<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>4 Guru Spiritual Bung Karno, Sakti hingga Berjuluk Manusia Jenius</title><description>Presiden ke-RI Soekarno sosok yang tegas, pemberani dan disegani.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/06/337/2825898/4-guru-spiritual-bung-karno-sakti-hingga-berjuluk-manusia-jenius</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/06/06/337/2825898/4-guru-spiritual-bung-karno-sakti-hingga-berjuluk-manusia-jenius"/><item><title>4 Guru Spiritual Bung Karno, Sakti hingga Berjuluk Manusia Jenius</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/06/337/2825898/4-guru-spiritual-bung-karno-sakti-hingga-berjuluk-manusia-jenius</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/06/06/337/2825898/4-guru-spiritual-bung-karno-sakti-hingga-berjuluk-manusia-jenius</guid><pubDate>Selasa 06 Juni 2023 11:51 WIB</pubDate><dc:creator>Arief Setyadi </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/06/337/2825898/4-guru-spiritual-bung-karno-sakti-hingga-berjuluk-manusia-jenius-YUq3VbSwG9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Soekarno (Foto: Wikipedia)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/06/337/2825898/4-guru-spiritual-bung-karno-sakti-hingga-berjuluk-manusia-jenius-YUq3VbSwG9.jpg</image><title>Soekarno (Foto: Wikipedia)</title></images><description>JAKARTA - Presiden ke-RI Soekarno sosok yang tegas, pemberani dan disegani. Sebagai anak bangsa, Soekarno ternyata juga memiliki guru spiritual.&amp;nbsp;
Setidaknya ada empat guru spiritual Bapak Proklamator yang kerap disapa Bung Karno itu. Dirangkum dari berbagai sumber, mereka adalah:&amp;nbsp;
1. HOS Cokroaminoto&amp;nbsp;
HOS Cokroaminoto merupakan Pemimpin Sarekat Islam (SI) sejak 1914 hingga akhir hayat. Di tangan pria berjuluk Bapak Bangsa ini, SI sempat menjadi salah satu organisasi massa terbesar dalam sejarah pergerakan nasional.
Pahlawan Nasional ini merupakan seorang pendidik. Banyak anak didiknya yang menjadi tokoh berpengaruh bangsa.

BACA JUGA:
RUU Permuseuman Harus Sejalan dengan Konsep Trisakti Bung Karno

Ketika menjadi guru, banyak muridnya yang tinggal di rumahnya, salah satunya Soekarno. Kemudian, adaSemaoen, Musso, hingga Maridjan Kartosoewirjo.
Cokroaminoto pun layak mendapat gelar Bapaknya Bapak Bangsa. Dari gurunya itu, Bung Karno bahkan disebut-sebut meniru HOS Tjokroaminoto dalam berpenampilan.
Paling kentara adalah Bung Karno mengenakan kopiah seperti Tjokroaminoto karena sebelumnya gemar mengenakan blangkon.

BACA JUGA:
 Pesan Terakhir Bung Karno ke Guntur: Jangan Cengeng! Buktikan Kau Memang Pantas Jadi Anak Sulung Sukarno&amp;nbsp; &amp;nbsp;
Hingga akhirnya, kopiah menjadi pakaian nasional. Bukan sekadar identitas kalangan santri.
2. Sosrokartono
Guru spiritual Bung Karno selanjutnya adalah Sosrokartono. Pria kelahiran Mayong, Jepara, Jawa Tengah 10 April 1887 adalah kakak kandung Raden Ajeng Kartini.
Lulusan Universitas Leiden Belanda tahun 1908 Jurusan Sastra Timur kerap disebut Maulwi Saelan. Ia merupakan murid terpandai Prof Dr. H Kern Leiden.
Tak heran Sosrokartono bisa menguasai 37 bahasa dan disanjung sebagai manusia jenius. Bahkan, kepandaiannya itu membuat Kaum intelektual Barat kagum hingga menjulukinya De Javanese Prince (Sang Pangeran Jawa) dan De Mooie Sos.
Saat Perang Dunia I pecah (1914-1918), Sosrokartono yang berada di Eropa menjadi jurnalis koran The New York Herald terbitan New York. Keberadaannya diterima banyak kalangan.
Kepandaian yang dimiliki Sosrokartono pernah membuatnya menjadi juru bahasa untuk Sekutu (1918) di Jenewa. Kemudian, pindah ke Perancis menjadi mahasiswa pendengar di Universitas Sorbonne, jurusan psikometri dan psikotekhnik.
Ia juga pernah menjadi Pegawai Tinggi Atase Kedutaan Besar Perancis di Den Haag tahun 1921. Selama 29 tahun melanglang di Eropa, yakni sejak 1897, ia kemudian pulang ke Indonesia.Soskrokartono sejak 1927 menempati rumahnya di Bandung, Jawa Barat. Ia menjalani fase kehidupan sebagai pendidik bersama Ki Hajar Dewantara dan kemudian lebih dikenal sebagai ahli kebatinan.
Cinta Sosrokartono kepada Nusantara, khususnya Jawa begitu besar. Ajarannya terkenal dengan mengoptimalkan indera rasa, mengasah rasa baik jasmani maupun rohani. Pada tahun 1899 Sosrokartono pernah berpidato bahasa Belanda dalam sebuah acara Kongres Bahasa di Gent, Belgia.
&amp;ldquo;Saya akan menyatakan sebagai musuh kepada siapa saja yang akan merobah Bangsa Jawa (Indonesia) menjadi Orang Eropa. Selama matahari dan bintang masih bersinar, saya akan melawan mereka itu!&amp;rdquo;.
Pada tahun 40-an, Sosrokartono pernah meramalkan, bahwa dengan dibukanya Terusan Suez yang banyak memakan korban, Asia dan Afrika akan bersatu padu di Bandung Jawa Barat.
3. KH Muhammad Yusuf
Guru spiritual Bung Karno ini lahir di Jakarta Pusat pada 1873 silam. Ia kerap disebut Mong Usuf.
Lantaran mengambil barang milik Belanda untuk diberikan ke rakyat miskin, Mong Usuf pernah menjadi buronan Belanda.4. Datuk Mujib

Ulama asal Betawi keturunan Raja Bone, Sulawesi Selatan ini lahir pada 1870, sebagaimana dibagikan akun @adiyusman3625.

Guru spiritual yang paling dianggap kramat oleh Bung Karno. Dianggap memiliki banyak karomah, alim dan memiliki banyak pengetahuan agama.

Salah satu karomahnya bisa menghentikan hujan yang sedang turun. Konon tongkat komando yang dipegang Bung Karno merupakan pemberian Datuk Mujib.

Tongkat komando itu disebut berisi jin muslim yang bertugas melindungi Bung Karno.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden ke-RI Soekarno sosok yang tegas, pemberani dan disegani. Sebagai anak bangsa, Soekarno ternyata juga memiliki guru spiritual.&amp;nbsp;
Setidaknya ada empat guru spiritual Bapak Proklamator yang kerap disapa Bung Karno itu. Dirangkum dari berbagai sumber, mereka adalah:&amp;nbsp;
1. HOS Cokroaminoto&amp;nbsp;
HOS Cokroaminoto merupakan Pemimpin Sarekat Islam (SI) sejak 1914 hingga akhir hayat. Di tangan pria berjuluk Bapak Bangsa ini, SI sempat menjadi salah satu organisasi massa terbesar dalam sejarah pergerakan nasional.
Pahlawan Nasional ini merupakan seorang pendidik. Banyak anak didiknya yang menjadi tokoh berpengaruh bangsa.

BACA JUGA:
RUU Permuseuman Harus Sejalan dengan Konsep Trisakti Bung Karno

Ketika menjadi guru, banyak muridnya yang tinggal di rumahnya, salah satunya Soekarno. Kemudian, adaSemaoen, Musso, hingga Maridjan Kartosoewirjo.
Cokroaminoto pun layak mendapat gelar Bapaknya Bapak Bangsa. Dari gurunya itu, Bung Karno bahkan disebut-sebut meniru HOS Tjokroaminoto dalam berpenampilan.
Paling kentara adalah Bung Karno mengenakan kopiah seperti Tjokroaminoto karena sebelumnya gemar mengenakan blangkon.

BACA JUGA:
 Pesan Terakhir Bung Karno ke Guntur: Jangan Cengeng! Buktikan Kau Memang Pantas Jadi Anak Sulung Sukarno&amp;nbsp; &amp;nbsp;
Hingga akhirnya, kopiah menjadi pakaian nasional. Bukan sekadar identitas kalangan santri.
2. Sosrokartono
Guru spiritual Bung Karno selanjutnya adalah Sosrokartono. Pria kelahiran Mayong, Jepara, Jawa Tengah 10 April 1887 adalah kakak kandung Raden Ajeng Kartini.
Lulusan Universitas Leiden Belanda tahun 1908 Jurusan Sastra Timur kerap disebut Maulwi Saelan. Ia merupakan murid terpandai Prof Dr. H Kern Leiden.
Tak heran Sosrokartono bisa menguasai 37 bahasa dan disanjung sebagai manusia jenius. Bahkan, kepandaiannya itu membuat Kaum intelektual Barat kagum hingga menjulukinya De Javanese Prince (Sang Pangeran Jawa) dan De Mooie Sos.
Saat Perang Dunia I pecah (1914-1918), Sosrokartono yang berada di Eropa menjadi jurnalis koran The New York Herald terbitan New York. Keberadaannya diterima banyak kalangan.
Kepandaian yang dimiliki Sosrokartono pernah membuatnya menjadi juru bahasa untuk Sekutu (1918) di Jenewa. Kemudian, pindah ke Perancis menjadi mahasiswa pendengar di Universitas Sorbonne, jurusan psikometri dan psikotekhnik.
Ia juga pernah menjadi Pegawai Tinggi Atase Kedutaan Besar Perancis di Den Haag tahun 1921. Selama 29 tahun melanglang di Eropa, yakni sejak 1897, ia kemudian pulang ke Indonesia.Soskrokartono sejak 1927 menempati rumahnya di Bandung, Jawa Barat. Ia menjalani fase kehidupan sebagai pendidik bersama Ki Hajar Dewantara dan kemudian lebih dikenal sebagai ahli kebatinan.
Cinta Sosrokartono kepada Nusantara, khususnya Jawa begitu besar. Ajarannya terkenal dengan mengoptimalkan indera rasa, mengasah rasa baik jasmani maupun rohani. Pada tahun 1899 Sosrokartono pernah berpidato bahasa Belanda dalam sebuah acara Kongres Bahasa di Gent, Belgia.
&amp;ldquo;Saya akan menyatakan sebagai musuh kepada siapa saja yang akan merobah Bangsa Jawa (Indonesia) menjadi Orang Eropa. Selama matahari dan bintang masih bersinar, saya akan melawan mereka itu!&amp;rdquo;.
Pada tahun 40-an, Sosrokartono pernah meramalkan, bahwa dengan dibukanya Terusan Suez yang banyak memakan korban, Asia dan Afrika akan bersatu padu di Bandung Jawa Barat.
3. KH Muhammad Yusuf
Guru spiritual Bung Karno ini lahir di Jakarta Pusat pada 1873 silam. Ia kerap disebut Mong Usuf.
Lantaran mengambil barang milik Belanda untuk diberikan ke rakyat miskin, Mong Usuf pernah menjadi buronan Belanda.4. Datuk Mujib

Ulama asal Betawi keturunan Raja Bone, Sulawesi Selatan ini lahir pada 1870, sebagaimana dibagikan akun @adiyusman3625.

Guru spiritual yang paling dianggap kramat oleh Bung Karno. Dianggap memiliki banyak karomah, alim dan memiliki banyak pengetahuan agama.

Salah satu karomahnya bisa menghentikan hujan yang sedang turun. Konon tongkat komando yang dipegang Bung Karno merupakan pemberian Datuk Mujib.

Tongkat komando itu disebut berisi jin muslim yang bertugas melindungi Bung Karno.</content:encoded></item></channel></rss>
