<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jabat Pangdam Cenderawasih, Jenderal Kopassus Ini Sebut KKB Teroris Alang-Alang yang Harus Dibersihkan</title><description>KKB harus diberikan pemahaman agar program pemerintah berjalan baik.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/25/340/2819799/jabat-pangdam-cenderawasih-jenderal-kopassus-ini-sebut-kkb-teroris-alang-alang-yang-harus-dibersihkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/05/25/340/2819799/jabat-pangdam-cenderawasih-jenderal-kopassus-ini-sebut-kkb-teroris-alang-alang-yang-harus-dibersihkan"/><item><title>Jabat Pangdam Cenderawasih, Jenderal Kopassus Ini Sebut KKB Teroris Alang-Alang yang Harus Dibersihkan</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/25/340/2819799/jabat-pangdam-cenderawasih-jenderal-kopassus-ini-sebut-kkb-teroris-alang-alang-yang-harus-dibersihkan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/05/25/340/2819799/jabat-pangdam-cenderawasih-jenderal-kopassus-ini-sebut-kkb-teroris-alang-alang-yang-harus-dibersihkan</guid><pubDate>Kamis 25 Mei 2023 13:41 WIB</pubDate><dc:creator>Edy Siswanto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/25/340/2819799/jabat-pangdam-cenderawasih-jenderal-kopassus-ini-sebut-kkb-teroris-alang-alang-yang-harus-dibersihkan-HZgAkKCwJO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: MNC Portal</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/25/340/2819799/jabat-pangdam-cenderawasih-jenderal-kopassus-ini-sebut-kkb-teroris-alang-alang-yang-harus-dibersihkan-HZgAkKCwJO.jpg</image><title>Foto: MNC Portal</title></images><description>


JAYAPURA - Mayjen Izak Pangemanan hari ini resmi masuk ke Markas Kodam XVII/Cenderawasih menjabat sebagai Pangdam menggantikan Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa.
Sesaat setelah serah terima pasukan yang dilaksanakan di lapangan Hitam Makodam Cenderawasih dilakukan, Pangdam kepada awak media menyebutkan jika penanganan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Teroris di Papua mengedepankan komunikasi.

BACA JUGA:
5 Fakta Kejahatan Pimpinan KKB Papua yang Terlibat Pembunuhan Anggota TNI-Polri

Jenderal Kopassus bintang dua ini mengibaratkan KKB teroris adalah alang-alang yang harus dibersihkan sampai habis.
&quot;Memang kelompok-kelompok yang masih menganggu keamanan, tetapi kita tahu, ketika kita menanam padi dalam suatu lahan, maka yang tumbuh tidak hanya  padi, namun juga ada alang-alang. Tetapi bukan berarti satu lahan itu kita tebang semua, namun alang-alangnya kita bersihkan,&quot;tegas Pangdam.

BACA JUGA:
Tembak 1 Personel Brimob, Pimpinan KKB Yahukimo Ditangkap

Menurutnya, KKB harus diberikan pemahaman agar program pemerintah berjalan baik. Pangdam juga menegaskan jika upaya pembebasan Pilot juga terus dilakukan dengan mengedepankan komunikasi lintas sektor.
&quot;Ini adalah adik-adik kita, anak-anak kita yang mungkin mereka belum mengerti kita kasih pengertian, yang mungkin mereka belum paham kita kasih pemahaman,&quot; ujarnya.&quot;Sehingga apa yang sudah di programkan oleh Pemerintah bisa berjalan di tanah Papua,&amp;rdquo;tambahnya.
Penanganan pembebasan Pilot Susi Air kata dia sedang berjalan, dia tidak menghendaki ada pertumpahan darah, karena satu tetes sarah akan membakar permasalahan yang sangat banyak. Sehingga pihaknya mengedepankan komunikasi.
&quot;Pembebasan Pilot tentu kita terus upayakan dan kita harap dari sini kita banyak belajar termasuk masyarakat Papua, khususnya mereka-mereka yang melakukan penyanderaan ini agar banyak belajar. Apalagi kita melakukan penyanderaan ini yang menyebabkan kerugian banyak orang,&quot; urainya.Diakuinya kerjasama Stakeholder dan Tokoh-tokoh di Papua penting dilakukan agar upaya -upaya penyelesaian masalah di Papua bisa berhasil dilakukan.
&quot;Penyelesaian kasus di Papua selalu kita libatkan Forkompimda dan semua komponen yang ada disini, karena apapun permasalahan yang ada di Papua ini menjadi permasalahan kita bersama,&quot;pungkasnya.</description><content:encoded>


JAYAPURA - Mayjen Izak Pangemanan hari ini resmi masuk ke Markas Kodam XVII/Cenderawasih menjabat sebagai Pangdam menggantikan Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa.
Sesaat setelah serah terima pasukan yang dilaksanakan di lapangan Hitam Makodam Cenderawasih dilakukan, Pangdam kepada awak media menyebutkan jika penanganan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Teroris di Papua mengedepankan komunikasi.

BACA JUGA:
5 Fakta Kejahatan Pimpinan KKB Papua yang Terlibat Pembunuhan Anggota TNI-Polri

Jenderal Kopassus bintang dua ini mengibaratkan KKB teroris adalah alang-alang yang harus dibersihkan sampai habis.
&quot;Memang kelompok-kelompok yang masih menganggu keamanan, tetapi kita tahu, ketika kita menanam padi dalam suatu lahan, maka yang tumbuh tidak hanya  padi, namun juga ada alang-alang. Tetapi bukan berarti satu lahan itu kita tebang semua, namun alang-alangnya kita bersihkan,&quot;tegas Pangdam.

BACA JUGA:
Tembak 1 Personel Brimob, Pimpinan KKB Yahukimo Ditangkap

Menurutnya, KKB harus diberikan pemahaman agar program pemerintah berjalan baik. Pangdam juga menegaskan jika upaya pembebasan Pilot juga terus dilakukan dengan mengedepankan komunikasi lintas sektor.
&quot;Ini adalah adik-adik kita, anak-anak kita yang mungkin mereka belum mengerti kita kasih pengertian, yang mungkin mereka belum paham kita kasih pemahaman,&quot; ujarnya.&quot;Sehingga apa yang sudah di programkan oleh Pemerintah bisa berjalan di tanah Papua,&amp;rdquo;tambahnya.
Penanganan pembebasan Pilot Susi Air kata dia sedang berjalan, dia tidak menghendaki ada pertumpahan darah, karena satu tetes sarah akan membakar permasalahan yang sangat banyak. Sehingga pihaknya mengedepankan komunikasi.
&quot;Pembebasan Pilot tentu kita terus upayakan dan kita harap dari sini kita banyak belajar termasuk masyarakat Papua, khususnya mereka-mereka yang melakukan penyanderaan ini agar banyak belajar. Apalagi kita melakukan penyanderaan ini yang menyebabkan kerugian banyak orang,&quot; urainya.Diakuinya kerjasama Stakeholder dan Tokoh-tokoh di Papua penting dilakukan agar upaya -upaya penyelesaian masalah di Papua bisa berhasil dilakukan.
&quot;Penyelesaian kasus di Papua selalu kita libatkan Forkompimda dan semua komponen yang ada disini, karena apapun permasalahan yang ada di Papua ini menjadi permasalahan kita bersama,&quot;pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
