<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ketika Presiden Soekarno Pidato Selama 2 Jam Mengenalkan Pancasila di Sidang Majelis PBB </title><description>Presiden Soekarno meminta PBB memasukkan Pancasila dalam piagam PBB yang dianggapnya sudah ketinggalan zaman.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/01/18/2823245/ketika-presiden-soekarno-pidato-selama-2-jam-mengenalkan-pancasila-di-sidang-majelis-pbb</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/06/01/18/2823245/ketika-presiden-soekarno-pidato-selama-2-jam-mengenalkan-pancasila-di-sidang-majelis-pbb"/><item><title>Ketika Presiden Soekarno Pidato Selama 2 Jam Mengenalkan Pancasila di Sidang Majelis PBB </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/01/18/2823245/ketika-presiden-soekarno-pidato-selama-2-jam-mengenalkan-pancasila-di-sidang-majelis-pbb</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/06/01/18/2823245/ketika-presiden-soekarno-pidato-selama-2-jam-mengenalkan-pancasila-di-sidang-majelis-pbb</guid><pubDate>Kamis 01 Juni 2023 08:01 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/05/31/18/2823245/ketika-presiden-soekarno-pidato-selama-2-jam-mengenalkan-pancasila-di-sidang-majelis-pbb-IYq1bLLX9l.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Soekarno berpidato di Sidang Majelis PBB pada 30 September 1960 (Foto: Bettman/CORBIS)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/05/31/18/2823245/ketika-presiden-soekarno-pidato-selama-2-jam-mengenalkan-pancasila-di-sidang-majelis-pbb-IYq1bLLX9l.jpg</image><title>Presiden Soekarno berpidato di Sidang Majelis PBB pada 30 September 1960 (Foto: Bettman/CORBIS)</title></images><description>
JAKARTA &amp;ndash; Ketokohan Presiden Soekarno saat melantangkan Pancasila di dunia internasional sudah tak perlu dipertanyakan lagi.
Salah satunya adalah momen ketika Soekarno mengemukakan konsep Pancasila yang merupakan intisari dari peradaban Indonesia di depan Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke XV pada 1960 di New York, Amerika Serikat (AS).

BACA JUGA:
Pemikiran Wahid Hasyim dalam Sila Pertama Pancasila

Kala itu, Presiden Soekarno membawakan pidato berjudul &amp;lsquo;Membangun Dunia Baru (To Build The World a New)&amp;rsquo;. Pidato ini dibacakannya selama dua jam.

BACA JUGA:
Kenapa Tanggal 1 Juni Ditetapkan Sebagai Hari Lahirnya Pancasila?

Dalam pidato setebal 70 halaman itu, Presiden Soekarno meminta PBB memasukkan Pancasila dalam piagam PBB yang dianggapnya sudah ketinggalan zaman.

&amp;ldquo;Saya yakin seyakin-yakinnya bahwa diterimanya kelima prinsip itu dan mencantumkannya dalam piagam, akan sangat memperkuat organisasi ini,&amp;rdquo; terangnya.

&amp;nbsp;BACA SELENGKAPNYA:&amp;nbsp;Penggalan Pidato Presiden Soekarno Mengenalkan Pancasila di Sidang Majelis PBB </description><content:encoded>
JAKARTA &amp;ndash; Ketokohan Presiden Soekarno saat melantangkan Pancasila di dunia internasional sudah tak perlu dipertanyakan lagi.
Salah satunya adalah momen ketika Soekarno mengemukakan konsep Pancasila yang merupakan intisari dari peradaban Indonesia di depan Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke XV pada 1960 di New York, Amerika Serikat (AS).

BACA JUGA:
Pemikiran Wahid Hasyim dalam Sila Pertama Pancasila

Kala itu, Presiden Soekarno membawakan pidato berjudul &amp;lsquo;Membangun Dunia Baru (To Build The World a New)&amp;rsquo;. Pidato ini dibacakannya selama dua jam.

BACA JUGA:
Kenapa Tanggal 1 Juni Ditetapkan Sebagai Hari Lahirnya Pancasila?

Dalam pidato setebal 70 halaman itu, Presiden Soekarno meminta PBB memasukkan Pancasila dalam piagam PBB yang dianggapnya sudah ketinggalan zaman.

&amp;ldquo;Saya yakin seyakin-yakinnya bahwa diterimanya kelima prinsip itu dan mencantumkannya dalam piagam, akan sangat memperkuat organisasi ini,&amp;rdquo; terangnya.

&amp;nbsp;BACA SELENGKAPNYA:&amp;nbsp;Penggalan Pidato Presiden Soekarno Mengenalkan Pancasila di Sidang Majelis PBB </content:encoded></item></channel></rss>
