<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wapres Ingatkan Isu Hukum dan Keamanan di Papua Harus Ditangani secara Bijak</title><description>Wapres Ingatkan Isu Hukum dan Keamanan di Papua Harus Ditangani secara Bijak
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/29/337/2821843/wapres-ingatkan-isu-hukum-dan-keamanan-di-papua-harus-ditangani-secara-bijak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/05/29/337/2821843/wapres-ingatkan-isu-hukum-dan-keamanan-di-papua-harus-ditangani-secara-bijak"/><item><title>Wapres Ingatkan Isu Hukum dan Keamanan di Papua Harus Ditangani secara Bijak</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/29/337/2821843/wapres-ingatkan-isu-hukum-dan-keamanan-di-papua-harus-ditangani-secara-bijak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/05/29/337/2821843/wapres-ingatkan-isu-hukum-dan-keamanan-di-papua-harus-ditangani-secara-bijak</guid><pubDate>Senin 29 Mei 2023 15:36 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/29/337/2821843/wapres-ingatkan-isu-hukum-dan-keamanan-di-papua-harus-ditangani-secara-bijak-dflNckSUQ5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wapres KH Ma'ruf Amin. (Dok Setwapres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/29/337/2821843/wapres-ingatkan-isu-hukum-dan-keamanan-di-papua-harus-ditangani-secara-bijak-dflNckSUQ5.jpg</image><title>Wapres KH Ma'ruf Amin. (Dok Setwapres)</title></images><description>
JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) KH Ma&amp;rsquo;ruf Amin mengingatkan isu-isu di Papua, seperti hukum dan keamanan perlu ditangani secara bijak dan saksama. Hal itu terutama untuk percepatan pembangunan dan kesejahteraan di Papua.


&amp;ldquo;Kita tidak boleh mengabaikan tantangan yang ada, seperti masih adanya kesenjangan pembangunan, keterbatasan infrastruktur, serta isu-isu sosial, politik, hukum dan keamanan (di Papua) yang perlu ditangani secara bijak dan saksama,&amp;rdquo; kata Wapres saat pengukuhan 6 anggota Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan No 6, Jakarta Pusat, Senin (29/5/2023).





BACA JUGA:
Wapres Kukuhkan 6 Anggota BP3OKP Asli Papua, Ini Nama-namanya&amp;nbsp; &amp;nbsp;







Beberapa waktu lalu, Wapres mengungkapkan, ada enam daerah rawan di Papua, yaitu tiga di Provinsi Papua Pegunungan (Nduga, Yahukimo, dan Pegunungan Bintang/di batas RI-PNG). Kemudian tiga di Provinsi Papua Tengah, yaitu di Puncak, Puncak Jaya, dan Intan Jaya.



Wapres melanjutkan, sebagai Ketua BP3OKP yang melantik 6 anggota asli dari Papua mendorong agar melaksanakan sinkronisasi, harmonisasi, evaluasi, dan koordinasi pelaksanaan otonomi khusus dan pembangunan di wilayah Papua.





BACA JUGA:
Wapres Ajak Anggota BP3OKP Bangun Papua Berdasarkan Keadilan, Kesetaraan, dan Keberlanjutan






&amp;ldquo;Saudara-saudara terpilih atas dasar kemampuan dan komitmen terhadap Papua. Saudara sekalian memiliki tanggung jawab yang besar dalam membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi masyarakat Papua,&amp;rdquo; kata Wapres.



Selain itu, Wapres mengatakan pada 17 April 2023, telah disahkan Peraturan Presiden tentang Rencana Induk Percepatan Pembangunan Papua Tahun 2022&amp;ndash;2041 atau disebut juga dengan RIPPP. Di dalamnya telah ditetapkan 3 misi besar untuk percepatan pembangunan Papua, yaitu Papua Sehat, Papua Cerdas, dan Papua Produktif.





&amp;ldquo;Saya harap para Anggota BP3OKP dapat betul-betul mengawal ketuntasan program yang diatur dalam RIPPP dan RAPPP sebagai rencana aksi 5 tahunan. Saya meyakini Sekretaris Eksekutif, juga jajaran Sekretariat Badan Pengarah Papua siap untuk bersinergi serta mendukung pelaksanaan tugas saudara sekalian,&amp;rdquo; tuturnya.



</description><content:encoded>
JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) KH Ma&amp;rsquo;ruf Amin mengingatkan isu-isu di Papua, seperti hukum dan keamanan perlu ditangani secara bijak dan saksama. Hal itu terutama untuk percepatan pembangunan dan kesejahteraan di Papua.


&amp;ldquo;Kita tidak boleh mengabaikan tantangan yang ada, seperti masih adanya kesenjangan pembangunan, keterbatasan infrastruktur, serta isu-isu sosial, politik, hukum dan keamanan (di Papua) yang perlu ditangani secara bijak dan saksama,&amp;rdquo; kata Wapres saat pengukuhan 6 anggota Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan No 6, Jakarta Pusat, Senin (29/5/2023).





BACA JUGA:
Wapres Kukuhkan 6 Anggota BP3OKP Asli Papua, Ini Nama-namanya&amp;nbsp; &amp;nbsp;







Beberapa waktu lalu, Wapres mengungkapkan, ada enam daerah rawan di Papua, yaitu tiga di Provinsi Papua Pegunungan (Nduga, Yahukimo, dan Pegunungan Bintang/di batas RI-PNG). Kemudian tiga di Provinsi Papua Tengah, yaitu di Puncak, Puncak Jaya, dan Intan Jaya.



Wapres melanjutkan, sebagai Ketua BP3OKP yang melantik 6 anggota asli dari Papua mendorong agar melaksanakan sinkronisasi, harmonisasi, evaluasi, dan koordinasi pelaksanaan otonomi khusus dan pembangunan di wilayah Papua.





BACA JUGA:
Wapres Ajak Anggota BP3OKP Bangun Papua Berdasarkan Keadilan, Kesetaraan, dan Keberlanjutan






&amp;ldquo;Saudara-saudara terpilih atas dasar kemampuan dan komitmen terhadap Papua. Saudara sekalian memiliki tanggung jawab yang besar dalam membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi masyarakat Papua,&amp;rdquo; kata Wapres.



Selain itu, Wapres mengatakan pada 17 April 2023, telah disahkan Peraturan Presiden tentang Rencana Induk Percepatan Pembangunan Papua Tahun 2022&amp;ndash;2041 atau disebut juga dengan RIPPP. Di dalamnya telah ditetapkan 3 misi besar untuk percepatan pembangunan Papua, yaitu Papua Sehat, Papua Cerdas, dan Papua Produktif.





&amp;ldquo;Saya harap para Anggota BP3OKP dapat betul-betul mengawal ketuntasan program yang diatur dalam RIPPP dan RAPPP sebagai rencana aksi 5 tahunan. Saya meyakini Sekretaris Eksekutif, juga jajaran Sekretariat Badan Pengarah Papua siap untuk bersinergi serta mendukung pelaksanaan tugas saudara sekalian,&amp;rdquo; tuturnya.



</content:encoded></item></channel></rss>
