<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kala Bung Karno Freestyle Pakai Onthel</title><description>Bung Karno memiliki sepeda ontel saat sekolah HBS di Surabaya. Hal itu diketahui dalam buku Total Bung Karno karya Roso Daras.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/28/337/2821389/kala-bung-karno-freestyle-pakai-onthel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/05/28/337/2821389/kala-bung-karno-freestyle-pakai-onthel"/><item><title>Kala Bung Karno Freestyle Pakai Onthel</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/28/337/2821389/kala-bung-karno-freestyle-pakai-onthel</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/05/28/337/2821389/kala-bung-karno-freestyle-pakai-onthel</guid><pubDate>Senin 29 Mei 2023 06:00 WIB</pubDate><dc:creator> Muhammad Fadli Rizal</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/28/337/2821389/kala-bung-karno-freestyle-pakai-onthel-K7Q1fIiZFp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/28/337/2821389/kala-bung-karno-freestyle-pakai-onthel-K7Q1fIiZFp.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8yNC8xOS8xNjY0NjgvNS94OGw2cnht&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Bung Karno memiliki sepeda ontel saat sekolah HBS di Surabaya. Hal itu diketahui dalam buku Total Bung Karno karya Roso Daras.

Salah satu kisah dalam buku itu menceritakan tentang Anwar Cokroaminoto, putra H.O.S. Cokroaminoto yang kala itu masih berusaha tujuh tahun. Ia iseng mengeluarkan sepeda Bung Karno dan menaikinya. Tentu saja tanpa seizin Bung Karno.

Guubbbraaaaakkk&amp;hellip;. Anwar tidak bisa mengendalikan laju sepeda dan menubruk tembok. Sepeda itu pun akhirnya ringsek. Demi melihat suara tubrukan, Bung Karno lari keluar. Matanya terbelalak, jantung berdegup kencang.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Upaya Pembunuhan Presiden di Sholat Idul Adha, Pelaku Terkejut saat Bidik Sukarno Ada Dua

Ia kemudian lihat Anwar berdiri ketakutan dan kesakitan. Sukarno mendelik dan menyepak bokongnya. Anwar pun menangis meraung-raung.

Hati Sukarno sendiri menangis melihat sepeda kesayangan rusak. Apalagi sepeda itu ia beli dengan susah payah.

Beberapa tahun kemudian, ketika Sukarno sudah menjadi tokoh pergerakan, mengetuai organisasi, mendapat honorarium. Ia kembali membeli sepeda. Tapi bukan untuk dirinya, melainkan untuk si Anwar.

Mungkin ia merasa bersalah karena dulu telah menyepak bokong Anwar karena marah.

Sukarno merupakan pengendara sepeda yang baik. Dalam beberapa kunjungan ke luar negeri, ia bahkan menjajal sepeda-sepeda onthel kebanggaan negara itu.

Salah satu foto bahkan menunjukkan freestyle onthel ala Bung Karno. Ia bisa menghentikan sepeda, tanpa menjejakkan kaki ke bumi, badan membungkuk dan memegang roda depan.

Zaman dahulu pun, freestyle sudah ada. Bedanya, kalau dulu menggunakan sepeda onthel, sekarang memakai sepeda gunung.


</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8yNC8xOS8xNjY0NjgvNS94OGw2cnht&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Bung Karno memiliki sepeda ontel saat sekolah HBS di Surabaya. Hal itu diketahui dalam buku Total Bung Karno karya Roso Daras.

Salah satu kisah dalam buku itu menceritakan tentang Anwar Cokroaminoto, putra H.O.S. Cokroaminoto yang kala itu masih berusaha tujuh tahun. Ia iseng mengeluarkan sepeda Bung Karno dan menaikinya. Tentu saja tanpa seizin Bung Karno.

Guubbbraaaaakkk&amp;hellip;. Anwar tidak bisa mengendalikan laju sepeda dan menubruk tembok. Sepeda itu pun akhirnya ringsek. Demi melihat suara tubrukan, Bung Karno lari keluar. Matanya terbelalak, jantung berdegup kencang.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Upaya Pembunuhan Presiden di Sholat Idul Adha, Pelaku Terkejut saat Bidik Sukarno Ada Dua

Ia kemudian lihat Anwar berdiri ketakutan dan kesakitan. Sukarno mendelik dan menyepak bokongnya. Anwar pun menangis meraung-raung.

Hati Sukarno sendiri menangis melihat sepeda kesayangan rusak. Apalagi sepeda itu ia beli dengan susah payah.

Beberapa tahun kemudian, ketika Sukarno sudah menjadi tokoh pergerakan, mengetuai organisasi, mendapat honorarium. Ia kembali membeli sepeda. Tapi bukan untuk dirinya, melainkan untuk si Anwar.

Mungkin ia merasa bersalah karena dulu telah menyepak bokong Anwar karena marah.

Sukarno merupakan pengendara sepeda yang baik. Dalam beberapa kunjungan ke luar negeri, ia bahkan menjajal sepeda-sepeda onthel kebanggaan negara itu.

Salah satu foto bahkan menunjukkan freestyle onthel ala Bung Karno. Ia bisa menghentikan sepeda, tanpa menjejakkan kaki ke bumi, badan membungkuk dan memegang roda depan.

Zaman dahulu pun, freestyle sudah ada. Bedanya, kalau dulu menggunakan sepeda onthel, sekarang memakai sepeda gunung.


</content:encoded></item></channel></rss>
