<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Diduga Kelelahan, Paus Fransiskus Batalkan Semua Pertemuan Penting karena Demam</title><description>Kantor pers Vatikan tidak memberikan perincian lebih lanjut tentang penyakit Paus.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/27/18/2820994/diduga-kelelahan-paus-fransiskus-batalkan-semua-pertemuan-penting-karena-demam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/05/27/18/2820994/diduga-kelelahan-paus-fransiskus-batalkan-semua-pertemuan-penting-karena-demam"/><item><title>Diduga Kelelahan, Paus Fransiskus Batalkan Semua Pertemuan Penting karena Demam</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/27/18/2820994/diduga-kelelahan-paus-fransiskus-batalkan-semua-pertemuan-penting-karena-demam</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/05/27/18/2820994/diduga-kelelahan-paus-fransiskus-batalkan-semua-pertemuan-penting-karena-demam</guid><pubDate>Sabtu 27 Mei 2023 15:21 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/27/18/2820994/diduga-kelelahan-paus-fransiskus-batalkan-semua-pertemuan-penting-karena-demam-2RR10EfSTj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Paus Fransiskus (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/27/18/2820994/diduga-kelelahan-paus-fransiskus-batalkan-semua-pertemuan-penting-karena-demam-2RR10EfSTj.jpg</image><title>Paus Fransiskus (Foto: Reuters)</title></images><description>VATIKAN &amp;ndash; Vatikan mengatakan Paus Fransiskus membatalkan semua pertemuan yang dijadwalkan pada Jumat (26/5/2023) pagi karena mengalami demam. Vatikan, sekali lagi meningkatkan kekhawatiran tentang kesehatan Paus berusia 86 tahun itu.

Kantor pers Vatikan tidak memberikan perincian lebih lanjut tentang penyakit Paus.
Menurut kantor berita Italia ANSA, Sekretaris Negara Vatikan, Kardinal Pietro Parolin, mengatakan Paus Fransiskus mengalami kelelahan setelah hari yang sangat intens pada Kamis (25/5/2023).


BACA JUGA:
Bertemu Paus Fransiskus, Zelensky Minta Dukungan untuk Rencana Perdamaian dan Pemulangan Anak-Anak Ukraina

&amp;ldquo;Paus lelah. Kemarin dia mengalami hari yang sangat intens dan melihat banyak orang. Ada pertemuan dengan Scholas Occurrentes dan dia ingin menyapa setiap orang satu per satu. Pada titik tertentu, seseorang menjadi kurang tahan,&amp;rdquo; terangnya.

BACA JUGA:
Paus Fransiskus Serukan Orang Italia Miliki Lebih Banyak Anak, Bukan Hewan Peliharaan

Menurut tim CNN di lapangan, Paus terlihat sehat pada Kamis (25/5/2023) sore di acara siaran langsung dari Vatikan untuk Scholas Occurrentes, jaringan pendidikan internasional yang ia dirikan.

Dia semoat dirawat di rumah sakit pada Maret lalu karena bronkitis tetapi merespon dengan baik terhadap antibiotik.
Ketika meninggalkan rumah sakit pada kesempatan itu, Paus bercanda bahwa dia &amp;ldquo;masih hidup.&amp;rdquo;
Paus - yang sejak muda menderita radang paru-paru parah dan sebagian paru-parunya diangkat - memiliki riwayat masalah medis baru-baru ini.



Dia sering terlihat dengan tongkat dan terkadang menggunakan kursi roda karena sakit di lutut kanannya.



Tahun lalu, dia membatalkan perjalanan ke Republik Demokratik Kongo (DRC) dan Sudan Selatan setelah dokter mengatakan dia mungkin juga harus melewatkan perjalanan selanjutnya ke Kanada kecuali dia setuju untuk menjalani terapi 20 hari lagi dan istirahat untuk lututnya. Dia akhirnya pergi ke DRC dan Sudan Selatan pada Februari lalu.

Paus juga menderita penyakit divertikular, suatu kondisi umum yang dapat menyebabkan peradangan atau infeksi pada usus besar. Pada 2021, dia menjalani operasi pengangkatan sebagian usus besarnya.

</description><content:encoded>VATIKAN &amp;ndash; Vatikan mengatakan Paus Fransiskus membatalkan semua pertemuan yang dijadwalkan pada Jumat (26/5/2023) pagi karena mengalami demam. Vatikan, sekali lagi meningkatkan kekhawatiran tentang kesehatan Paus berusia 86 tahun itu.

Kantor pers Vatikan tidak memberikan perincian lebih lanjut tentang penyakit Paus.
Menurut kantor berita Italia ANSA, Sekretaris Negara Vatikan, Kardinal Pietro Parolin, mengatakan Paus Fransiskus mengalami kelelahan setelah hari yang sangat intens pada Kamis (25/5/2023).


BACA JUGA:
Bertemu Paus Fransiskus, Zelensky Minta Dukungan untuk Rencana Perdamaian dan Pemulangan Anak-Anak Ukraina

&amp;ldquo;Paus lelah. Kemarin dia mengalami hari yang sangat intens dan melihat banyak orang. Ada pertemuan dengan Scholas Occurrentes dan dia ingin menyapa setiap orang satu per satu. Pada titik tertentu, seseorang menjadi kurang tahan,&amp;rdquo; terangnya.

BACA JUGA:
Paus Fransiskus Serukan Orang Italia Miliki Lebih Banyak Anak, Bukan Hewan Peliharaan

Menurut tim CNN di lapangan, Paus terlihat sehat pada Kamis (25/5/2023) sore di acara siaran langsung dari Vatikan untuk Scholas Occurrentes, jaringan pendidikan internasional yang ia dirikan.

Dia semoat dirawat di rumah sakit pada Maret lalu karena bronkitis tetapi merespon dengan baik terhadap antibiotik.
Ketika meninggalkan rumah sakit pada kesempatan itu, Paus bercanda bahwa dia &amp;ldquo;masih hidup.&amp;rdquo;
Paus - yang sejak muda menderita radang paru-paru parah dan sebagian paru-parunya diangkat - memiliki riwayat masalah medis baru-baru ini.



Dia sering terlihat dengan tongkat dan terkadang menggunakan kursi roda karena sakit di lutut kanannya.



Tahun lalu, dia membatalkan perjalanan ke Republik Demokratik Kongo (DRC) dan Sudan Selatan setelah dokter mengatakan dia mungkin juga harus melewatkan perjalanan selanjutnya ke Kanada kecuali dia setuju untuk menjalani terapi 20 hari lagi dan istirahat untuk lututnya. Dia akhirnya pergi ke DRC dan Sudan Selatan pada Februari lalu.

Paus juga menderita penyakit divertikular, suatu kondisi umum yang dapat menyebabkan peradangan atau infeksi pada usus besar. Pada 2021, dia menjalani operasi pengangkatan sebagian usus besarnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
