<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Aliran Dana Narkoba ke Pemilu 2024, Kabareskrim: Berantas Tuntas sampai Akarnya!</title><description>Hal ini disampaikan Kabareskrim dalam rapat kerja teknis (Rakernis) Direktorat Tindak Pidana Umum di Bali.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/26/337/2820348/aliran-dana-narkoba-ke-pemilu-2024-kabareskrim-berantas-tuntas-sampai-akarnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/05/26/337/2820348/aliran-dana-narkoba-ke-pemilu-2024-kabareskrim-berantas-tuntas-sampai-akarnya"/><item><title>Aliran Dana Narkoba ke Pemilu 2024, Kabareskrim: Berantas Tuntas sampai Akarnya!</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/26/337/2820348/aliran-dana-narkoba-ke-pemilu-2024-kabareskrim-berantas-tuntas-sampai-akarnya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/05/26/337/2820348/aliran-dana-narkoba-ke-pemilu-2024-kabareskrim-berantas-tuntas-sampai-akarnya</guid><pubDate>Jum'at 26 Mei 2023 11:01 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/26/337/2820348/aliran-dana-narkoba-ke-pemilu-2024-kabareskrim-berantas-tuntas-sampai-ke-akarnya-fV0D56c9HV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kabareskrim Komjen Pol Agus Andrianto (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/26/337/2820348/aliran-dana-narkoba-ke-pemilu-2024-kabareskrim-berantas-tuntas-sampai-ke-akarnya-fV0D56c9HV.jpg</image><title>Kabareskrim Komjen Pol Agus Andrianto (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>


JAKARTA - Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto memerintahkan Direktorat Tindak Pidana Narkoba dan jajarannya untuk mewaspadai serta mengantisipasi fenomena narkopolitik, yakni politis terlibat narkoba atau dana politik dari jaringan narkoba.
&amp;ldquo;Saya minta seluruh jajaran reserse narkoba Polri sudah mulai memetakan dan mengantisipasi permasalahan terkait narkoba yang dapat menghambat perhelatan Pemilu 2024,&amp;rdquo; kata Agus dilansir Antara, Jumat (26/5/2023).
Hal ini disampaikan Kabareskrim dalam rapat kerja teknis (Rakernis) Direktorat Tindak Pidana Umum di Bali.
Menurut Agus, menjelang pemilihan umum (Pemilu) 2024 salah satu permasalahan yang diantisipasi adalah politisi yang terlibat narkoba.

BACA JUGA:
Erick Thohir Resmikan Logo Baru Pelni Setelah 71 Tahun, Ini Maknanya

Ia menyebut, keterlibatan politisi dalam penyalahgunaan narkoba sudah jelas melanggar etika dan norma, bahkan dimungkinkan terdapat peredaran narkoba yang melibatkan politisi dalam memanfaatkan keuntungannya untuk mendukung kegiatan politiknya.

BACA JUGA:
Cegah Lonjakan Harga, Impor Bawang Putih Jadi Solusi?

&amp;ldquo;Menyikapi hal tersebut, Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri beserta jajaran diharapkan dapat menyiapkan strategi dan memanfaatkan teknologi yang dimiliki untuk mencegah terjadinya fenomena narkopolitik,&amp;rdquo; kata jenderal bintang tiga itu.Mantan Kabaharkam Polri itu juga memerintahkan jajaran melaksanakan penegakan hukum secara profesional, berkeadilan dan berintegrasi.
&amp;ldquo;Antisipasi adanya penggunaan sumber dana dari peredaran narkoba untuk kegiatan pemilu,&amp;rdquo; kata Agus.
Dalam amanatnya, Agus juga meminta jajarannya untuk meningkatkan hubungan dan kerja sama yang baik antar pemangku kepentingan terkait dalam penyelenggaraan Pemilu melalui komunikasi, koordinasi dan kolaborasi dalam mewujudkan pemilu yang kondusif.
&amp;ldquo;Terus upaya pemberantasan narkoba secara tuntas sampai ke akarnya, perlu di sadari dengan tindakan tersebut telah meningkatkan tingkat kepercayaan publik terhadap Polri dan menjadi ladang amal bagi personel dan institusi Polri,&amp;rdquo; kata Agus.</description><content:encoded>


JAKARTA - Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto memerintahkan Direktorat Tindak Pidana Narkoba dan jajarannya untuk mewaspadai serta mengantisipasi fenomena narkopolitik, yakni politis terlibat narkoba atau dana politik dari jaringan narkoba.
&amp;ldquo;Saya minta seluruh jajaran reserse narkoba Polri sudah mulai memetakan dan mengantisipasi permasalahan terkait narkoba yang dapat menghambat perhelatan Pemilu 2024,&amp;rdquo; kata Agus dilansir Antara, Jumat (26/5/2023).
Hal ini disampaikan Kabareskrim dalam rapat kerja teknis (Rakernis) Direktorat Tindak Pidana Umum di Bali.
Menurut Agus, menjelang pemilihan umum (Pemilu) 2024 salah satu permasalahan yang diantisipasi adalah politisi yang terlibat narkoba.

BACA JUGA:
Erick Thohir Resmikan Logo Baru Pelni Setelah 71 Tahun, Ini Maknanya

Ia menyebut, keterlibatan politisi dalam penyalahgunaan narkoba sudah jelas melanggar etika dan norma, bahkan dimungkinkan terdapat peredaran narkoba yang melibatkan politisi dalam memanfaatkan keuntungannya untuk mendukung kegiatan politiknya.

BACA JUGA:
Cegah Lonjakan Harga, Impor Bawang Putih Jadi Solusi?

&amp;ldquo;Menyikapi hal tersebut, Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri beserta jajaran diharapkan dapat menyiapkan strategi dan memanfaatkan teknologi yang dimiliki untuk mencegah terjadinya fenomena narkopolitik,&amp;rdquo; kata jenderal bintang tiga itu.Mantan Kabaharkam Polri itu juga memerintahkan jajaran melaksanakan penegakan hukum secara profesional, berkeadilan dan berintegrasi.
&amp;ldquo;Antisipasi adanya penggunaan sumber dana dari peredaran narkoba untuk kegiatan pemilu,&amp;rdquo; kata Agus.
Dalam amanatnya, Agus juga meminta jajarannya untuk meningkatkan hubungan dan kerja sama yang baik antar pemangku kepentingan terkait dalam penyelenggaraan Pemilu melalui komunikasi, koordinasi dan kolaborasi dalam mewujudkan pemilu yang kondusif.
&amp;ldquo;Terus upaya pemberantasan narkoba secara tuntas sampai ke akarnya, perlu di sadari dengan tindakan tersebut telah meningkatkan tingkat kepercayaan publik terhadap Polri dan menjadi ladang amal bagi personel dan institusi Polri,&amp;rdquo; kata Agus.</content:encoded></item></channel></rss>
