<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PPP Tak Masalah Sandiaga Uno Pilih Gabung PKS</title><description>Ia mengklaim bahwa keberadaan partainya semata-mata untuk memperjuangkan kepentingan bangsa.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/30/337/2822142/ppp-tak-masalah-sandiaga-uno-pilih-gabung-pks</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/05/30/337/2822142/ppp-tak-masalah-sandiaga-uno-pilih-gabung-pks"/><item><title>PPP Tak Masalah Sandiaga Uno Pilih Gabung PKS</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/30/337/2822142/ppp-tak-masalah-sandiaga-uno-pilih-gabung-pks</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/05/30/337/2822142/ppp-tak-masalah-sandiaga-uno-pilih-gabung-pks</guid><pubDate>Selasa 30 Mei 2023 06:16 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Al Fiqri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/30/337/2822142/ppp-tak-masalah-sandiaga-uno-pilih-gabung-pks-UqJyBeApTZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sandiaga Uno (Foto: Dok Istimewa/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/30/337/2822142/ppp-tak-masalah-sandiaga-uno-pilih-gabung-pks-UqJyBeApTZ.jpg</image><title>Sandiaga Uno (Foto: Dok Istimewa/Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8yOS8xOS8xNjY2NTMvNS94OGxjZGxq&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Plt Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Mardiono mengaku, legawa bila mantan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Sandiaga Uno harus berlabuh ke Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
&quot;Ndak, ndak, kami nggak masalah, kami nga akan mempermasalahkan (bila Sandi bergabung PKS). Itu karena racikan yang sedang kita rangkum adalah racikan untuk bangsa dan negara,&quot; kata Mardiono saat ditemui di Kantor DPP PPP, Jakarta Pusat, Senin (29/5/2023).
Lebih lanjut, Mardiono merasa tak hanya Sandiaga Uno yang memiliki kedekatan dengan PKS. Ia pun merasa juga memiliki kedekatan dengan PKS.

BACA JUGA:
Batas Usia Beasiswa LPDP 2023: Lengkap untuk Umum, Targeted dan Disabilitas&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Kata Mardiono, jajaran DPP PKS sempat berkunjung ke Kantor DPP PPP sebelum lebaran. &quot;Partai-partai lain mengatakan PPP adalah saudara tua,&quot; tutur Mardiono.

BACA JUGA:
 TNI AL Kirim 4 Calon Awak Kapal ke Jerman untuk Jalani Pelatihan KRI Penyapu Ranjau

Terlepas dari itu, ia menegaskan PPP hadir untuk Indonesia. Ia mengklaim bahwa keberadaan partainya semata-mata untuk memperjuangkan kepentingan bangsa.
&quot;Ini adalah pertumbuhan demokrasi yg baik bhw antar parpol itu saling menyumbang ide dan gagasan meski punya pilihan ya g beda, toh, di sana kita akan sama. Ketika kumpul di senayan kita akan sama,&quot; ucap Mardiono.Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengaku bakal menemui pihak partai keadilan sejahtera (PKS) pada Selasa 30 Mei 2023, esok hari.

&quot;Kok bisa tau ya (pertemuan besok), ini masih dalam pejajakan,&quot; kata Sandi di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (29/5/2023).

Sandi mengatakan bahwa pertemuannya dengan PKS hanya ingin menyamakan pemikiran dan persepsi. Pertemuan tersebut, kata Sandi, tidak ada hubungan dengan masa depannya di dunia politik.

&quot;Sama sekali ini sebuah upaya untuk mencapai kesamaan pemikiran. Jadi sama sekali tidak ada hubungannya dengan pengambilan keputusan berkaitan dengan langkah kedepan tapi penyamaan persepsi,&quot; kata Sandi.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8yOS8xOS8xNjY2NTMvNS94OGxjZGxq&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Plt Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Mardiono mengaku, legawa bila mantan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Sandiaga Uno harus berlabuh ke Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
&quot;Ndak, ndak, kami nggak masalah, kami nga akan mempermasalahkan (bila Sandi bergabung PKS). Itu karena racikan yang sedang kita rangkum adalah racikan untuk bangsa dan negara,&quot; kata Mardiono saat ditemui di Kantor DPP PPP, Jakarta Pusat, Senin (29/5/2023).
Lebih lanjut, Mardiono merasa tak hanya Sandiaga Uno yang memiliki kedekatan dengan PKS. Ia pun merasa juga memiliki kedekatan dengan PKS.

BACA JUGA:
Batas Usia Beasiswa LPDP 2023: Lengkap untuk Umum, Targeted dan Disabilitas&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Kata Mardiono, jajaran DPP PKS sempat berkunjung ke Kantor DPP PPP sebelum lebaran. &quot;Partai-partai lain mengatakan PPP adalah saudara tua,&quot; tutur Mardiono.

BACA JUGA:
 TNI AL Kirim 4 Calon Awak Kapal ke Jerman untuk Jalani Pelatihan KRI Penyapu Ranjau

Terlepas dari itu, ia menegaskan PPP hadir untuk Indonesia. Ia mengklaim bahwa keberadaan partainya semata-mata untuk memperjuangkan kepentingan bangsa.
&quot;Ini adalah pertumbuhan demokrasi yg baik bhw antar parpol itu saling menyumbang ide dan gagasan meski punya pilihan ya g beda, toh, di sana kita akan sama. Ketika kumpul di senayan kita akan sama,&quot; ucap Mardiono.Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengaku bakal menemui pihak partai keadilan sejahtera (PKS) pada Selasa 30 Mei 2023, esok hari.

&quot;Kok bisa tau ya (pertemuan besok), ini masih dalam pejajakan,&quot; kata Sandi di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (29/5/2023).

Sandi mengatakan bahwa pertemuannya dengan PKS hanya ingin menyamakan pemikiran dan persepsi. Pertemuan tersebut, kata Sandi, tidak ada hubungan dengan masa depannya di dunia politik.

&quot;Sama sekali ini sebuah upaya untuk mencapai kesamaan pemikiran. Jadi sama sekali tidak ada hubungannya dengan pengambilan keputusan berkaitan dengan langkah kedepan tapi penyamaan persepsi,&quot; kata Sandi.

</content:encoded></item></channel></rss>
