<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Usut Hoaks Panglima TNI Dukung Anies Nyapres, Polda Metro: Laporannya Kita Terima</title><description>Ia mengungkap, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan jajaran TNI dalam mengusut perkara tersebut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/26/337/2820214/usut-hoaks-panglima-tni-dukung-anies-nyapres-polda-metro-laporannya-kita-terima</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/05/26/337/2820214/usut-hoaks-panglima-tni-dukung-anies-nyapres-polda-metro-laporannya-kita-terima"/><item><title>Usut Hoaks Panglima TNI Dukung Anies Nyapres, Polda Metro: Laporannya Kita Terima</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/26/337/2820214/usut-hoaks-panglima-tni-dukung-anies-nyapres-polda-metro-laporannya-kita-terima</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/05/26/337/2820214/usut-hoaks-panglima-tni-dukung-anies-nyapres-polda-metro-laporannya-kita-terima</guid><pubDate>Jum'at 26 Mei 2023 06:26 WIB</pubDate><dc:creator>Riana Rizkia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/26/337/2820214/usut-hoaks-panglima-tni-dukung-anies-nyapres-polda-metro-laporannya-kita-terima-lZEaUWTYht.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Trunoyudo (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/26/337/2820214/usut-hoaks-panglima-tni-dukung-anies-nyapres-polda-metro-laporannya-kita-terima-lZEaUWTYht.jpg</image><title>Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Trunoyudo (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8yNS8xOS8xNjY1NTAvNS94OGw4c3V3&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, pihaknya mulai mengusut kasus penyebaran video hoaks yang menarasikan dukungan Panglima TNI Laksamana Yudo Margono atas pencapresan Anies Baswedan.
&quot;Secara laporan kita sudah terima. Tentu proses awal pra-pelaporan ada konsultasi atau kajian. Setelah kita kaji, kita terima laporannya, kita juga akan telaah lebih dalam lagi untuk melakukan proses penyelidikan. Tahap saat ini masih dalam tahap penyelidikan,&quot; kata Trunoyudo kepada wartawan, Kamis (25/5/2023).
Trunoyudo mengatakan, kasus tersebut tengah ditangani Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. Ia mengungkap, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan jajaran TNI dalam mengusut perkara tersebut.
&quot;Tahap saat ini masih dalam tahap penyelidikan kemudian himbauan sama-sama tunggu perkembangan kasus ITE nanti dari Krimsus akan sampaikan perkembangan,&quot; katanya.
&quot;Tentunya dalam proses pengambilan keterangan verbal dan lain-lain, tentu akan dilakukan upaya ini secara maksimal oleh penyidik,&quot; sambungnya.Sebelumnya, Advokat Merdeka Pembela Rakyat (Ampera) melaporkan kanal pengunggah video diduga hoaks dengan nama 'Menara Istana' ke Polda Metro Jaya. Laporan tersebut sudah teregister dengan nomor LP/B/2802/V/2023/SPKT Polda Metro Jaya.

&quot;Melaporkan akun YouTube namanya Menara Istana, yang kontennya itu adalah menyebarkan berita bohong,&quot; kata Kuasa hukum pelapor, Mualimin, di Polda Metro Jaya, Senin (22/5/2023).

Dalam video yang diunggah kanal YouTube tersebut, kata Mualimin, Panglima TNI dinarasikan seolah-olah memimpin pasukan mendukung Anies Baswedan sebagai calon presiden.

&quot;Oleh karenanya, ketika berita hoaks semacam ini menyebar di masyarakat, yang kami takutkan hanya menciptakan keonaran,&quot; ujarnya.

Pelaporan itu, kata Mualimin, juga dibuat karena TNI tidak mempunyai wewenang untuk melakukan penindakan. Sebab terduga pelaku bukan merupakan prajurit TNI, melainkan masyarakat sipil.

&quot;Jadi jangan dibalik. Jangan sampai TNI mencari sendiri pelakunya lalu nanti setelah ditindak baru diserahkan ke kepolisian,&quot; ucapnya.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8yNS8xOS8xNjY1NTAvNS94OGw4c3V3&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, pihaknya mulai mengusut kasus penyebaran video hoaks yang menarasikan dukungan Panglima TNI Laksamana Yudo Margono atas pencapresan Anies Baswedan.
&quot;Secara laporan kita sudah terima. Tentu proses awal pra-pelaporan ada konsultasi atau kajian. Setelah kita kaji, kita terima laporannya, kita juga akan telaah lebih dalam lagi untuk melakukan proses penyelidikan. Tahap saat ini masih dalam tahap penyelidikan,&quot; kata Trunoyudo kepada wartawan, Kamis (25/5/2023).
Trunoyudo mengatakan, kasus tersebut tengah ditangani Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. Ia mengungkap, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan jajaran TNI dalam mengusut perkara tersebut.
&quot;Tahap saat ini masih dalam tahap penyelidikan kemudian himbauan sama-sama tunggu perkembangan kasus ITE nanti dari Krimsus akan sampaikan perkembangan,&quot; katanya.
&quot;Tentunya dalam proses pengambilan keterangan verbal dan lain-lain, tentu akan dilakukan upaya ini secara maksimal oleh penyidik,&quot; sambungnya.Sebelumnya, Advokat Merdeka Pembela Rakyat (Ampera) melaporkan kanal pengunggah video diduga hoaks dengan nama 'Menara Istana' ke Polda Metro Jaya. Laporan tersebut sudah teregister dengan nomor LP/B/2802/V/2023/SPKT Polda Metro Jaya.

&quot;Melaporkan akun YouTube namanya Menara Istana, yang kontennya itu adalah menyebarkan berita bohong,&quot; kata Kuasa hukum pelapor, Mualimin, di Polda Metro Jaya, Senin (22/5/2023).

Dalam video yang diunggah kanal YouTube tersebut, kata Mualimin, Panglima TNI dinarasikan seolah-olah memimpin pasukan mendukung Anies Baswedan sebagai calon presiden.

&quot;Oleh karenanya, ketika berita hoaks semacam ini menyebar di masyarakat, yang kami takutkan hanya menciptakan keonaran,&quot; ujarnya.

Pelaporan itu, kata Mualimin, juga dibuat karena TNI tidak mempunyai wewenang untuk melakukan penindakan. Sebab terduga pelaku bukan merupakan prajurit TNI, melainkan masyarakat sipil.

&quot;Jadi jangan dibalik. Jangan sampai TNI mencari sendiri pelakunya lalu nanti setelah ditindak baru diserahkan ke kepolisian,&quot; ucapnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
