<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tak Berdampak ke Wilayah Korsel, KBRI Seoul Pantau Perkembangan Pasca Peluncuran Satelit Korut</title><description>KBRI Seoul terus memantau perkembangan pasca peluncuran satelit yang gagal itu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/31/18/2823008/tak-berdampak-ke-wilayah-korsel-kbri-seoul-pantau-perkembangan-pasca-peluncuran-satelit-korut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/05/31/18/2823008/tak-berdampak-ke-wilayah-korsel-kbri-seoul-pantau-perkembangan-pasca-peluncuran-satelit-korut"/><item><title>Tak Berdampak ke Wilayah Korsel, KBRI Seoul Pantau Perkembangan Pasca Peluncuran Satelit Korut</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/31/18/2823008/tak-berdampak-ke-wilayah-korsel-kbri-seoul-pantau-perkembangan-pasca-peluncuran-satelit-korut</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/05/31/18/2823008/tak-berdampak-ke-wilayah-korsel-kbri-seoul-pantau-perkembangan-pasca-peluncuran-satelit-korut</guid><pubDate>Rabu 31 Mei 2023 11:56 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/31/18/2823008/tak-berdampak-ke-wilayah-korsel-kbri-seoul-pantau-perkembangan-pasca-peluncuran-satelit-korut-1QBJaQXp24.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Orang-orang menyaksikan siaran televisi melaporkan peluncuran satelit Korea Utara di Seoul, Korea Selatan, 31 Mei 2023. (Foto: Reuters) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/31/18/2823008/tak-berdampak-ke-wilayah-korsel-kbri-seoul-pantau-perkembangan-pasca-peluncuran-satelit-korut-1QBJaQXp24.JPG</image><title>Orang-orang menyaksikan siaran televisi melaporkan peluncuran satelit Korea Utara di Seoul, Korea Selatan, 31 Mei 2023. (Foto: Reuters) </title></images><description>JAKARTA - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Seoul menyampaikan Pemerintah Kota Seoul sempat mengirim peringatan wartime alert atau peringatan darurat pada Rabu, (31/5/2023) pagi, tetapi telah dicabut dan peluncuran itu dinilai tidak berdampak ke wilayah Korea Selatan.
&amp;ldquo;Peluncuran tersebut tidak berdampak terhadap wilayah Korea Selatan,&amp;rdquo; kata KBRI Seoul dalam keterangan yang dilansir dari ANTARA, Rabu.

BACA JUGA:
Peluncuran Satelit Luar Angkasa Korut Picu Peringatan Evakuasi di Korsel dan Jepang

Pada pukul 07.25 waktu setempat, KBRI Seoul menerima informasi bahwa wartime alert yang dikeluarkan oleh Pemkot Seoul disebabkan oleh peluncuran rudal yang dilakukan oleh Korut, tetapi peringatan darurat itu saat ini telah dicabut.
KBRI Seoul juga menambahkan bahwa penduduk Seoul bisa kembali melakukan aktivitas seperti biasa.
KBRI Seoul menyatakan bahwa pihak yang berwenang di daerah perbatasan antara Korsel dan Korut, Zona Demiliterisasi (DMZ), telah mendeteksi peluncuran rudal dari Dongchang-ri di pantai barat Korut pada pukul 06.29 waktu setempat.

BACA JUGA:
Sempat Picu Peringatan di Jepang dan Korsel, Peluncuran Satelit Korut Berakhir dengan Kegagalan

Disebutkan juga bahwa proyektil melintas di atas perairan jauh di sebelah barat perbatasan pulau Baengnyong milik Korsel.
Kemungkinan tindakan peluncuran rudal tersebut adalah respon Korut terhadap pelatihan militer Korsel dan Amerika Serikat (AS) beberapa hari terakhir atau peluncuran satelit oleh Korut yang menjadi perhatian serius pemerintah Korsel dan Amerika Serikat (AS).KBRI Seoul mengatakan bahwa pihaknya telah memiliki standar prosedur keadaan darurat termasuk dalam mengevakuasi warga dan akan terus memantau perkembangan.
Sebelumnya pada pukul 06.32 waktu setempat, sebuah peringatan wartime alert dari Pemkot Seoul telah diterima oleh penduduk kota Seoul melalui telepon seluler masing-masing warga.
Bunyi peringatan tersebut mengimbau para penduduk kota Seoul untuk bersiap melakukan evakuasi dengan mendahulukan anak-anak, orang lanjut usia, dan mereka yang lemah secara fisik untuk dievakuasi terlebih dahulu.</description><content:encoded>JAKARTA - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Seoul menyampaikan Pemerintah Kota Seoul sempat mengirim peringatan wartime alert atau peringatan darurat pada Rabu, (31/5/2023) pagi, tetapi telah dicabut dan peluncuran itu dinilai tidak berdampak ke wilayah Korea Selatan.
&amp;ldquo;Peluncuran tersebut tidak berdampak terhadap wilayah Korea Selatan,&amp;rdquo; kata KBRI Seoul dalam keterangan yang dilansir dari ANTARA, Rabu.

BACA JUGA:
Peluncuran Satelit Luar Angkasa Korut Picu Peringatan Evakuasi di Korsel dan Jepang

Pada pukul 07.25 waktu setempat, KBRI Seoul menerima informasi bahwa wartime alert yang dikeluarkan oleh Pemkot Seoul disebabkan oleh peluncuran rudal yang dilakukan oleh Korut, tetapi peringatan darurat itu saat ini telah dicabut.
KBRI Seoul juga menambahkan bahwa penduduk Seoul bisa kembali melakukan aktivitas seperti biasa.
KBRI Seoul menyatakan bahwa pihak yang berwenang di daerah perbatasan antara Korsel dan Korut, Zona Demiliterisasi (DMZ), telah mendeteksi peluncuran rudal dari Dongchang-ri di pantai barat Korut pada pukul 06.29 waktu setempat.

BACA JUGA:
Sempat Picu Peringatan di Jepang dan Korsel, Peluncuran Satelit Korut Berakhir dengan Kegagalan

Disebutkan juga bahwa proyektil melintas di atas perairan jauh di sebelah barat perbatasan pulau Baengnyong milik Korsel.
Kemungkinan tindakan peluncuran rudal tersebut adalah respon Korut terhadap pelatihan militer Korsel dan Amerika Serikat (AS) beberapa hari terakhir atau peluncuran satelit oleh Korut yang menjadi perhatian serius pemerintah Korsel dan Amerika Serikat (AS).KBRI Seoul mengatakan bahwa pihaknya telah memiliki standar prosedur keadaan darurat termasuk dalam mengevakuasi warga dan akan terus memantau perkembangan.
Sebelumnya pada pukul 06.32 waktu setempat, sebuah peringatan wartime alert dari Pemkot Seoul telah diterima oleh penduduk kota Seoul melalui telepon seluler masing-masing warga.
Bunyi peringatan tersebut mengimbau para penduduk kota Seoul untuk bersiap melakukan evakuasi dengan mendahulukan anak-anak, orang lanjut usia, dan mereka yang lemah secara fisik untuk dievakuasi terlebih dahulu.</content:encoded></item></channel></rss>
