<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Siap Negosiasi Damai dengan Ukraina, Rusia Ajukan 2 Syarat</title><description>Kelin tidak menutup kemungkinan pembicaraan damai Rusia dan Ukraina.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/29/18/2821710/siap-negosiasi-damai-dengan-ukraina-rusia-ajukan-2-syarat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/05/29/18/2821710/siap-negosiasi-damai-dengan-ukraina-rusia-ajukan-2-syarat"/><item><title>Siap Negosiasi Damai dengan Ukraina, Rusia Ajukan 2 Syarat</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/29/18/2821710/siap-negosiasi-damai-dengan-ukraina-rusia-ajukan-2-syarat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/05/29/18/2821710/siap-negosiasi-damai-dengan-ukraina-rusia-ajukan-2-syarat</guid><pubDate>Senin 29 Mei 2023 12:27 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/29/18/2821710/siap-negosiasi-damai-dengan-ukraina-rusia-ajukan-2-syarat-OHhOLvDGF2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Reuters.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/29/18/2821710/siap-negosiasi-damai-dengan-ukraina-rusia-ajukan-2-syarat-OHhOLvDGF2.jpg</image><title>Foto: Reuters.</title></images><description>LONDON - Rusia siap untuk mengadakan pembicaraan damai dengan Ukraina namun tidak tanpa syarat, kata Duta Besar Rusia untuk Inggris Andrey Kelin dalam wawancara dengan BBC pada Minggu, (28/5/2023).

BACA JUGA:
Ukraina Bersiap Lancarkan Serangan Balasan Besar-besaran, Rebut Kembali Wilayah yang Dikuasai Rusia

&quot;Kami menginginkan perdamaian, namun tentu saja ada syarat tertentu. Bagi kami, ada dua hal penting. Bahwa tidak akan ada ancaman dari Ukraina terhadap Rusia, ini yang pertama. Yang kedua, warga Rusia yang tinggal di Ukraina mesti diperlakukan seperti bangsa lain di dunia,&quot; kata Kelin sebagaimana dilansir dari ANTARA.
Kelin mencontohkan perlakuan warga keturunan Prancis di Belgia atau perlakuan terhadap warga keturunan Italia dan Jerman di Swiss, yang semuanya diperlakukan sama di negaranya masing-masing.
Sebaliknya, Kelin menyebut perkembangan yang terjadi di Ukraina dalam beberapa tahun belakangan yang dinilainya  sebagai &quot;nasionalisme ekstrem&quot; adalah pelanggaran berat terhadap Deklarasi Hak Asasi Manusia.

BACA JUGA:
Rusia Lancarkan Serangan Drone Terbesar ke Kyiv, Lebih dari 50 Pesawat Ditembak Jatuh

Menurut Kelin, tujuan militer Rusia saat ini adalah membebaskan Donbass dari pendudukan. Dia menepis anggapan bahwa Ukraina akan berhasil yang disebutnya sama sekali tak berdasar.

&quot;Kita bisa berdamai esok, jika pihak Ukraina siap bernegosiasi, tapi saya khawatir saat ini tidak ada prasyarat untuk itu, karena Presiden Ukraina mengharamkan negosiasi apa pun,&quot; kata diplomat Rusia itu.
Kelin tak beranggapan mendinginkan konflik sebagai ide yang baik. &quot;Ide ini tidak akan menciptakan kerangka untuk perdamaian yang stabil dan berkelanjutan di Eropa.&quot;
Dia menegaskan bahwa doktrin nuklir Rusia tak mempertimbangkan penggunaan nuklir dalam konflik di Ukraina. Namun, Kelin mengkhawatirkan eskalasi konflik yang kian meluas dengan merujuk pasokan senjata kepada Ukraina.</description><content:encoded>LONDON - Rusia siap untuk mengadakan pembicaraan damai dengan Ukraina namun tidak tanpa syarat, kata Duta Besar Rusia untuk Inggris Andrey Kelin dalam wawancara dengan BBC pada Minggu, (28/5/2023).

BACA JUGA:
Ukraina Bersiap Lancarkan Serangan Balasan Besar-besaran, Rebut Kembali Wilayah yang Dikuasai Rusia

&quot;Kami menginginkan perdamaian, namun tentu saja ada syarat tertentu. Bagi kami, ada dua hal penting. Bahwa tidak akan ada ancaman dari Ukraina terhadap Rusia, ini yang pertama. Yang kedua, warga Rusia yang tinggal di Ukraina mesti diperlakukan seperti bangsa lain di dunia,&quot; kata Kelin sebagaimana dilansir dari ANTARA.
Kelin mencontohkan perlakuan warga keturunan Prancis di Belgia atau perlakuan terhadap warga keturunan Italia dan Jerman di Swiss, yang semuanya diperlakukan sama di negaranya masing-masing.
Sebaliknya, Kelin menyebut perkembangan yang terjadi di Ukraina dalam beberapa tahun belakangan yang dinilainya  sebagai &quot;nasionalisme ekstrem&quot; adalah pelanggaran berat terhadap Deklarasi Hak Asasi Manusia.

BACA JUGA:
Rusia Lancarkan Serangan Drone Terbesar ke Kyiv, Lebih dari 50 Pesawat Ditembak Jatuh

Menurut Kelin, tujuan militer Rusia saat ini adalah membebaskan Donbass dari pendudukan. Dia menepis anggapan bahwa Ukraina akan berhasil yang disebutnya sama sekali tak berdasar.

&quot;Kita bisa berdamai esok, jika pihak Ukraina siap bernegosiasi, tapi saya khawatir saat ini tidak ada prasyarat untuk itu, karena Presiden Ukraina mengharamkan negosiasi apa pun,&quot; kata diplomat Rusia itu.
Kelin tak beranggapan mendinginkan konflik sebagai ide yang baik. &quot;Ide ini tidak akan menciptakan kerangka untuk perdamaian yang stabil dan berkelanjutan di Eropa.&quot;
Dia menegaskan bahwa doktrin nuklir Rusia tak mempertimbangkan penggunaan nuklir dalam konflik di Ukraina. Namun, Kelin mengkhawatirkan eskalasi konflik yang kian meluas dengan merujuk pasokan senjata kepada Ukraina.</content:encoded></item></channel></rss>
