<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Viral Ibu Paruh Baya Digendong ke Rumah Sakit Akibat Jalan Rusak Parah di Muratara</title><description>Selain itu, tampak banyak orang lain yang terlihat dalam dalam video tersebut dengan kondisi jalanan yang rusak parah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/26/610/2820285/viral-ibu-paruh-baya-digendong-ke-rumah-sakit-akibat-jalan-rusak-parah-di-muratara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/05/26/610/2820285/viral-ibu-paruh-baya-digendong-ke-rumah-sakit-akibat-jalan-rusak-parah-di-muratara"/><item><title>Viral Ibu Paruh Baya Digendong ke Rumah Sakit Akibat Jalan Rusak Parah di Muratara</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/26/610/2820285/viral-ibu-paruh-baya-digendong-ke-rumah-sakit-akibat-jalan-rusak-parah-di-muratara</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/05/26/610/2820285/viral-ibu-paruh-baya-digendong-ke-rumah-sakit-akibat-jalan-rusak-parah-di-muratara</guid><pubDate>Jum'at 26 Mei 2023 09:14 WIB</pubDate><dc:creator>Era Neizma Wedya</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/26/610/2820285/viral-ibu-paruh-baya-digendong-ke-rumah-sakit-akibat-jalan-rusak-parah-di-muratara-RzBaaR2qA4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Perempuan sakit digendong karena jalan rusak (Foto: tangkapan layar)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/26/610/2820285/viral-ibu-paruh-baya-digendong-ke-rumah-sakit-akibat-jalan-rusak-parah-di-muratara-RzBaaR2qA4.jpg</image><title>Perempuan sakit digendong karena jalan rusak (Foto: tangkapan layar)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8yNi8yMC8xNjY1NTUvNS94OGw5YW80&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
MURATARA - Video seorang ibu-ibu yang sakit terpaksa digendong oleh keluarganya, akibat&amp;nbsp;jalan rusak&amp;nbsp;yang tak bisa dilalui kendaraan di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) viral di media sosial (medsos) Facebook.
Adapun penggunggah video tersebut Ira Dina, Selasa 23 Mei 2023 pukul 22.12 WIB lalu.
Dalam video berdurasi 0,30 menit itu, terlihat seorang lelaki menggendong wanita yang tengah sakit. Sementara di belakangnya tampak 2 orang yang membantu memegangi ibu tersebut.
Selain itu, tampak banyak orang lain yang terlihat dalam dalam video tersebut dengan kondisi jalanan yang rusak parah.

BACA JUGA:
 Polda Metro Jaya Bakal Gelar Street Race

Ira Dina pun menuliskan mengenai kondisi jalan dari Translok menuju Desa Pauh Kecamatan Rawas Ilir Kabupaten Muratara.
Dia mengatakan bahwa karena jalan rusak, harus membawa orang sakit dengan cara digendong. Ia pun meminta Bupati Muratara untuk turun ke lokasi.

BACA JUGA:
Fenomena El Nino, KSP Pantau Tanggap Bencana Cegah Karhutla di Kalbar

Selain video, ia juga menunjukkan foto-foto jalan yang rusak. Juga kondisi terakhir ibu yang sakit, ketika sudah menjalani perawatan di puskesmas.
&amp;ldquo;Inilah kondisi Jalan Translok menuju Desa Pauh, jalan hancur karno jonderr untuk kepentingan pribadi, bukan untuk kepentingan umum. Mohon Perhatian nya untuk bapak Bupati. Inilah buktinya bawa orang sakit dari Translok menuju Desa Pauh dengan kondisi jalan seperti ini,&amp;rdquo; tulis Ira Dina dikutip Jumat 26 Mei 2023.Kepala Puskesmas Pauh, dr Arnida menjelaskan bahwa wilayah Translok Pauh masuk ke dalam area pelayanan puskesmas yang saat ini dia pimpin.

Dia membenaekan bahwa memang ada pasien dari Translok yang tengah dirawat. Namanya, Baiti (59). &amp;ldquo;Ambulans tidak bisa masuk ke sana, jembatannya putus, jalannya rusak,&amp;rdquo; katanya.

Saat ini, pasien tersebut masih dirawat di Puskemas Pauh. Baiti mengalami gejala stroke dan membutuhkan pelayanan intensif.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8yNi8yMC8xNjY1NTUvNS94OGw5YW80&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
MURATARA - Video seorang ibu-ibu yang sakit terpaksa digendong oleh keluarganya, akibat&amp;nbsp;jalan rusak&amp;nbsp;yang tak bisa dilalui kendaraan di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) viral di media sosial (medsos) Facebook.
Adapun penggunggah video tersebut Ira Dina, Selasa 23 Mei 2023 pukul 22.12 WIB lalu.
Dalam video berdurasi 0,30 menit itu, terlihat seorang lelaki menggendong wanita yang tengah sakit. Sementara di belakangnya tampak 2 orang yang membantu memegangi ibu tersebut.
Selain itu, tampak banyak orang lain yang terlihat dalam dalam video tersebut dengan kondisi jalanan yang rusak parah.

BACA JUGA:
 Polda Metro Jaya Bakal Gelar Street Race

Ira Dina pun menuliskan mengenai kondisi jalan dari Translok menuju Desa Pauh Kecamatan Rawas Ilir Kabupaten Muratara.
Dia mengatakan bahwa karena jalan rusak, harus membawa orang sakit dengan cara digendong. Ia pun meminta Bupati Muratara untuk turun ke lokasi.

BACA JUGA:
Fenomena El Nino, KSP Pantau Tanggap Bencana Cegah Karhutla di Kalbar

Selain video, ia juga menunjukkan foto-foto jalan yang rusak. Juga kondisi terakhir ibu yang sakit, ketika sudah menjalani perawatan di puskesmas.
&amp;ldquo;Inilah kondisi Jalan Translok menuju Desa Pauh, jalan hancur karno jonderr untuk kepentingan pribadi, bukan untuk kepentingan umum. Mohon Perhatian nya untuk bapak Bupati. Inilah buktinya bawa orang sakit dari Translok menuju Desa Pauh dengan kondisi jalan seperti ini,&amp;rdquo; tulis Ira Dina dikutip Jumat 26 Mei 2023.Kepala Puskesmas Pauh, dr Arnida menjelaskan bahwa wilayah Translok Pauh masuk ke dalam area pelayanan puskesmas yang saat ini dia pimpin.

Dia membenaekan bahwa memang ada pasien dari Translok yang tengah dirawat. Namanya, Baiti (59). &amp;ldquo;Ambulans tidak bisa masuk ke sana, jembatannya putus, jalannya rusak,&amp;rdquo; katanya.

Saat ini, pasien tersebut masih dirawat di Puskemas Pauh. Baiti mengalami gejala stroke dan membutuhkan pelayanan intensif.

</content:encoded></item></channel></rss>
