<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Prabowo Usulkan 5 Saran Resolusi Konflik Rusia-Ukraina, Ini Penjelasannya</title><description>Ia pun mengusulkan beberapa garis besar saran resolusi konflik.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/03/337/2824566/prabowo-usulkan-5-saran-resolusi-konflik-rusia-ukraina-ini-penjelasannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/06/03/337/2824566/prabowo-usulkan-5-saran-resolusi-konflik-rusia-ukraina-ini-penjelasannya"/><item><title>Prabowo Usulkan 5 Saran Resolusi Konflik Rusia-Ukraina, Ini Penjelasannya</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/03/337/2824566/prabowo-usulkan-5-saran-resolusi-konflik-rusia-ukraina-ini-penjelasannya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/06/03/337/2824566/prabowo-usulkan-5-saran-resolusi-konflik-rusia-ukraina-ini-penjelasannya</guid><pubDate>Sabtu 03 Juni 2023 19:41 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/03/337/2824566/prabowo-usulkan-5-saran-resolusi-konflik-rusia-ukraina-ini-penjelasannya-JqjpJAVXBm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menhan Prabowo Subianto (Foto: Kemhan)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/03/337/2824566/prabowo-usulkan-5-saran-resolusi-konflik-rusia-ukraina-ini-penjelasannya-JqjpJAVXBm.jpg</image><title>Menhan Prabowo Subianto (Foto: Kemhan)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNi8wMy8yMC8xNjY4MDcvMC94OGxoaDFx&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
SINGAPURA - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menyampaikan lima sarannya untuk resolusi konflik Rusia-Ukraina, di International Institute for Strategic Studies (IISS) Shangri-La Dialogue 20th Asia Security Summit, Singapura, Jumat (2/6/2023).
&quot;Karena itu saya ingin mengambil kesempatan ini untuk merekomendasikan bagi saudara-saudara kita di Ukraina dan di Rusia untuk secepat mungkin menghentikan permusuhan,&amp;rdquo; kata Prabowo.
Ia mengusulkan agar Dialog Shangri-La ini dapat menemukan cara yang mendesak Ukraina dan Rusia untuk segera memulai negosiasi perdamaian.

BACA JUGA:
Garuda Jelaskan Penyebab Penyesuaian Jadwal Keberangkatan Jamaah Haji Kloter 4

Ia pun mengusulkan beberapa garis besar saran resolusi konflik.
Lima saran tersebut meliputi, pertama, gencatan senjata. Dalam hal ini penghentian permusuhan di tempat pada posisi saat ini dari kedua pihak yang tengah berkonflik.

BACA JUGA:
Kebakaran KRI Teluk Hading, Semua ABK Selamat

Kedua, saling mundur masing-masing 15 kilometer ke baris baru (belakang) dari posisi depan masing-masing negara saat ini.Ketiga, membentuk pasukan pemantau. Ia menyarankan PBB diterjunkan di sepanjang zona demiliterisasi baru kedua negara itu.

Keempat, pasukan pemantau dan ahli dari PBB yang terdiri dari kontingen dari negara-negara yang disepakati oleh baik Ukraina dan Rusia.

Kelima, PBB harus mengorganisir dan melaksanakan referendum di wilayah sengketa untuk memastikan secara objektif keinginan mayoritas penduduk dari berbagai wilayah sengketa.

&quot;Setidaknya, mari kita coba ajukan beberapa rekomendasi konkret sehingga pertemuan seperti Dialog Shangri-La akan memiliki substansi dan makna yang lebih,&quot; kata Prabowo.

Prabowo mengatakan langkah-langkah ini telah terbukti efektif dalam sejarah. Contohnya di Korea. &amp;ldquo;Meskipun saya sepakat bahwa resolusi masih harus dicapai di Korea.&amp;rdquo;

&amp;ldquo;Namun, yang mendesak adalah penghentian permusuhan segera untuk melindungi penduduk sipil tak berdosa di wilayah konflik,&amp;rdquo; tegasnya.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNi8wMy8yMC8xNjY4MDcvMC94OGxoaDFx&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
SINGAPURA - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menyampaikan lima sarannya untuk resolusi konflik Rusia-Ukraina, di International Institute for Strategic Studies (IISS) Shangri-La Dialogue 20th Asia Security Summit, Singapura, Jumat (2/6/2023).
&quot;Karena itu saya ingin mengambil kesempatan ini untuk merekomendasikan bagi saudara-saudara kita di Ukraina dan di Rusia untuk secepat mungkin menghentikan permusuhan,&amp;rdquo; kata Prabowo.
Ia mengusulkan agar Dialog Shangri-La ini dapat menemukan cara yang mendesak Ukraina dan Rusia untuk segera memulai negosiasi perdamaian.

BACA JUGA:
Garuda Jelaskan Penyebab Penyesuaian Jadwal Keberangkatan Jamaah Haji Kloter 4

Ia pun mengusulkan beberapa garis besar saran resolusi konflik.
Lima saran tersebut meliputi, pertama, gencatan senjata. Dalam hal ini penghentian permusuhan di tempat pada posisi saat ini dari kedua pihak yang tengah berkonflik.

BACA JUGA:
Kebakaran KRI Teluk Hading, Semua ABK Selamat

Kedua, saling mundur masing-masing 15 kilometer ke baris baru (belakang) dari posisi depan masing-masing negara saat ini.Ketiga, membentuk pasukan pemantau. Ia menyarankan PBB diterjunkan di sepanjang zona demiliterisasi baru kedua negara itu.

Keempat, pasukan pemantau dan ahli dari PBB yang terdiri dari kontingen dari negara-negara yang disepakati oleh baik Ukraina dan Rusia.

Kelima, PBB harus mengorganisir dan melaksanakan referendum di wilayah sengketa untuk memastikan secara objektif keinginan mayoritas penduduk dari berbagai wilayah sengketa.

&quot;Setidaknya, mari kita coba ajukan beberapa rekomendasi konkret sehingga pertemuan seperti Dialog Shangri-La akan memiliki substansi dan makna yang lebih,&quot; kata Prabowo.

Prabowo mengatakan langkah-langkah ini telah terbukti efektif dalam sejarah. Contohnya di Korea. &amp;ldquo;Meskipun saya sepakat bahwa resolusi masih harus dicapai di Korea.&amp;rdquo;

&amp;ldquo;Namun, yang mendesak adalah penghentian permusuhan segera untuk melindungi penduduk sipil tak berdosa di wilayah konflik,&amp;rdquo; tegasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
