<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dua Wanita Rupawan Ini Bikin Cinta Soekarno Bertepuk Sebelah Tangan   </title><description>Namun ternyata ada dua wanita yang membuat Soekarno terpincut, namun berakhir penolakan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/05/337/2824985/dua-wanita-rupawan-ini-bikin-cinta-soekarno-bertepuk-sebelah-tangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/06/05/337/2824985/dua-wanita-rupawan-ini-bikin-cinta-soekarno-bertepuk-sebelah-tangan"/><item><title>Dua Wanita Rupawan Ini Bikin Cinta Soekarno Bertepuk Sebelah Tangan   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/05/337/2824985/dua-wanita-rupawan-ini-bikin-cinta-soekarno-bertepuk-sebelah-tangan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/06/05/337/2824985/dua-wanita-rupawan-ini-bikin-cinta-soekarno-bertepuk-sebelah-tangan</guid><pubDate>Senin 05 Juni 2023 08:04 WIB</pubDate><dc:creator>Qur'anul Hidayat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/04/337/2824985/dua-wanita-rupawan-ini-bikin-cinta-soekarno-bertepuk-sebelah-tangan-g6Jliq2wRb.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Gusti Nurul. (Foto: Repro buku Gusti Nurul)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/04/337/2824985/dua-wanita-rupawan-ini-bikin-cinta-soekarno-bertepuk-sebelah-tangan-g6Jliq2wRb.jpeg</image><title>Gusti Nurul. (Foto: Repro buku Gusti Nurul)</title></images><description>SOEKARNO menambatkan cintanya pada sejumlah wanita dalam hidupnya. Bung Besar tercatat mempunyai 9 istri, antara lain Oetari, Inggit Garnasih, Fatmawati, Hartini, Ratna Sari Dewi, Haryati, Yurike Sanger, Kartini Manoppo dan Heldy Djafar.

Namun ternyata ada dua wanita yang membuat Soekarno terpincut, namun cintanya bertepuk sebelah tangan. Kedua wanita itu adalah Gusti Nurul dan Irma Ottenhoff Mahamit.

Dilansir dari beragam sumber,  Gustri Nurul atau Gusti Raden Ayu Siti Nurul Kamaril Ngasarati Kusumawardhani, merupakan seorang putri Solo kelahiran tahun 1921. Nurul adalah anak Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Mangkunegoro VII dan Gusti Kanjeng Ratu Timoer.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pidato Soekarno Gaungkan Pembangunan Irian Barat, Ini Isinya

Nurul memang dijuluki sebagai &amp;lsquo;Bidadari Solo&amp;rsquo; karena parasnya yang sangat cantik dan multitalenta. Ia dapat menari, menunggangi kuda, bermain tenis dan berenang dengan sangat mahir.

Dalam buku &amp;ldquo;Gusti Noeroel: Streven Naar Geluk (Mengejar Kebahagiaan)&amp;rdquo;, Nurul digambarkan sebagai wanita yang hidup sangat modern. Bahkan, melebihi eranya pada saat itu.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Soekarno : Saya Bukanlah Pencipta Pancasila

Satu kisah yang menarik dari Nurul adalah ketika ia menolak cinta banyak pejabat negara, termasuk&amp;nbsp;Bung Karno, Sutan Sjahrir, dan Sultan Hamengkubuwono IX. Alasannya, ia enggan dimadu.

Nurul akhirnya menikah dengan seorang perwira biasa bernama Soerjo Soejarso di tahun 1951. Keduanya memutuskan untuk pindah ke Jakarta usai menikah.

Wanita kedua yang juga menjadi incaran bung Karno adalah Irma Ottenhoff Mahamit. Ia merupakan pramugari pesawat kepresidenan yang bertugas di tahun 1960-an.Lolos dari seleksi ketat untuk menjadi awak pesawat ekslusif itu, Irma berhak mendapat kesempatan bertemu Bung Karno. Ketika melihat Irma, Bung Karno melontarkan pujian dan mengatakan bahwa Irma sangat cantik saat mengenakan kebaya.



Karena sering bertemu di dalam pesawat, Bung Karno menyukai Irma. Namun, cinta itu tak berbalas. Irma sama sekali tidak menaruh perasaan apa pun kepada Sang Presiden.



Berbagai sumber menyebut, Irma merasa takut apabila akan merusak hati dan perasaan istri-istri Bung Karno yang lain.

</description><content:encoded>SOEKARNO menambatkan cintanya pada sejumlah wanita dalam hidupnya. Bung Besar tercatat mempunyai 9 istri, antara lain Oetari, Inggit Garnasih, Fatmawati, Hartini, Ratna Sari Dewi, Haryati, Yurike Sanger, Kartini Manoppo dan Heldy Djafar.

Namun ternyata ada dua wanita yang membuat Soekarno terpincut, namun cintanya bertepuk sebelah tangan. Kedua wanita itu adalah Gusti Nurul dan Irma Ottenhoff Mahamit.

Dilansir dari beragam sumber,  Gustri Nurul atau Gusti Raden Ayu Siti Nurul Kamaril Ngasarati Kusumawardhani, merupakan seorang putri Solo kelahiran tahun 1921. Nurul adalah anak Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Mangkunegoro VII dan Gusti Kanjeng Ratu Timoer.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pidato Soekarno Gaungkan Pembangunan Irian Barat, Ini Isinya

Nurul memang dijuluki sebagai &amp;lsquo;Bidadari Solo&amp;rsquo; karena parasnya yang sangat cantik dan multitalenta. Ia dapat menari, menunggangi kuda, bermain tenis dan berenang dengan sangat mahir.

Dalam buku &amp;ldquo;Gusti Noeroel: Streven Naar Geluk (Mengejar Kebahagiaan)&amp;rdquo;, Nurul digambarkan sebagai wanita yang hidup sangat modern. Bahkan, melebihi eranya pada saat itu.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Soekarno : Saya Bukanlah Pencipta Pancasila

Satu kisah yang menarik dari Nurul adalah ketika ia menolak cinta banyak pejabat negara, termasuk&amp;nbsp;Bung Karno, Sutan Sjahrir, dan Sultan Hamengkubuwono IX. Alasannya, ia enggan dimadu.

Nurul akhirnya menikah dengan seorang perwira biasa bernama Soerjo Soejarso di tahun 1951. Keduanya memutuskan untuk pindah ke Jakarta usai menikah.

Wanita kedua yang juga menjadi incaran bung Karno adalah Irma Ottenhoff Mahamit. Ia merupakan pramugari pesawat kepresidenan yang bertugas di tahun 1960-an.Lolos dari seleksi ketat untuk menjadi awak pesawat ekslusif itu, Irma berhak mendapat kesempatan bertemu Bung Karno. Ketika melihat Irma, Bung Karno melontarkan pujian dan mengatakan bahwa Irma sangat cantik saat mengenakan kebaya.



Karena sering bertemu di dalam pesawat, Bung Karno menyukai Irma. Namun, cinta itu tak berbalas. Irma sama sekali tidak menaruh perasaan apa pun kepada Sang Presiden.



Berbagai sumber menyebut, Irma merasa takut apabila akan merusak hati dan perasaan istri-istri Bung Karno yang lain.

</content:encoded></item></channel></rss>
