<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kala Pak Harto Andalkan LB Moerdani Benahi Intelijen Indonesia   </title><description>Dia merupakan mantan Panglima TNI pilihan Presiden Soeharto.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/26/337/2820081/kala-pak-harto-andalkan-lb-moerdani-benahi-intelijen-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/05/26/337/2820081/kala-pak-harto-andalkan-lb-moerdani-benahi-intelijen-indonesia"/><item><title>Kala Pak Harto Andalkan LB Moerdani Benahi Intelijen Indonesia   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/26/337/2820081/kala-pak-harto-andalkan-lb-moerdani-benahi-intelijen-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/05/26/337/2820081/kala-pak-harto-andalkan-lb-moerdani-benahi-intelijen-indonesia</guid><pubDate>Jum'at 26 Mei 2023 08:00 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/25/337/2820081/kala-pak-harto-andalkan-lb-moerdani-benahi-intelijen-indonesia-El6d7RKHXh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">LB Moerdani (Foto: dok istimewa/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/25/337/2820081/kala-pak-harto-andalkan-lb-moerdani-benahi-intelijen-indonesia-El6d7RKHXh.jpg</image><title>LB Moerdani (Foto: dok istimewa/Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8yNS82Ni8xNjY1NDIvNS94OGw4anB1&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Sejarah mencatatkan bahwa Jenderal TNI Leonardus Benny (LB) Moerdani merupakan salah satu legenda intelijen di Indonesia.
Dia merupakan mantan Panglima TNI pilihan Presiden Soeharto.
Melansir dari buku Benny Moerdani yang Belum Terungkap mengulas habis kisah Benny Moerdani mulai dari operasi pembebasan Papua, Timor Timur, sampai ditunjuk Pak Harto menjadi Panglima ABRI.
Pria kelahiran Cepu, Blora Jawa Tengah, 2 Oktober 1932 itu juga diminta oleh Pak Harto untuk membenahi masalah intelijen.

BACA JUGA:
Polisi Bongkar Judi Online Beromzet Rp100 Juta di Cianjur, Amankan Tiga Pelaku

Pada 1974 silam, Presiden Soeharto memanggil pulang Benny Moerdani yang ketika itu sedang bertugas menjadi Kuasa Usaha Ad Interim Indonesia di Korea Selatan. Di tanah air, suasana politik tengah memanas pascameletusnya peristiwa Malari akibat dari penolakan mahasiswa terhadap kedatangan Perdana Menteri Jepang pada saat itu, Kakuei Tanaka.

BACA JUGA:
Melihat dari Dekat Kampoeng Joglo, Wisata Budaya Bernuansa Jawa di Tanjung Lesung Banten

Setiba di Tanah Air bersama Ali Moertopo, Benny langsung menghadap Presiden Soeharto.
Di Istana Negara, Soeharto mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap kinerja intelijen Indonesia. Terutama menangani peristiwa Malari dan membutuhkan tenaga baru yang cocok.
Marsekal Muda Purnawirawan Teddy Rusdy, tangan kanan Benny mengatakan operasi intelijen terimbas persaingan dari Ali Moertopo yang saat itu menjabat sebagai Kepala Operasi Khusus Badan Koordinasi Intelijen Negara (BAKIN) dan Wakil Pangab Jenderal TNI Soemitro. Akibat nya fungsi intelijen tidak efektif.&amp;ldquo;Benny dihadirkan untuk meredam persaingan serta menata ulang sistem intelijen Indonesia,&amp;rdquo; ujar Teddy.

Presiden Soeharto menugaskan Benny untuk membangun badan intelijen baru, yaitu Pusat Intelijen Strategis (PUSINTELSTRAT) sebagai pengembangan Satuan Tugas Intelijen Hankam.

Tujuannya adalah untuk menghadapi berbagai ancaman strategis dan menjalin komunikasi langsung dengan atase pertahanan RI di seluruh dunia.

Karier Benny Moerdani pun moncer hingga menjadi salah satu prajurit kesayangan dari penguasa Orde Baru itu. Meski demikian, hubungan antara Benny Moerdani dan Presiden Soeharto diketahui merenggang di akhir-akhir jatuhnya rezim Orde Baru.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8yNS82Ni8xNjY1NDIvNS94OGw4anB1&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Sejarah mencatatkan bahwa Jenderal TNI Leonardus Benny (LB) Moerdani merupakan salah satu legenda intelijen di Indonesia.
Dia merupakan mantan Panglima TNI pilihan Presiden Soeharto.
Melansir dari buku Benny Moerdani yang Belum Terungkap mengulas habis kisah Benny Moerdani mulai dari operasi pembebasan Papua, Timor Timur, sampai ditunjuk Pak Harto menjadi Panglima ABRI.
Pria kelahiran Cepu, Blora Jawa Tengah, 2 Oktober 1932 itu juga diminta oleh Pak Harto untuk membenahi masalah intelijen.

BACA JUGA:
Polisi Bongkar Judi Online Beromzet Rp100 Juta di Cianjur, Amankan Tiga Pelaku

Pada 1974 silam, Presiden Soeharto memanggil pulang Benny Moerdani yang ketika itu sedang bertugas menjadi Kuasa Usaha Ad Interim Indonesia di Korea Selatan. Di tanah air, suasana politik tengah memanas pascameletusnya peristiwa Malari akibat dari penolakan mahasiswa terhadap kedatangan Perdana Menteri Jepang pada saat itu, Kakuei Tanaka.

BACA JUGA:
Melihat dari Dekat Kampoeng Joglo, Wisata Budaya Bernuansa Jawa di Tanjung Lesung Banten

Setiba di Tanah Air bersama Ali Moertopo, Benny langsung menghadap Presiden Soeharto.
Di Istana Negara, Soeharto mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap kinerja intelijen Indonesia. Terutama menangani peristiwa Malari dan membutuhkan tenaga baru yang cocok.
Marsekal Muda Purnawirawan Teddy Rusdy, tangan kanan Benny mengatakan operasi intelijen terimbas persaingan dari Ali Moertopo yang saat itu menjabat sebagai Kepala Operasi Khusus Badan Koordinasi Intelijen Negara (BAKIN) dan Wakil Pangab Jenderal TNI Soemitro. Akibat nya fungsi intelijen tidak efektif.&amp;ldquo;Benny dihadirkan untuk meredam persaingan serta menata ulang sistem intelijen Indonesia,&amp;rdquo; ujar Teddy.

Presiden Soeharto menugaskan Benny untuk membangun badan intelijen baru, yaitu Pusat Intelijen Strategis (PUSINTELSTRAT) sebagai pengembangan Satuan Tugas Intelijen Hankam.

Tujuannya adalah untuk menghadapi berbagai ancaman strategis dan menjalin komunikasi langsung dengan atase pertahanan RI di seluruh dunia.

Karier Benny Moerdani pun moncer hingga menjadi salah satu prajurit kesayangan dari penguasa Orde Baru itu. Meski demikian, hubungan antara Benny Moerdani dan Presiden Soeharto diketahui merenggang di akhir-akhir jatuhnya rezim Orde Baru.

</content:encoded></item></channel></rss>
