<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Krisis Demografis Makin Parah, Jepang Catat Angka Kelahiran Terendah dalam Sejarah</title><description>Tingkat kelahiran di Jepang telah turun selama tujuh tahun berturut-turut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/06/18/2825787/krisis-demografis-makin-parah-jepang-catat-angka-kelahiran-terendah-dalam-sejarah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/06/06/18/2825787/krisis-demografis-makin-parah-jepang-catat-angka-kelahiran-terendah-dalam-sejarah"/><item><title>Krisis Demografis Makin Parah, Jepang Catat Angka Kelahiran Terendah dalam Sejarah</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/06/18/2825787/krisis-demografis-makin-parah-jepang-catat-angka-kelahiran-terendah-dalam-sejarah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/06/06/18/2825787/krisis-demografis-makin-parah-jepang-catat-angka-kelahiran-terendah-dalam-sejarah</guid><pubDate>Selasa 06 Juni 2023 08:34 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/06/18/2825787/krisis-demografis-makin-parah-jepang-catat-angka-kelahiran-terendah-dalam-sejarah-oSpezOJ9wb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/06/18/2825787/krisis-demografis-makin-parah-jepang-catat-angka-kelahiran-terendah-dalam-sejarah-oSpezOJ9wb.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Reuters)</title></images><description>TOKYO - Tingkat kelahiran di Jepang menurun selama tujuh tahun berturut-turut pada 2022 ke rekor terendah, kata kementerian kesehatan. Ini menggarisbawahi krisis yang mencengkeram Jepang ketika populasi negara itu menyusut dan menua dengan cepat.

BACA JUGA:
Populasi Dunia Mulai Menua, Ilmuwan Minta Peningkatan Kerjasama Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Angka fertilitas atau rata-rata jumlah anak yang dilahirkan oleh seorang wanita selama hidupnya adalah 1,2565. Angka yang diumumkan Jumat, (2/6/2023) itu lebih rendah dari level terendah sebelumnya di 1,2601 yang diposting pada 2005 dan jauh di bawah level 2,07 yang dianggap perlu untuk mempertahankan populasi yang stabil.
Perdana Menteri Fumio Kishida telah menjadikan penahanan angka kelahiran yang menurun di negara itu sebagai prioritas utama dan pemerintahnya, meskipun memiliki tingkat utang yang tinggi, berencana mengalokasikan pengeluaran sebesar 3,5 triliun yen (sekira Rp 372 triliun) setahun untuk perawatan anak dan langkah-langkah lain untuk mendukung orang tua.

BACA JUGA:
Populasi Jepang Turun 12 Tahun Berturut-turut, Apa Dampaknya?

&amp;ldquo;Populasi kaum muda akan mulai menurun drastis pada tahun 2030-an. Jangka waktu hingga saat itu adalah kesempatan terakhir kita untuk membalikkan tren penurunan kelahiran,&amp;rdquo; ujarnya pekan ini saat mengunjungi fasilitas penitipan anak, sebagaimana dilansir Reuters.Pandemi telah memperburuk tantangan demografis Jepang, dengan lebih sedikit pernikahan dalam beberapa tahun terakhir berkontribusi pada lebih sedikit kelahiran dan Covid-19 ikut bertanggung jawab atas lebih banyak kematian.
Jumlah bayi baru lahir di Jepang turun 5 persen menjadi 770.747 tahun lalu, angka terendah baru, sementara jumlah kematian melesat 9 persen lebih tinggi ke rekor 1,57 juta, data menunjukkan. Lebih dari 47.000 kematian di Jepang tahun lalu disebabkan oleh pandemi virus corona.</description><content:encoded>TOKYO - Tingkat kelahiran di Jepang menurun selama tujuh tahun berturut-turut pada 2022 ke rekor terendah, kata kementerian kesehatan. Ini menggarisbawahi krisis yang mencengkeram Jepang ketika populasi negara itu menyusut dan menua dengan cepat.

BACA JUGA:
Populasi Dunia Mulai Menua, Ilmuwan Minta Peningkatan Kerjasama Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Angka fertilitas atau rata-rata jumlah anak yang dilahirkan oleh seorang wanita selama hidupnya adalah 1,2565. Angka yang diumumkan Jumat, (2/6/2023) itu lebih rendah dari level terendah sebelumnya di 1,2601 yang diposting pada 2005 dan jauh di bawah level 2,07 yang dianggap perlu untuk mempertahankan populasi yang stabil.
Perdana Menteri Fumio Kishida telah menjadikan penahanan angka kelahiran yang menurun di negara itu sebagai prioritas utama dan pemerintahnya, meskipun memiliki tingkat utang yang tinggi, berencana mengalokasikan pengeluaran sebesar 3,5 triliun yen (sekira Rp 372 triliun) setahun untuk perawatan anak dan langkah-langkah lain untuk mendukung orang tua.

BACA JUGA:
Populasi Jepang Turun 12 Tahun Berturut-turut, Apa Dampaknya?

&amp;ldquo;Populasi kaum muda akan mulai menurun drastis pada tahun 2030-an. Jangka waktu hingga saat itu adalah kesempatan terakhir kita untuk membalikkan tren penurunan kelahiran,&amp;rdquo; ujarnya pekan ini saat mengunjungi fasilitas penitipan anak, sebagaimana dilansir Reuters.Pandemi telah memperburuk tantangan demografis Jepang, dengan lebih sedikit pernikahan dalam beberapa tahun terakhir berkontribusi pada lebih sedikit kelahiran dan Covid-19 ikut bertanggung jawab atas lebih banyak kematian.
Jumlah bayi baru lahir di Jepang turun 5 persen menjadi 770.747 tahun lalu, angka terendah baru, sementara jumlah kematian melesat 9 persen lebih tinggi ke rekor 1,57 juta, data menunjukkan. Lebih dari 47.000 kematian di Jepang tahun lalu disebabkan oleh pandemi virus corona.</content:encoded></item></channel></rss>
