<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Di Tahanan, Pengacara Sebut Shane Lukas Pernah Diberi Uang Rp1,5 Juta dan Handphone</title><description>Bahkan, Shane sempat hendak diberikan uang Rp1,5 juta dan handphone.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/26/338/2820711/di-tahanan-pengacara-sebut-shane-lukas-pernah-diberi-uang-rp1-5-juta-dan-handphone</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/05/26/338/2820711/di-tahanan-pengacara-sebut-shane-lukas-pernah-diberi-uang-rp1-5-juta-dan-handphone"/><item><title>Di Tahanan, Pengacara Sebut Shane Lukas Pernah Diberi Uang Rp1,5 Juta dan Handphone</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/26/338/2820711/di-tahanan-pengacara-sebut-shane-lukas-pernah-diberi-uang-rp1-5-juta-dan-handphone</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/05/26/338/2820711/di-tahanan-pengacara-sebut-shane-lukas-pernah-diberi-uang-rp1-5-juta-dan-handphone</guid><pubDate>Jum'at 26 Mei 2023 19:32 WIB</pubDate><dc:creator>Ari Sandita Murti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/26/338/2820711/di-tahanan-pengacara-sebut-shane-lukas-pernah-diberi-uang-rp1-5-juta-dan-handphone-vOLLNGbbYS.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Shane dan Mario/Foto: MPI</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/26/338/2820711/di-tahanan-pengacara-sebut-shane-lukas-pernah-diberi-uang-rp1-5-juta-dan-handphone-vOLLNGbbYS.jpeg</image><title>Shane dan Mario/Foto: MPI</title></images><description>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8yNi8xLzE2NjU2OC81L3g4bDl0NDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Pengacara Shane Lukas, Happy Sihombing mengatakan, kliennya pernah didatangi oleh orang yang mengaku-aku sebagai keluarganya selama di rutan Polda Metro Jaya. Bahkan, Shane sempat hendak diberikan uang Rp1,5 juta dan handphone.



&quot;Jadi, ada orang mau kunjungi Shane, dia mengaku-aku keluarga dan memberikan uang Rp1,5 juta dan handphone,&quot; ujar Happy pada wartawan, Jumat (26/5/2023).

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pemilu Harus Ramah Disabilitas


Menurutnya, orang yang hendak memberikan uang dan handphone tersebut merupakan orang tak dikenal, yang mana Shane pun tak mengenalinya.



Dia sebagai pengacara Shane juga sudah pernah mengatakan pada kliennya itu untuk menolak siapa pun orang tak dikenal yang datang, apalagi sampai memberikan sesuatu.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Podcast Aksi Nyata: Bisakah Aturan Wajib Miliki Garasi Sebelum Punya Mobil Berlaku di Indonesia?


&quot;Saya sudah katakan ke Shane siap apun yang datang dan memberikan sesuatu tolak dan syukur petugas Tahti di Polda itu langsung kembalikan, tapi kebetulan orang itu kabur, tapi setelah dikembalikan itu uang Rp 1,5 juta dan handphone itu diambil orang lain,&quot; tuturnya.




Dia menambahkan, setelah dikembalikan ke petugas Tahanan dan Barang Bukti Polda Metro Jaya, uang dan handphone tersebut lantas diambil orang tak dikenal pula. Namun, dia tak tahu siapa orang tersebut dan apa maksud pemberian uang dan handphone itu pada Shane.







&quot;Dia berikan ke Shane handphone dan uang untuk apa kami juga tak tahu apa maksud dan tujuannya, beberapa waktu lalu,&quot; katanya.







</description><content:encoded>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8yNi8xLzE2NjU2OC81L3g4bDl0NDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Pengacara Shane Lukas, Happy Sihombing mengatakan, kliennya pernah didatangi oleh orang yang mengaku-aku sebagai keluarganya selama di rutan Polda Metro Jaya. Bahkan, Shane sempat hendak diberikan uang Rp1,5 juta dan handphone.



&quot;Jadi, ada orang mau kunjungi Shane, dia mengaku-aku keluarga dan memberikan uang Rp1,5 juta dan handphone,&quot; ujar Happy pada wartawan, Jumat (26/5/2023).

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pemilu Harus Ramah Disabilitas


Menurutnya, orang yang hendak memberikan uang dan handphone tersebut merupakan orang tak dikenal, yang mana Shane pun tak mengenalinya.



Dia sebagai pengacara Shane juga sudah pernah mengatakan pada kliennya itu untuk menolak siapa pun orang tak dikenal yang datang, apalagi sampai memberikan sesuatu.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Podcast Aksi Nyata: Bisakah Aturan Wajib Miliki Garasi Sebelum Punya Mobil Berlaku di Indonesia?


&quot;Saya sudah katakan ke Shane siap apun yang datang dan memberikan sesuatu tolak dan syukur petugas Tahti di Polda itu langsung kembalikan, tapi kebetulan orang itu kabur, tapi setelah dikembalikan itu uang Rp 1,5 juta dan handphone itu diambil orang lain,&quot; tuturnya.




Dia menambahkan, setelah dikembalikan ke petugas Tahanan dan Barang Bukti Polda Metro Jaya, uang dan handphone tersebut lantas diambil orang tak dikenal pula. Namun, dia tak tahu siapa orang tersebut dan apa maksud pemberian uang dan handphone itu pada Shane.







&quot;Dia berikan ke Shane handphone dan uang untuk apa kami juga tak tahu apa maksud dan tujuannya, beberapa waktu lalu,&quot; katanya.







</content:encoded></item></channel></rss>
