<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tak Dibekali Latihan yang Memadai, Bos Wagner: 20.000 Tentara Tewas dalam Pertempuran Panjang di Bakhmut</title><description>Para tahanan tersebut seringkali dikirim ke garis depan pertempuran tanpa dibekali latihan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/25/18/2819871/tak-dibekali-latihan-yang-memadai-bos-wagner-20-000-tentara-tewas-dalam-pertempuran-panjang-di-bakhmut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/05/25/18/2819871/tak-dibekali-latihan-yang-memadai-bos-wagner-20-000-tentara-tewas-dalam-pertempuran-panjang-di-bakhmut"/><item><title>Tak Dibekali Latihan yang Memadai, Bos Wagner: 20.000 Tentara Tewas dalam Pertempuran Panjang di Bakhmut</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/25/18/2819871/tak-dibekali-latihan-yang-memadai-bos-wagner-20-000-tentara-tewas-dalam-pertempuran-panjang-di-bakhmut</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/05/25/18/2819871/tak-dibekali-latihan-yang-memadai-bos-wagner-20-000-tentara-tewas-dalam-pertempuran-panjang-di-bakhmut</guid><pubDate>Kamis 25 Mei 2023 14:56 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/25/18/2819871/tak-dibekali-latihan-yang-memadai-bos-wagner-20-000-tentara-tewas-dalam-pertempuran-panjang-di-bakhmut-FybVEuDbC2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bos Wagner sebut 20.000 tentara tewas dalam pertempuran panjang di Bakhmut (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/25/18/2819871/tak-dibekali-latihan-yang-memadai-bos-wagner-20-000-tentara-tewas-dalam-pertempuran-panjang-di-bakhmut-FybVEuDbC2.jpg</image><title>Bos Wagner sebut 20.000 tentara tewas dalam pertempuran panjang di Bakhmut (Foto: Reuters)</title></images><description>BAKHMUT - Jumlah korban tewas meningkat secara cepat dalam invasi Rusia di Ukraina. Kepala milisi Wagner asal Rusia, Yevgeny Prigozhin, pada Rabu (24/5/2023), mengatakan sebanyak 20.000 anggotanya telah tewas dalam pertempuran panjang untuk merebut wilayah Bakhmut di Ukraina timur.

Kepala milisi Wagner itu mengatakan sekitar setengah dari pasukan yang tewas dalam pertempuran di Bakhmut adalah para tahanan Rusia yang dijanjikan akan dibebaskan jika mereka bersedia bertempur di Ukraina selama enam bulan.
Tetapi, para tahanan tersebut seringkali dikirim ke garis depan pertempuran tanpa dibekali latihan yang memadai dan akhirnya tewas terbunuh setelah terlibat pertempuran sengit dengan pasukan Ukraina yang lebih terlatih.


BACA JUGA:
Pimpinan Wagner Peringatkan Rusia Bisa Hadapi Revolusi Jika Tak Anggap Serius Perang di Ukraina

Dikutip VOA, Sejumlah pejabat Gedung Putih mengatakan jumlah estimasi korban yang disampaikan Prigozhin sesuai dengan angka yang mereka miliki dan hal itu menunjukkan kerugian yang dialami Rusia semakin besar dan cepat. Rusia mengklaim dalam beberapa hari terakhir bahwa mereka telah berhasil merebut Bakhmut, sedangkan pejabat Ukraina mengatakan mereka belum menyerah dan masih berusaha mengepung kota itu.


BACA JUGA:
Tentara Bayaran Wagner Akan Serahkan Bakhmut kepada Tentara Rusia pada Juni

Jumlah korban tewas dalam konflik yang telah berjalan selama 15 bulan itu berbeda-beda, bergantung pada dari mana sumber informasi berasal. Estimasi dari Prighozin berbeda jauh dengan klaim yang dikeluarkan oleh Moskow di mana mereka menyebut 6.000 tentara Rusia telah tewas terbunuh hingga Januari lalu, ketika konflik berusia 11 bulan.
Pada Mei ini, Amerika Serikat (AS) memperkirakan bahwa korban di pihak Rusia mencapai 100.000, termasuk 20.000 yang tewas terbunuh dalam pertempuran, di mana sebagian dari mereka adalah anggota pasukan Wagner, sejak Desember tahun lalu. Sejumlah analis mengatakan Ukraina juga telah kehilangan ribuan tentaranya, walaupun Kyiv belum mengungkap jumlah rinci korban di pihak mereka.



Kantor Komite Hak Asasi Manusia untuk PBB mengatakan bahwa dari Februari 2022 hingga April 2023, pihaknya mencatat 22.734 warga sipil Ukraina telah menjadi korban, di mana 8.490 di antaranya tewas terbunuh dan 14.244 lainnya mengalami luka-luka.

</description><content:encoded>BAKHMUT - Jumlah korban tewas meningkat secara cepat dalam invasi Rusia di Ukraina. Kepala milisi Wagner asal Rusia, Yevgeny Prigozhin, pada Rabu (24/5/2023), mengatakan sebanyak 20.000 anggotanya telah tewas dalam pertempuran panjang untuk merebut wilayah Bakhmut di Ukraina timur.

Kepala milisi Wagner itu mengatakan sekitar setengah dari pasukan yang tewas dalam pertempuran di Bakhmut adalah para tahanan Rusia yang dijanjikan akan dibebaskan jika mereka bersedia bertempur di Ukraina selama enam bulan.
Tetapi, para tahanan tersebut seringkali dikirim ke garis depan pertempuran tanpa dibekali latihan yang memadai dan akhirnya tewas terbunuh setelah terlibat pertempuran sengit dengan pasukan Ukraina yang lebih terlatih.


BACA JUGA:
Pimpinan Wagner Peringatkan Rusia Bisa Hadapi Revolusi Jika Tak Anggap Serius Perang di Ukraina

Dikutip VOA, Sejumlah pejabat Gedung Putih mengatakan jumlah estimasi korban yang disampaikan Prigozhin sesuai dengan angka yang mereka miliki dan hal itu menunjukkan kerugian yang dialami Rusia semakin besar dan cepat. Rusia mengklaim dalam beberapa hari terakhir bahwa mereka telah berhasil merebut Bakhmut, sedangkan pejabat Ukraina mengatakan mereka belum menyerah dan masih berusaha mengepung kota itu.


BACA JUGA:
Tentara Bayaran Wagner Akan Serahkan Bakhmut kepada Tentara Rusia pada Juni

Jumlah korban tewas dalam konflik yang telah berjalan selama 15 bulan itu berbeda-beda, bergantung pada dari mana sumber informasi berasal. Estimasi dari Prighozin berbeda jauh dengan klaim yang dikeluarkan oleh Moskow di mana mereka menyebut 6.000 tentara Rusia telah tewas terbunuh hingga Januari lalu, ketika konflik berusia 11 bulan.
Pada Mei ini, Amerika Serikat (AS) memperkirakan bahwa korban di pihak Rusia mencapai 100.000, termasuk 20.000 yang tewas terbunuh dalam pertempuran, di mana sebagian dari mereka adalah anggota pasukan Wagner, sejak Desember tahun lalu. Sejumlah analis mengatakan Ukraina juga telah kehilangan ribuan tentaranya, walaupun Kyiv belum mengungkap jumlah rinci korban di pihak mereka.



Kantor Komite Hak Asasi Manusia untuk PBB mengatakan bahwa dari Februari 2022 hingga April 2023, pihaknya mencatat 22.734 warga sipil Ukraina telah menjadi korban, di mana 8.490 di antaranya tewas terbunuh dan 14.244 lainnya mengalami luka-luka.

</content:encoded></item></channel></rss>
