<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Stafsus Jokowi: Bangun Desa Perlu Kerjasama Semua Pihak</title><description>Oleh karena itu, jika desa maju, maka negara akan hebat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/31/337/2823156/stafsus-jokowi-bangun-desa-perlu-kerjasama-semua-pihak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/05/31/337/2823156/stafsus-jokowi-bangun-desa-perlu-kerjasama-semua-pihak"/><item><title>Stafsus Jokowi: Bangun Desa Perlu Kerjasama Semua Pihak</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/31/337/2823156/stafsus-jokowi-bangun-desa-perlu-kerjasama-semua-pihak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/05/31/337/2823156/stafsus-jokowi-bangun-desa-perlu-kerjasama-semua-pihak</guid><pubDate>Rabu 31 Mei 2023 15:05 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Ramadhan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/31/337/2823156/stafsus-jokowi-bangun-desa-perlu-kerjasama-semua-pihak-ZQEbsHHXbo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: ist</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/31/337/2823156/stafsus-jokowi-bangun-desa-perlu-kerjasama-semua-pihak-ZQEbsHHXbo.jpg</image><title>Foto: ist</title></images><description>JAKARTA - Desa adalah masa depan paling menjanjikan bagi majunya sebuah negara, oleh karena itu, jika desa maju, maka negara akan hebat.
Sebagai masa depan, tentu perhatian dan fokus kita adalah bagaimana membangun dan mendorong pembangunan yang berkelanjutan di desa sehingga apa yang kita harapkan tentang desa unggul dan sejahtera itu benar-benar bisa terwujud.

BACA JUGA:
Kades di Sumsel Selewengkan Dana Desa Rp900 Juta untuk Main Perempuan dan Istri Muda

Staf Khusus Presiden Billy Mambrasar menjelaskan, membangun desa itu perlu ada kerja sama dan kolaborasi yang lebih luas agar akselarasi pembangunan bisa secepatnya terwujud.
&quot;Untuk menjawab beberapa tantangan di atas, kami dari Kitong Bisa Foundation (KBF) mendorong kerjasama dengan teman-teman GESID agar apa yang menjadi keinginan kita bersama bisa terealisasi,&quot; ujar Billy dalam diskusi, sekaligus pelantikan Badan Pengurus Nasional Generasi Emas Indonesia (BPN-GESID), di Gedung Nusantara V DPR-MPR RI, Jakarta, Rabu (31/5/2023).

BACA JUGA:
Dianggap Efektif, Cak Imin Usulkan Dana Desa Jadi Rp5 Miliar

Selain itu, lanjut Billy, saat ini KBF dan GESID sedang menindaklanjuti kerjasama dengan menghadirkan aplikasi yang bernama aplikasi pendamping desa yang akan segera di launching dalam waktu dekat.
&amp;ldquo;Diharapkan, aplikasi ini diharapkan akan lebih memudahkan akses bagi masyarakat di pedesaan,&amp;rdquo; tutup Billy.
Sementara itu, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Rokhim Dahuri,  mengatakan, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar, tapi sayangnya potensi itu belum terkelola secara baik.
&amp;ldquo;Karena banyak sekali kompleksitas persoalan yang belum bisa diurai sehingga upaya untuk mendorong pembangunan di semua level itu belum berjalan maksimal,&amp;rdquo; ujarnya.
Dikatakannya, desa di Indonesia sangat kaya hampir di semua sektor, tapi sayangnya belum didukung oleh sebuah kebijakan yang mumpuni.

&amp;ldquo;Contoh yang paling kongkrit misalnya, soal impor, padahal negara ini punya hanyak sekali stok sumberdaya alam di hampir semua sektor yang tidak perlu lagi adanya impor secara berlebihan,&quot;pungkasnya.

Dirjen Bina Rektor Universitas Siber Indonesia (University Cyber) Gunawan Witjaksono menambahkan kedepan, perlu adanya kesempatan kepada anak-anak muda agar mereka bisa berkarya untuk kemajuan bangsa dan negara.



&quot;Saya ingin mengatakan begini, semua kisah sukses dimana pun berada, negara-negara maju sekalipun di dunia ini, bukan karena dari sistem, teknologi atau sumberdaya alamnya, tapi karena sumberdaya manusianya. Jadi fokus GESID untuk melakukan penguatan terhadap kapasitas pemuda sudah sangat tepat,&quot; pungkasnya.

</description><content:encoded>JAKARTA - Desa adalah masa depan paling menjanjikan bagi majunya sebuah negara, oleh karena itu, jika desa maju, maka negara akan hebat.
Sebagai masa depan, tentu perhatian dan fokus kita adalah bagaimana membangun dan mendorong pembangunan yang berkelanjutan di desa sehingga apa yang kita harapkan tentang desa unggul dan sejahtera itu benar-benar bisa terwujud.

BACA JUGA:
Kades di Sumsel Selewengkan Dana Desa Rp900 Juta untuk Main Perempuan dan Istri Muda

Staf Khusus Presiden Billy Mambrasar menjelaskan, membangun desa itu perlu ada kerja sama dan kolaborasi yang lebih luas agar akselarasi pembangunan bisa secepatnya terwujud.
&quot;Untuk menjawab beberapa tantangan di atas, kami dari Kitong Bisa Foundation (KBF) mendorong kerjasama dengan teman-teman GESID agar apa yang menjadi keinginan kita bersama bisa terealisasi,&quot; ujar Billy dalam diskusi, sekaligus pelantikan Badan Pengurus Nasional Generasi Emas Indonesia (BPN-GESID), di Gedung Nusantara V DPR-MPR RI, Jakarta, Rabu (31/5/2023).

BACA JUGA:
Dianggap Efektif, Cak Imin Usulkan Dana Desa Jadi Rp5 Miliar

Selain itu, lanjut Billy, saat ini KBF dan GESID sedang menindaklanjuti kerjasama dengan menghadirkan aplikasi yang bernama aplikasi pendamping desa yang akan segera di launching dalam waktu dekat.
&amp;ldquo;Diharapkan, aplikasi ini diharapkan akan lebih memudahkan akses bagi masyarakat di pedesaan,&amp;rdquo; tutup Billy.
Sementara itu, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Rokhim Dahuri,  mengatakan, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar, tapi sayangnya potensi itu belum terkelola secara baik.
&amp;ldquo;Karena banyak sekali kompleksitas persoalan yang belum bisa diurai sehingga upaya untuk mendorong pembangunan di semua level itu belum berjalan maksimal,&amp;rdquo; ujarnya.
Dikatakannya, desa di Indonesia sangat kaya hampir di semua sektor, tapi sayangnya belum didukung oleh sebuah kebijakan yang mumpuni.

&amp;ldquo;Contoh yang paling kongkrit misalnya, soal impor, padahal negara ini punya hanyak sekali stok sumberdaya alam di hampir semua sektor yang tidak perlu lagi adanya impor secara berlebihan,&quot;pungkasnya.

Dirjen Bina Rektor Universitas Siber Indonesia (University Cyber) Gunawan Witjaksono menambahkan kedepan, perlu adanya kesempatan kepada anak-anak muda agar mereka bisa berkarya untuk kemajuan bangsa dan negara.



&quot;Saya ingin mengatakan begini, semua kisah sukses dimana pun berada, negara-negara maju sekalipun di dunia ini, bukan karena dari sistem, teknologi atau sumberdaya alamnya, tapi karena sumberdaya manusianya. Jadi fokus GESID untuk melakukan penguatan terhadap kapasitas pemuda sudah sangat tepat,&quot; pungkasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
