<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Perempuan Condong Pilih Capres Militer, Pengamat: Mereka Sukai Prabowo Subianto</title><description>Salah satunya adalah karena faktor Menteri Pertahanan dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/26/337/2820451/perempuan-condong-pilih-capres-militer-pengamat-mereka-sukai-prabowo-subianto</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/05/26/337/2820451/perempuan-condong-pilih-capres-militer-pengamat-mereka-sukai-prabowo-subianto"/><item><title> Perempuan Condong Pilih Capres Militer, Pengamat: Mereka Sukai Prabowo Subianto</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/26/337/2820451/perempuan-condong-pilih-capres-militer-pengamat-mereka-sukai-prabowo-subianto</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/05/26/337/2820451/perempuan-condong-pilih-capres-militer-pengamat-mereka-sukai-prabowo-subianto</guid><pubDate>Jum'at 26 Mei 2023 13:55 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/26/337/2820451/perempuan-condong-pilih-capres-militer-pengamat-mereka-sukai-prabowo-subianto-oWURDoLjq5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Prabowo Subianto (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/26/337/2820451/perempuan-condong-pilih-capres-militer-pengamat-mereka-sukai-prabowo-subianto-oWURDoLjq5.jpg</image><title>Prabowo Subianto (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8yNi83LzE2NjU2MC81L3g4bDlmcDc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Komunikonten Hariqo Satria menyoroti hasil survei Litbang Kompas yang menunjukkan bahwa mayoritas pemilih perempuan, atau sebanyak 20,9% menginginkan capres berlatar belakang militer dari yang sebelumnya menginginkan berlatar belakang kepala daerah.
Berdasarkan survei itu, pemilih perempuan juga kini condong memilih karakter pemimpin yang berwibawa dan tegas sebagai kriteria utama ketimbang sebelumnya yang merakyat dan sederhana.
Hariqo mengatakan ada sejumlah alasan dari pergeseran itu. Salah satunya adalah karena faktor Menteri Pertahanan dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

BACA JUGA:
Lihai Melihat Peluang Joko Asori Sukses Usaha Keripik Tempe, Kini 70 Kg Ludes Setiap Hari&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Meningkatnya pilihan pada latar belakang militer ya karena mereka menyukai Prabowo Subianto,&amp;rdquo; kata Hariqo.

BACA JUGA:
Lihai Melihat Peluang Joko Asori Sukses Usaha Keripik Tempe, Kini 70 Kg Ludes Setiap Hari&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Hariqo juga menyoroti dari pandangan atas organisasi TNI di balik meningkatnya keinginan perempuan agar Indonesia dipimpin oleh presiden berlatar belakang militer.
&amp;ldquo;Karena TNI adalah lembaga yang paling dipercaya oleh masyarakat. Ini tergambar di berbagai survei lainnya juga,&amp;rdquo; ucapnya.Faktor lain yang juga disorot Hariqo yakni fenomena banyaknya kepala daerah yang tersandung kasus korupsi.

&amp;ldquo;Mereka tak lagi ingin dipimpin latar belakang kepala daerah karena banyak kasus korupsi dan kepala daerah dianggap tidak memenuhi janji-janji saat kampanye.&amp;rdquo; kata Hariqo.

Adapun, pemilih perempuan cenderung menyadari adanya ketidakpastian situasi dunia dan nasional saat ini karena perang yang berkepanjangan di Rusia dan Ukraina yang mempengaruhi kehidupan di dalam negeri Indonesia sendiri.

&amp;ldquo;Perang Rusia dan Ukraina, ancaman di Laut Cina Selatan, ulah KKB di Papua, masih adanya potensi ancaman dari kelompok radikal di Indonesia, kekhawatiran Indonesia akan terbelah dan sebagainya,&amp;rdquo; jelas Hariqo.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8yNi83LzE2NjU2MC81L3g4bDlmcDc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Komunikonten Hariqo Satria menyoroti hasil survei Litbang Kompas yang menunjukkan bahwa mayoritas pemilih perempuan, atau sebanyak 20,9% menginginkan capres berlatar belakang militer dari yang sebelumnya menginginkan berlatar belakang kepala daerah.
Berdasarkan survei itu, pemilih perempuan juga kini condong memilih karakter pemimpin yang berwibawa dan tegas sebagai kriteria utama ketimbang sebelumnya yang merakyat dan sederhana.
Hariqo mengatakan ada sejumlah alasan dari pergeseran itu. Salah satunya adalah karena faktor Menteri Pertahanan dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

BACA JUGA:
Lihai Melihat Peluang Joko Asori Sukses Usaha Keripik Tempe, Kini 70 Kg Ludes Setiap Hari&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Meningkatnya pilihan pada latar belakang militer ya karena mereka menyukai Prabowo Subianto,&amp;rdquo; kata Hariqo.

BACA JUGA:
Lihai Melihat Peluang Joko Asori Sukses Usaha Keripik Tempe, Kini 70 Kg Ludes Setiap Hari&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Hariqo juga menyoroti dari pandangan atas organisasi TNI di balik meningkatnya keinginan perempuan agar Indonesia dipimpin oleh presiden berlatar belakang militer.
&amp;ldquo;Karena TNI adalah lembaga yang paling dipercaya oleh masyarakat. Ini tergambar di berbagai survei lainnya juga,&amp;rdquo; ucapnya.Faktor lain yang juga disorot Hariqo yakni fenomena banyaknya kepala daerah yang tersandung kasus korupsi.

&amp;ldquo;Mereka tak lagi ingin dipimpin latar belakang kepala daerah karena banyak kasus korupsi dan kepala daerah dianggap tidak memenuhi janji-janji saat kampanye.&amp;rdquo; kata Hariqo.

Adapun, pemilih perempuan cenderung menyadari adanya ketidakpastian situasi dunia dan nasional saat ini karena perang yang berkepanjangan di Rusia dan Ukraina yang mempengaruhi kehidupan di dalam negeri Indonesia sendiri.

&amp;ldquo;Perang Rusia dan Ukraina, ancaman di Laut Cina Selatan, ulah KKB di Papua, masih adanya potensi ancaman dari kelompok radikal di Indonesia, kekhawatiran Indonesia akan terbelah dan sebagainya,&amp;rdquo; jelas Hariqo.</content:encoded></item></channel></rss>
