<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Waspada Gelombang Tinggi hingga 6 Meter Berpotensi Terjadi di Perairan Lampung</title><description>BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan pada 7 - 8 Juni 2023&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/07/337/2826486/waspada-gelombang-tinggi-hingga-6-meter-berpotensi-terjadi-di-perairan-lampung</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/06/07/337/2826486/waspada-gelombang-tinggi-hingga-6-meter-berpotensi-terjadi-di-perairan-lampung"/><item><title>Waspada Gelombang Tinggi hingga 6 Meter Berpotensi Terjadi di Perairan Lampung</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/07/337/2826486/waspada-gelombang-tinggi-hingga-6-meter-berpotensi-terjadi-di-perairan-lampung</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/06/07/337/2826486/waspada-gelombang-tinggi-hingga-6-meter-berpotensi-terjadi-di-perairan-lampung</guid><pubDate>Rabu 07 Juni 2023 09:39 WIB</pubDate><dc:creator>Dimas Choirul</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/07/337/2826486/waspada-gelombang-tinggi-hingga-6-meter-berpotensi-terjadi-di-perairan-lampung-BwE5jcrwh2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi/ Doc: Freepik</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/07/337/2826486/waspada-gelombang-tinggi-hingga-6-meter-berpotensi-terjadi-di-perairan-lampung-BwE5jcrwh2.jpg</image><title>Ilustrasi/ Doc: Freepik</title></images><description>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNi8wNi8xLzE2Njg5My81L3g4bGp1cHA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan pada 7 - 8 Juni 2023. Gelombang tinggi mencapai hingga 6 meter.


Berdasarkan analisa BMKG, hal itu terjadi karena pola angin di wilayah Indonesia bagian utara dominan bergerak dari Tenggara - Barat Daya dengan kecepatan angin berkisar 5 - 25 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari Timur - Tenggara dengan kecepatan angin berkisar 7 - 25 knot.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Soal Reshuffle Posisi Menkominfo, Ini Kata Jokowi&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan utara Sabang, perairan selatan Jawa, Selat Sunda bagian selatan, Laut Jawa, Laut Banda, dan Laut Arafuru,&quot; tulis keterangan BMKG, Rabu (7/6/2023).


Kondisi ini menyebabkan terjadinya peluang peningkatan gelombang setinggi 1.25 - 2.5 meter di Selat Malaka bagian utara, perairan P. Sawu, Laut Sawu, perairan Kupang - P. Rotte, Selat Sape bagian selatan, Selat Sumba bagian barat, Selat Ombai, Laut Natuna, Selat Karimata, Laut Jawa, perairan utara Jawa Timur, perairan selatan Kalimantan, Laut Bali, Laut Sumbawa.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Wapres: Penyediaan Air Bersih dan Sanitasi Layak Tak Dapat Ditawar

Selanjutnya Selat Lombok bagian utara, Selat Makassar bagian tengah dan selatan, perairan Kep. Sabalana -  Kep. Selayar, perairan Wakatobi, perairan Kep. Sangihe - Kep. Talaud, perairan Kep. Sitaro, perairan Bitung, Laut Maluku, perairan utara Halmahera, Laut Banda, perairan P. Buru, Laut Seram, perairan Kep. Sermata, perairan selatan Kep. Babar - Kep.  Tanimbar, perairan selatan Kep. Kai - Kep. Aru, Laut Arafuru, perairan utara Jayapura, Samudra Pasifik Utara Halmahera dan Samudra Pasifik Jayapura..


Untuk gelombang di kisaran lebih tinggi 2.5 - 4 meter berpeluang terjadi di perairan utara Sabang, perairan barat Aceh, perairan barat P. Simeulue - Kep. Mentawai, Samudra Hindia Barat Aceh - Kep. Mentawai, perairan selatan Bali - Sumbawa, Selat Bali - Lombok - Alas bagian selatan, perairan selatan P. Sumba, Samudra Hindia Selatan - NTT.





Sedangkan gelombang sangat tinggi dikisaran 4 - 6 meter berpeluang terjadi di perairan Bengkulu, perairan barat Lampung, Samudra Hindia Barat Bengkulu - Lampung, Selat Sunda bagian barat dan selatan, perairan selatan Banten - Jawa Timur, Samudra Hindia Selatan Banten - NTB.





Untuk itu perlu diperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran seperti perahu nelayan, kapal tongkang, kapal ferry, kapal ukuran besar seperti kapal kargo, kapal pesiar.</description><content:encoded>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNi8wNi8xLzE2Njg5My81L3g4bGp1cHA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan pada 7 - 8 Juni 2023. Gelombang tinggi mencapai hingga 6 meter.


Berdasarkan analisa BMKG, hal itu terjadi karena pola angin di wilayah Indonesia bagian utara dominan bergerak dari Tenggara - Barat Daya dengan kecepatan angin berkisar 5 - 25 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari Timur - Tenggara dengan kecepatan angin berkisar 7 - 25 knot.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Soal Reshuffle Posisi Menkominfo, Ini Kata Jokowi&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan utara Sabang, perairan selatan Jawa, Selat Sunda bagian selatan, Laut Jawa, Laut Banda, dan Laut Arafuru,&quot; tulis keterangan BMKG, Rabu (7/6/2023).


Kondisi ini menyebabkan terjadinya peluang peningkatan gelombang setinggi 1.25 - 2.5 meter di Selat Malaka bagian utara, perairan P. Sawu, Laut Sawu, perairan Kupang - P. Rotte, Selat Sape bagian selatan, Selat Sumba bagian barat, Selat Ombai, Laut Natuna, Selat Karimata, Laut Jawa, perairan utara Jawa Timur, perairan selatan Kalimantan, Laut Bali, Laut Sumbawa.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Wapres: Penyediaan Air Bersih dan Sanitasi Layak Tak Dapat Ditawar

Selanjutnya Selat Lombok bagian utara, Selat Makassar bagian tengah dan selatan, perairan Kep. Sabalana -  Kep. Selayar, perairan Wakatobi, perairan Kep. Sangihe - Kep. Talaud, perairan Kep. Sitaro, perairan Bitung, Laut Maluku, perairan utara Halmahera, Laut Banda, perairan P. Buru, Laut Seram, perairan Kep. Sermata, perairan selatan Kep. Babar - Kep.  Tanimbar, perairan selatan Kep. Kai - Kep. Aru, Laut Arafuru, perairan utara Jayapura, Samudra Pasifik Utara Halmahera dan Samudra Pasifik Jayapura..


Untuk gelombang di kisaran lebih tinggi 2.5 - 4 meter berpeluang terjadi di perairan utara Sabang, perairan barat Aceh, perairan barat P. Simeulue - Kep. Mentawai, Samudra Hindia Barat Aceh - Kep. Mentawai, perairan selatan Bali - Sumbawa, Selat Bali - Lombok - Alas bagian selatan, perairan selatan P. Sumba, Samudra Hindia Selatan - NTT.





Sedangkan gelombang sangat tinggi dikisaran 4 - 6 meter berpeluang terjadi di perairan Bengkulu, perairan barat Lampung, Samudra Hindia Barat Bengkulu - Lampung, Selat Sunda bagian barat dan selatan, perairan selatan Banten - Jawa Timur, Samudra Hindia Selatan Banten - NTB.





Untuk itu perlu diperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran seperti perahu nelayan, kapal tongkang, kapal ferry, kapal ukuran besar seperti kapal kargo, kapal pesiar.</content:encoded></item></channel></rss>
