<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Akali Kelangkaan Pupuk, Yonif RK732 Banau Terapkan Pemakaian Pupuk Bokashi</title><description>&amp;nbsp;
Sehingga kebutuhan tanaman akan unsur hara, makro, dan mikro dapat terpenuhi&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/31/340/2823448/akali-kelangkaan-pupuk-yonif-rk732-banau-terapkan-pemakaian-pupuk-bokashi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/05/31/340/2823448/akali-kelangkaan-pupuk-yonif-rk732-banau-terapkan-pemakaian-pupuk-bokashi"/><item><title>Akali Kelangkaan Pupuk, Yonif RK732 Banau Terapkan Pemakaian Pupuk Bokashi</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/05/31/340/2823448/akali-kelangkaan-pupuk-yonif-rk732-banau-terapkan-pemakaian-pupuk-bokashi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/05/31/340/2823448/akali-kelangkaan-pupuk-yonif-rk732-banau-terapkan-pemakaian-pupuk-bokashi</guid><pubDate>Rabu 31 Mei 2023 22:43 WIB</pubDate><dc:creator>Nanda Aria</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/31/340/2823448/akali-kelangkaan-pupuk-yonif-rk732-banau-terapkan-pemakaian-pupuk-bokashi-LHXvLrFCIt.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi/ Doc: Puspen TNI</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/31/340/2823448/akali-kelangkaan-pupuk-yonif-rk732-banau-terapkan-pemakaian-pupuk-bokashi-LHXvLrFCIt.jpeg</image><title>Ilustrasi/ Doc: Puspen TNI</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8xMC8xLzE2NjAzMC81L3g4a3RoaXU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
HALBAR - Pupuk kompos berbahan alami dengan proses fermentasi atau dikenal dengan sebutan Pupuk Bokashi diklaim dapat meningkatkan kesuburan Tanah. Dengan manfaat yang didapat akan memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah.

Sehingga kebutuhan tanaman akan unsur hara, makro, dan mikro dapat terpenuhi. Oleh karenanya secara langsung dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas pertanian.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Tegas! Panglima Yudo Deklarasi Perang Terhadap Mafia Tanah Penyerobot Lahan TNI

Dari teori yang didapatkan sebelumnya, para prajurit Yonif Raider Khusus 732/Banau mempraktikkan pembuatan pupuk Bokashi dengan pendampingan dari Dosen STPK Banau, Fonike Samad, bertempat di kampus STPK Banau, Acango, Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halbar, Selasa (31/5/2023)

Pada kesempatan itu, Danyonif Raider Khusus 732/Banau Letkol Inf Dony Rahmad Putra, menyampaikan bahwa pembuatan pupuk ini sebagai solusi untuk mengatasi kesulitan memdapatkan pupuk disertai harga pupuk yang mahal.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pelaku Pembacokan Siswa SMK di Bogor Jalani Sidang Perdana, Didakwa Dua Pasal

&quot;Harapannya Yonif Raider Khusus 732/Banau dapat menerapkan penggunaan pupuk Bokashi di tujuh pangkalan kompi-kompi maupun di tengah masyarakat sekitar,&quot; ucapnya.

Beberapa bahan yang diperlukan dalam pembuatannya yakni kotoran hewan, dedak padi, arang sekam, daun gamal, gula pasir, formula EM4, dan juga air. Adapun, mekanisme pembuatannya diawali dengan mencampurkan kohe, dedak, arang sekam, dan daun galam menjadi satu.

Dilanjutkan dengan melarutkan gula pasir ke dalam air dan kemudian dicampurkan formula EM4 dan air. Setelah itu, larutan yang sudah jadi disiramkan di atas campuran kohe, dedak, arang sekam, dan daun gamal.

Langkah terakhir yakni ditutup dengan terpal, dan selanjutnya dicek tiap 2 hari selama 14 hari untuk memastikan suhu tidak di atas 50&amp;#8304;C.



Kerjasama yang dibangun oleh Yonif Raider Khusus 732/Banau dengan STPK Banau Halbar tidak hanya pembuatan pupuk namun juga mencakup tentang produksi dan pemasaran Sirup Pala, Kue sagu dan hasil tanaman yang diolah menjadi makanan.

</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8xMC8xLzE2NjAzMC81L3g4a3RoaXU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
HALBAR - Pupuk kompos berbahan alami dengan proses fermentasi atau dikenal dengan sebutan Pupuk Bokashi diklaim dapat meningkatkan kesuburan Tanah. Dengan manfaat yang didapat akan memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah.

Sehingga kebutuhan tanaman akan unsur hara, makro, dan mikro dapat terpenuhi. Oleh karenanya secara langsung dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas pertanian.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Tegas! Panglima Yudo Deklarasi Perang Terhadap Mafia Tanah Penyerobot Lahan TNI

Dari teori yang didapatkan sebelumnya, para prajurit Yonif Raider Khusus 732/Banau mempraktikkan pembuatan pupuk Bokashi dengan pendampingan dari Dosen STPK Banau, Fonike Samad, bertempat di kampus STPK Banau, Acango, Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halbar, Selasa (31/5/2023)

Pada kesempatan itu, Danyonif Raider Khusus 732/Banau Letkol Inf Dony Rahmad Putra, menyampaikan bahwa pembuatan pupuk ini sebagai solusi untuk mengatasi kesulitan memdapatkan pupuk disertai harga pupuk yang mahal.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pelaku Pembacokan Siswa SMK di Bogor Jalani Sidang Perdana, Didakwa Dua Pasal

&quot;Harapannya Yonif Raider Khusus 732/Banau dapat menerapkan penggunaan pupuk Bokashi di tujuh pangkalan kompi-kompi maupun di tengah masyarakat sekitar,&quot; ucapnya.

Beberapa bahan yang diperlukan dalam pembuatannya yakni kotoran hewan, dedak padi, arang sekam, daun gamal, gula pasir, formula EM4, dan juga air. Adapun, mekanisme pembuatannya diawali dengan mencampurkan kohe, dedak, arang sekam, dan daun galam menjadi satu.

Dilanjutkan dengan melarutkan gula pasir ke dalam air dan kemudian dicampurkan formula EM4 dan air. Setelah itu, larutan yang sudah jadi disiramkan di atas campuran kohe, dedak, arang sekam, dan daun gamal.

Langkah terakhir yakni ditutup dengan terpal, dan selanjutnya dicek tiap 2 hari selama 14 hari untuk memastikan suhu tidak di atas 50&amp;#8304;C.



Kerjasama yang dibangun oleh Yonif Raider Khusus 732/Banau dengan STPK Banau Halbar tidak hanya pembuatan pupuk namun juga mencakup tentang produksi dan pemasaran Sirup Pala, Kue sagu dan hasil tanaman yang diolah menjadi makanan.

</content:encoded></item></channel></rss>
