<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tak Ditemukan Unsur Pidana, Polisi Setop Kasus Kematian Anak Pejabat Kemenhub</title><description>&amp;nbsp;
Korban disimpulkan bunuh diri dengan melompat dari atap lantai delapan gedung sekolah.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/05/609/2825082/tak-ditemukan-unsur-pidana-polisi-setop-kasus-kematian-anak-pejabat-kemenhub</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/06/05/609/2825082/tak-ditemukan-unsur-pidana-polisi-setop-kasus-kematian-anak-pejabat-kemenhub"/><item><title>Tak Ditemukan Unsur Pidana, Polisi Setop Kasus Kematian Anak Pejabat Kemenhub</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/05/609/2825082/tak-ditemukan-unsur-pidana-polisi-setop-kasus-kematian-anak-pejabat-kemenhub</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/06/05/609/2825082/tak-ditemukan-unsur-pidana-polisi-setop-kasus-kematian-anak-pejabat-kemenhub</guid><pubDate>Senin 05 Juni 2023 07:38 WIB</pubDate><dc:creator>Leo Muhammad Nur</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/05/609/2825082/tak-ditemukan-unsur-pidana-polisi-setop-kasus-kematian-anak-pejabat-kemenhub-praAb4CItl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/05/609/2825082/tak-ditemukan-unsur-pidana-polisi-setop-kasus-kematian-anak-pejabat-kemenhub-praAb4CItl.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>MAKASSAR - Polisi menghentikan penyelidikan kematian siswa Sekolah Islam Athirah yang diduga bunuh diri dengan melompat dari lantai delapan gedung sekolah. Dari pemeriksaan hingga penyidikan, polisi tidak menemukan adanya unsur pidana.
Korban disimpulkan bunuh diri dengan melompat dari atap lantai delapan gedung sekolah.
Dalam proses penyelidikan, polisi telah memeriksa 24 saksi. Mulai dari rekan korban, guru, petugas kebersihan atau office boy (OB), hingga ojek online yang mengantar korban ke sekolah.

BACA JUGA:
Istri Gajah Mada Bunuh Diri Usai Suaminya Moksa

Dari pemeriksaan saksi yang disesuaikan dengan hasil analisa rekaman CCTV, polisi tidak menemukan adanya unsur kekerasan atau unsur pidana pada korban sebelum ditemukan tergeletak di lapangan sekolah.
Siswa kelas 8 inisial  BNY (15) itu sebelumnya diduga bunuh diri dengan melompat dari atap lantai delapan hingga jatuh di lapangan sekolah.
Kapolrestabes Makassar Kombes Mohkhamad Ngajib mengatakan, menghentikan penyelidikan atas kasus tersebut lantaran tidak ditemukan adanya unsur pidana.
Dari keterangan saksi yang disesuaikan dengan rekamam CCTV, korban datang ke sekolah pada pukul 9.21 WIB. Selanjutnya, korban lalu naik lift dari lantai satu menuju lantai delapan dan menaiki tangga menuju ke atap.

BACA JUGA:
Istri di Koltim Aniaya Suami hingga Tewas Lalu Bunuh Diri
Sementara terkait luka korban, Tim Forensik Biddokes Polda Sulawesi Selatan yang telah melakukan pemeriksaan luar jenazah.
Terdapat beberapa luka di tubuh korban yang disebabkan oleh benda tumpul yang sangat kuat. Di mana, perkenaan objek dengan benda tumpul itu sangat kuat dan keras sehingga mengakibatkan luka memar lecet dan kondisi patah tulang di daerah panggul, paha dan lengan.
Sebelumnya, siswa kelas 8 SMP Athirah di Jalan Kajaolalido, Kota Makassar ditemukan tergeletak di lapangan sekolah. Diduga korban tak lain dari anak dari pejabat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang menjabat sebagai Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas 2 Banten tersebut jatuh dari lantai delapan gedung sekolah Rabu 24 Mei lalu.</description><content:encoded>MAKASSAR - Polisi menghentikan penyelidikan kematian siswa Sekolah Islam Athirah yang diduga bunuh diri dengan melompat dari lantai delapan gedung sekolah. Dari pemeriksaan hingga penyidikan, polisi tidak menemukan adanya unsur pidana.
Korban disimpulkan bunuh diri dengan melompat dari atap lantai delapan gedung sekolah.
Dalam proses penyelidikan, polisi telah memeriksa 24 saksi. Mulai dari rekan korban, guru, petugas kebersihan atau office boy (OB), hingga ojek online yang mengantar korban ke sekolah.

BACA JUGA:
Istri Gajah Mada Bunuh Diri Usai Suaminya Moksa

Dari pemeriksaan saksi yang disesuaikan dengan hasil analisa rekaman CCTV, polisi tidak menemukan adanya unsur kekerasan atau unsur pidana pada korban sebelum ditemukan tergeletak di lapangan sekolah.
Siswa kelas 8 inisial  BNY (15) itu sebelumnya diduga bunuh diri dengan melompat dari atap lantai delapan hingga jatuh di lapangan sekolah.
Kapolrestabes Makassar Kombes Mohkhamad Ngajib mengatakan, menghentikan penyelidikan atas kasus tersebut lantaran tidak ditemukan adanya unsur pidana.
Dari keterangan saksi yang disesuaikan dengan rekamam CCTV, korban datang ke sekolah pada pukul 9.21 WIB. Selanjutnya, korban lalu naik lift dari lantai satu menuju lantai delapan dan menaiki tangga menuju ke atap.

BACA JUGA:
Istri di Koltim Aniaya Suami hingga Tewas Lalu Bunuh Diri
Sementara terkait luka korban, Tim Forensik Biddokes Polda Sulawesi Selatan yang telah melakukan pemeriksaan luar jenazah.
Terdapat beberapa luka di tubuh korban yang disebabkan oleh benda tumpul yang sangat kuat. Di mana, perkenaan objek dengan benda tumpul itu sangat kuat dan keras sehingga mengakibatkan luka memar lecet dan kondisi patah tulang di daerah panggul, paha dan lengan.
Sebelumnya, siswa kelas 8 SMP Athirah di Jalan Kajaolalido, Kota Makassar ditemukan tergeletak di lapangan sekolah. Diduga korban tak lain dari anak dari pejabat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang menjabat sebagai Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas 2 Banten tersebut jatuh dari lantai delapan gedung sekolah Rabu 24 Mei lalu.</content:encoded></item></channel></rss>
