<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Istiqlal Jadi Masjid Pertama di Dunia dengan Fasilitas American Space</title><description>American Space milik Departemen Luar Negeri AS ini adalah yang pertama terletak di dalam masjid.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/07/18/2826629/istiqlal-jadi-masjid-pertama-di-dunia-dengan-fasilitas-american-space</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/06/07/18/2826629/istiqlal-jadi-masjid-pertama-di-dunia-dengan-fasilitas-american-space"/><item><title>Istiqlal Jadi Masjid Pertama di Dunia dengan Fasilitas American Space</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/07/18/2826629/istiqlal-jadi-masjid-pertama-di-dunia-dengan-fasilitas-american-space</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/06/07/18/2826629/istiqlal-jadi-masjid-pertama-di-dunia-dengan-fasilitas-american-space</guid><pubDate>Rabu 07 Juni 2023 13:11 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/07/18/2826629/istiqlal-jadi-masjid-pertama-di-dunia-dengan-fasilitas-american-space-wvkQywttpZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. Nasaruddin Umar bersama Duta Besar AS untuk Indonesia Sung Y. Kim meresmikan American Space di Masjid Istiqlal, Jakarta, 6 Juni 2023. (Foto: Kedutaan Besar AS Jakarta)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/07/18/2826629/istiqlal-jadi-masjid-pertama-di-dunia-dengan-fasilitas-american-space-wvkQywttpZ.jpg</image><title>Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. Nasaruddin Umar bersama Duta Besar AS untuk Indonesia Sung Y. Kim meresmikan American Space di Masjid Istiqlal, Jakarta, 6 Juni 2023. (Foto: Kedutaan Besar AS Jakarta)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia, Sung Y. Kim dan Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Nasaruddin Umar pada Selasa, (6/6/2023) menghadiri upacara pengguntingan pita untuk meresmikan American Space di Masjid Istiqlal. Bermitra dengan Voice of Istiqlal (VoIST), American Space yang baru milik Departemen Luar Negeri AS ini adalah yang pertama yang terletak di dalam sebuah masjid.

BACA JUGA:
Sambangi Istiqlal, Presiden Iran: Masjid Ini Menjadi Tempat Tanggung Jawab Sosial Terhadap Dunia!

Prakarsa Kedubes AS di Jakarta dan Masjid Istiqlal ini akan mempererat hubungan antara masyarakat Amerika Serikat dan Indonesia. Kedubes AS dan Badan Pengelola Masjid Istiqlal menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) pada 6 April 2023 untuk memperkokoh kemitraan ini.
American Space terbaru ini menambah jumlah fasilitas sejenis di seluruh Indonesia yang saat ini berjumlah 12. Program-program American Spaces memiliki fokus di lima bidang yaitu pembelajaran dan pelatihan guru Bahasa Inggris; konsultasi pendidikan dan promosi studi di Amerika Serikat; jejaring, proyek dan kegiatan alumni; program kebudayaan dan penjangkauan; dan informasi umum mengenai Amerika Serikat.

BACA JUGA:
Imam Besar Istiqlal Tegaskan Tak Boleh Satu Orang pun Kampanye di Masjid

&amp;ldquo;Fasilitas American Space di Istiqlal ini terbuka untuk siapa saja dan menjadi sarana bagi warga Muslim maupun non-Muslim di Indonesia yang tertarik untuk berdialog dan bekerja sama&amp;rdquo; ujar Dubes Kim saat pembukaan.
&amp;ldquo;Ini akan menjadi wadah bagi komunitas lokal berdiskusi masalah global dan nilai-nilai yang dianut bersama antara masyarakat Indonesia dan AS,&amp;rdquo; tambahnya sebagaimana dikutip dari keterangan pers Kedutaan Besar AS.
&amp;ldquo;American Space Voice of Istiqlal menjadi sarana memperkuat hubungan antara Amerika Serikat dan Indonesia,&amp;rdquo; kata Imam Besar Nasaruddin Umar.
&amp;ldquo;Kami melihat Istiqlal siap untuk menjadi pusat peradaban Islam, identitas nasional dan simbol kemajuan masyarakat Indonesia yang akan mempromosikan dialog lintas agama dan Islam moderat dengan tujuan untuk memperkuat hubungan antara Timur dan Barat.&amp;rdquo;
American Space ini menempati ruang yang besar dan fleksibel di dalam perpustakaan masjid dengan koleksi buku dan akses ke sumber informasi penting dan jurnal, dilengkapi dengan komputer, proyektor dan layar yang dapat digunakan masyarakat umum.
Fasilitas ini dapat menampung sekitar 40 pengunjung program tatap muka. Kegiatan penjangkauannya akan fokus pada demokrasi, hak asasi manusia, dan keberagaman serta mempromosikan pendidikan dan peningkatan keterampilan untuk pemuda usia 18-35 tahun. Tempat ini juga akan menjadi sarana untuk mempelajari seluk beluk nilai, gagasan, dan budaya Amerika, dan menjadi pusat informasi peluang program pertukaran ke Amerika Serikat.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia, Sung Y. Kim dan Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Nasaruddin Umar pada Selasa, (6/6/2023) menghadiri upacara pengguntingan pita untuk meresmikan American Space di Masjid Istiqlal. Bermitra dengan Voice of Istiqlal (VoIST), American Space yang baru milik Departemen Luar Negeri AS ini adalah yang pertama yang terletak di dalam sebuah masjid.

BACA JUGA:
Sambangi Istiqlal, Presiden Iran: Masjid Ini Menjadi Tempat Tanggung Jawab Sosial Terhadap Dunia!

Prakarsa Kedubes AS di Jakarta dan Masjid Istiqlal ini akan mempererat hubungan antara masyarakat Amerika Serikat dan Indonesia. Kedubes AS dan Badan Pengelola Masjid Istiqlal menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) pada 6 April 2023 untuk memperkokoh kemitraan ini.
American Space terbaru ini menambah jumlah fasilitas sejenis di seluruh Indonesia yang saat ini berjumlah 12. Program-program American Spaces memiliki fokus di lima bidang yaitu pembelajaran dan pelatihan guru Bahasa Inggris; konsultasi pendidikan dan promosi studi di Amerika Serikat; jejaring, proyek dan kegiatan alumni; program kebudayaan dan penjangkauan; dan informasi umum mengenai Amerika Serikat.

BACA JUGA:
Imam Besar Istiqlal Tegaskan Tak Boleh Satu Orang pun Kampanye di Masjid

&amp;ldquo;Fasilitas American Space di Istiqlal ini terbuka untuk siapa saja dan menjadi sarana bagi warga Muslim maupun non-Muslim di Indonesia yang tertarik untuk berdialog dan bekerja sama&amp;rdquo; ujar Dubes Kim saat pembukaan.
&amp;ldquo;Ini akan menjadi wadah bagi komunitas lokal berdiskusi masalah global dan nilai-nilai yang dianut bersama antara masyarakat Indonesia dan AS,&amp;rdquo; tambahnya sebagaimana dikutip dari keterangan pers Kedutaan Besar AS.
&amp;ldquo;American Space Voice of Istiqlal menjadi sarana memperkuat hubungan antara Amerika Serikat dan Indonesia,&amp;rdquo; kata Imam Besar Nasaruddin Umar.
&amp;ldquo;Kami melihat Istiqlal siap untuk menjadi pusat peradaban Islam, identitas nasional dan simbol kemajuan masyarakat Indonesia yang akan mempromosikan dialog lintas agama dan Islam moderat dengan tujuan untuk memperkuat hubungan antara Timur dan Barat.&amp;rdquo;
American Space ini menempati ruang yang besar dan fleksibel di dalam perpustakaan masjid dengan koleksi buku dan akses ke sumber informasi penting dan jurnal, dilengkapi dengan komputer, proyektor dan layar yang dapat digunakan masyarakat umum.
Fasilitas ini dapat menampung sekitar 40 pengunjung program tatap muka. Kegiatan penjangkauannya akan fokus pada demokrasi, hak asasi manusia, dan keberagaman serta mempromosikan pendidikan dan peningkatan keterampilan untuk pemuda usia 18-35 tahun. Tempat ini juga akan menjadi sarana untuk mempelajari seluk beluk nilai, gagasan, dan budaya Amerika, dan menjadi pusat informasi peluang program pertukaran ke Amerika Serikat.</content:encoded></item></channel></rss>
