<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wapres Ingin ASN Tak Hanya Andal, tapi Juga Punya Empati</title><description>Kita mencita-citakan ASN Indonesia tidak hanya berdaya saing, unggul, dan andal, tetapi juga cerdas, lincah, dan memiliki empati.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/30/337/2822278/wapres-ingin-asn-tak-hanya-andal-tapi-juga-punya-empati</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/05/30/337/2822278/wapres-ingin-asn-tak-hanya-andal-tapi-juga-punya-empati"/><item><title>Wapres Ingin ASN Tak Hanya Andal, tapi Juga Punya Empati</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/30/337/2822278/wapres-ingin-asn-tak-hanya-andal-tapi-juga-punya-empati</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/05/30/337/2822278/wapres-ingin-asn-tak-hanya-andal-tapi-juga-punya-empati</guid><pubDate>Selasa 30 Mei 2023 10:47 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/30/337/2822278/wapres-ingin-asn-tak-hanya-andal-tapi-juga-punya-empati-xwGFO91Bbb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wapres Maruf Amin (Foto : Setwapres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/30/337/2822278/wapres-ingin-asn-tak-hanya-andal-tapi-juga-punya-empati-xwGFO91Bbb.jpg</image><title>Wapres Maruf Amin (Foto : Setwapres)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma&amp;rsquo;ruf Amin membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kepegawaian Tahun 2023 secara virtual, Selasa (30/5/2023). Rakornas kali ini mengangkat tema Talent Management 2030: Smart, Agile, Empathy.

Wapres menyampaikan, melalui manajemen talenta, diharapkan akan tersaring individu-individu yang berdaya saing, yang dalam jangka panjang dapat membawa tata kelola pemerintahan di Indonesia menjadi lebih baik serta dapat menularkan keunggulan yang dimilikinya kepada para generasi penerus bangsa.


BACA JUGA:
Wapres Akan Buka Rakornas Kepegawaian 2023 Pagi Ini&amp;nbsp; &amp;nbsp;


&amp;ldquo;Kita mencita-citakan ASN Indonesia tidak hanya berdaya saing, unggul, dan andal, tetapi juga cerdas, lincah, dan memiliki empati yang menandakan kecerdasan emosional,&amp;rdquo; ujar Wapres dalam sambutannya.

&amp;ldquo;Talenta-talenta terbaik ini juga harus diciptakan secara terukur dari waktu ke waktu, sehingga keberadaannya akan berkesinambungan,&amp;rdquo; tambahnya.


BACA JUGA:
Peneliti BRIN yang Hina Muhammadiyah Akhirnya Dipecat sebagai ASN


Melalui Rakornas tersebut, Wapres mengimbau kepada para peserta untuk memanfaatkan momentum ini sebagai sarana bertukar pikiran dan gagasan dalam memaksimalkan efektivitas manajemen talenta untuk kemajuan tata kelola pemerintahan Indonesia.

&amp;ldquo;Saya ingin Rakornas ini dapat menjadi forum strategis untuk menelurkan gagasan-gagasan segar dari para pemangku kepentingan guna pengembangan ASN ke depan. Terlebih, pilihan tema manajemen talenta juga sangat relevan dengan agenda transformasi pembangunan menuju Indonesia Emas 2045,&amp;rdquo; pungkas Wapres.Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil, memaparkan perkembangan implementasi reformasi birokrasi di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat hingga ke tingkat kota dan desa.

Dia menyampaikan, selain melalui manajemen talenta, Provinsi Jawa Barat juga telah menggunakan artificial intelligence (kecerdasan buatan) untuk mengisi beberapa pos dalan penerapan reformasi birokrasi.

Melalui adaptasi-adaptasi yang dilakukan, dia berharap, Provinsi Jawa Barat dapat menjadi salah satu penopang keberhasilan Reformasi Birokrasi yang berkualitas di Indonesia.

&amp;ldquo;Kami melakukan yang namanya reformasi birokrasi terus menerus. Kami beradaptasi dengan revolusi disrupsi digital. Disrupsi jangan ditakuti, jangan dihindari, jangan dilawan, tapi disahabati, direspon. Saya doakan mudah-mudahanan 2045 kita menjadi negara maju, memiliki sumber daya manusia berkualitas, infrastruktur ekonomi berkualitas dan reformasi birokrasi juga sangat berkualitas,&amp;rdquo; imbuhnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma&amp;rsquo;ruf Amin membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kepegawaian Tahun 2023 secara virtual, Selasa (30/5/2023). Rakornas kali ini mengangkat tema Talent Management 2030: Smart, Agile, Empathy.

Wapres menyampaikan, melalui manajemen talenta, diharapkan akan tersaring individu-individu yang berdaya saing, yang dalam jangka panjang dapat membawa tata kelola pemerintahan di Indonesia menjadi lebih baik serta dapat menularkan keunggulan yang dimilikinya kepada para generasi penerus bangsa.


BACA JUGA:
Wapres Akan Buka Rakornas Kepegawaian 2023 Pagi Ini&amp;nbsp; &amp;nbsp;


&amp;ldquo;Kita mencita-citakan ASN Indonesia tidak hanya berdaya saing, unggul, dan andal, tetapi juga cerdas, lincah, dan memiliki empati yang menandakan kecerdasan emosional,&amp;rdquo; ujar Wapres dalam sambutannya.

&amp;ldquo;Talenta-talenta terbaik ini juga harus diciptakan secara terukur dari waktu ke waktu, sehingga keberadaannya akan berkesinambungan,&amp;rdquo; tambahnya.


BACA JUGA:
Peneliti BRIN yang Hina Muhammadiyah Akhirnya Dipecat sebagai ASN


Melalui Rakornas tersebut, Wapres mengimbau kepada para peserta untuk memanfaatkan momentum ini sebagai sarana bertukar pikiran dan gagasan dalam memaksimalkan efektivitas manajemen talenta untuk kemajuan tata kelola pemerintahan Indonesia.

&amp;ldquo;Saya ingin Rakornas ini dapat menjadi forum strategis untuk menelurkan gagasan-gagasan segar dari para pemangku kepentingan guna pengembangan ASN ke depan. Terlebih, pilihan tema manajemen talenta juga sangat relevan dengan agenda transformasi pembangunan menuju Indonesia Emas 2045,&amp;rdquo; pungkas Wapres.Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil, memaparkan perkembangan implementasi reformasi birokrasi di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat hingga ke tingkat kota dan desa.

Dia menyampaikan, selain melalui manajemen talenta, Provinsi Jawa Barat juga telah menggunakan artificial intelligence (kecerdasan buatan) untuk mengisi beberapa pos dalan penerapan reformasi birokrasi.

Melalui adaptasi-adaptasi yang dilakukan, dia berharap, Provinsi Jawa Barat dapat menjadi salah satu penopang keberhasilan Reformasi Birokrasi yang berkualitas di Indonesia.

&amp;ldquo;Kami melakukan yang namanya reformasi birokrasi terus menerus. Kami beradaptasi dengan revolusi disrupsi digital. Disrupsi jangan ditakuti, jangan dihindari, jangan dilawan, tapi disahabati, direspon. Saya doakan mudah-mudahanan 2045 kita menjadi negara maju, memiliki sumber daya manusia berkualitas, infrastruktur ekonomi berkualitas dan reformasi birokrasi juga sangat berkualitas,&amp;rdquo; imbuhnya.</content:encoded></item></channel></rss>
