat kemudian, pihak kepolisian yang mendapat laporan tersebut langsung mendatangi lokasi dan melakukan penyelidikan lebih lanjut.

</content:encoded></item></channel></rss>
