<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>4 Bulan Pilot Susi Air Disandera KKB Teroris, Komnas HAM Ungkap Perkembangan Terbaru</title><description>TNI dan Polri juga sudah mulai mengubah pendekatan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/25/340/2819986/4-bulan-pilot-susi-air-disandera-kkb-teroris-komnas-ham-ungkap-perkembangan-terbaru</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/05/25/340/2819986/4-bulan-pilot-susi-air-disandera-kkb-teroris-komnas-ham-ungkap-perkembangan-terbaru"/><item><title>4 Bulan Pilot Susi Air Disandera KKB Teroris, Komnas HAM Ungkap Perkembangan Terbaru</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/25/340/2819986/4-bulan-pilot-susi-air-disandera-kkb-teroris-komnas-ham-ungkap-perkembangan-terbaru</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/05/25/340/2819986/4-bulan-pilot-susi-air-disandera-kkb-teroris-komnas-ham-ungkap-perkembangan-terbaru</guid><pubDate>Kamis 25 Mei 2023 16:48 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/25/340/2819986/4-bulan-pilot-susi-air-disandera-kkb-teroris-komnas-ham-ungkap-perkembangan-terbaru-C94nvxNJUS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pilot Susi Air Kapten Phillips Disandera KKB</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/25/340/2819986/4-bulan-pilot-susi-air-disandera-kkb-teroris-komnas-ham-ungkap-perkembangan-terbaru-C94nvxNJUS.jpg</image><title>Pilot Susi Air Kapten Phillips Disandera KKB</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8xNS8xLzE2NjE3My81L3g4a3h4cTg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAYAPURA - Komnas HAM Papua mengatakan, proses pembebasan pilot Susi Air, Philip Max Mehrtens, yang disandera KKB Teroris hingga kini masih terus dilakukan.
Kepala Perwakilan Komnas HAM Papua Frists Ramanday mengatakan berbagai upaya terus dilakukan untuk membebaskan warga negara Selandia Baru itu yang sudah hampir empat bulan sejak ditawan pada tanggal 7 Februari lalu.

BACA JUGA:
Terungkap! Tito Karnavian Bongkar Pemasok Senjata KKB Teroris di Papua

&amp;ldquo;Memang sudah cukup lama sehingga pihaknya mengkhawatirkan kondisi fisik maupun psikis sandera,&amp;rdquo; kata Frits Ramanday dilansir Antara, Kamis (25/5/2023).
&quot;Komnas HAM akan berupaya membantu agar proses pembebasan yang saat ini sedang berlangsung dapat segera terwujud,&quot;sambungnya.

BACA JUGA:
Jabat Pangdam Cenderawasih, Jenderal Kopassus Ini Sebut KKB Teroris Alang-Alang yang Harus Dibersihkan

Kepala Perwakilan Komnas HAM Papua itu mengatakan waktu penyanderaan yang sudah lebih dari tiga bulan itu sudah melanggar HAM.
&amp;ldquo;Ini waktu yang sangat lama sehingga Komnas HAM mendorong agar KKB pimpinan Egianus Kogoya segera menunjuk siapa negosiator di  tingkat lokal agar proses negosiasi dapat berjalan sehingga pilot Philip Mark Mehrtens dibebaskan,&amp;rdquo; terangnya.

Komnas HAM kata dia juga aktif komunikasi dengan semua komponen dan beberapa pesan kemanusiaan sudah dikirim ke Egianus Kogoya.

&amp;ldquo;TNI dan Polri juga sudah mulai mengubah pendekatan sehingga upaya negosiasi itu cepat dilakukan,&amp;rdquo;tutup Frits Ramanday.



Sekadar diketahui, KKB Teroris pimpinan Egianus Kogoya selain menyandera pilot Philip Mark Mehrtens juga membakar pesawat milik Susi Air yang sebelumnya dikemudikannya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8xNS8xLzE2NjE3My81L3g4a3h4cTg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAYAPURA - Komnas HAM Papua mengatakan, proses pembebasan pilot Susi Air, Philip Max Mehrtens, yang disandera KKB Teroris hingga kini masih terus dilakukan.
Kepala Perwakilan Komnas HAM Papua Frists Ramanday mengatakan berbagai upaya terus dilakukan untuk membebaskan warga negara Selandia Baru itu yang sudah hampir empat bulan sejak ditawan pada tanggal 7 Februari lalu.

BACA JUGA:
Terungkap! Tito Karnavian Bongkar Pemasok Senjata KKB Teroris di Papua

&amp;ldquo;Memang sudah cukup lama sehingga pihaknya mengkhawatirkan kondisi fisik maupun psikis sandera,&amp;rdquo; kata Frits Ramanday dilansir Antara, Kamis (25/5/2023).
&quot;Komnas HAM akan berupaya membantu agar proses pembebasan yang saat ini sedang berlangsung dapat segera terwujud,&quot;sambungnya.

BACA JUGA:
Jabat Pangdam Cenderawasih, Jenderal Kopassus Ini Sebut KKB Teroris Alang-Alang yang Harus Dibersihkan

Kepala Perwakilan Komnas HAM Papua itu mengatakan waktu penyanderaan yang sudah lebih dari tiga bulan itu sudah melanggar HAM.
&amp;ldquo;Ini waktu yang sangat lama sehingga Komnas HAM mendorong agar KKB pimpinan Egianus Kogoya segera menunjuk siapa negosiator di  tingkat lokal agar proses negosiasi dapat berjalan sehingga pilot Philip Mark Mehrtens dibebaskan,&amp;rdquo; terangnya.

Komnas HAM kata dia juga aktif komunikasi dengan semua komponen dan beberapa pesan kemanusiaan sudah dikirim ke Egianus Kogoya.

&amp;ldquo;TNI dan Polri juga sudah mulai mengubah pendekatan sehingga upaya negosiasi itu cepat dilakukan,&amp;rdquo;tutup Frits Ramanday.



Sekadar diketahui, KKB Teroris pimpinan Egianus Kogoya selain menyandera pilot Philip Mark Mehrtens juga membakar pesawat milik Susi Air yang sebelumnya dikemudikannya.</content:encoded></item></channel></rss>
