<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Humor Gus Dur: Kisah Pengantin Bom Bunuh Diri Menyesal Ketemu Bidadari Surga</title><description>Suatu hari Gus Dur ditanya oleh wartawan terkait maraknya &amp;lsquo;pengantin&amp;rsquo; itu.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/08/337/2826702/humor-gus-dur-kisah-pengantin-bom-bunuh-diri-menyesal-ketemu-bidadari-surga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/06/08/337/2826702/humor-gus-dur-kisah-pengantin-bom-bunuh-diri-menyesal-ketemu-bidadari-surga"/><item><title>Humor Gus Dur: Kisah Pengantin Bom Bunuh Diri Menyesal Ketemu Bidadari Surga</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/08/337/2826702/humor-gus-dur-kisah-pengantin-bom-bunuh-diri-menyesal-ketemu-bidadari-surga</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/06/08/337/2826702/humor-gus-dur-kisah-pengantin-bom-bunuh-diri-menyesal-ketemu-bidadari-surga</guid><pubDate>Kamis 08 Juni 2023 05:01 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/07/337/2826702/humor-gus-dur-kisah-pengantin-bom-bunuh-diri-menyesal-ketemu-bidadari-surga-2N6BJ3GDue.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur (Foto: Istimewa/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/07/337/2826702/humor-gus-dur-kisah-pengantin-bom-bunuh-diri-menyesal-ketemu-bidadari-surga-2N6BJ3GDue.jpg</image><title>Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur (Foto: Istimewa/Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid atau biasa disapa Gus Dur diketahui kerap melontarkan humor. Humor ini bisa membuat orang tertawa terbahak-bahak dan meredakan ketegangan politik pada kala itu.
Salah satunya adalah kisah yang diambil dari laman Santri Gus Dur tentang pelaku bom bunuh diri yang menyesal bertemu bidadari. Alkisah, suatu hari pelaku bom bunuh diri atau disebut juga &amp;lsquo;pengantin&amp;rsquo; menjadi pembicaraan hangat. Dia menjadi sangat diwaspadai semua pihak.

BACA JUGA:
Humor Gus Dur: Kisah Unik Gus Dur Punya 2 Tanggal Lahir

Suatu hari Gus Dur ditanya oleh wartawan terkait maraknya &amp;lsquo;pengantin&amp;rsquo; itu karena sebagian orang percaya bahwa itu tidak berdosa dan matinya syahid.
Lalu para &amp;lsquo;pengantin&amp;rsquo; meyakini kelak jika meninggal dunia akibat meledakkan diri, maka akan bertemu bidadari di surga.


BACA JUGA:
Kala Gus Dur Sebut Manusia yang Tak Mau Akur Sama Seperti Unta

&quot;Gus, menurut Anda, betulkah para pengebom itu mati syahid dan bertemu bidadari di surga?&quot; tanya seorang wartawan.

&quot;Memangnya sudah ada yang membuktikan?&quot; tanya balik Gus Dur.

&quot;Tentu saja belum kan, ulama maupun teroris itu kan belum pernah ke surga,&quot; tambah Gus Dur.&quot;Lalu, apakah benar mereka tergolong mati syahid, Gus?,&amp;rdquo; tanya wartawan lain.

&quot;Mereka itu yang jelas bukan mati syahid, tetapi mati sakit. Kalaupun mereka masuk surga, mereka akan menyesal bertemu bidadari,&quot; kata Gus Dur.



&quot;Kenapa Gus?,&amp;rdquo; ujar salah satu wartawan.

Gus Dur pun malah menjawab agak sedikit nyeleneh.



&quot;Karena kepalanya masih tertinggal di dunia dan ditahan oleh polisi,&quot; jawab Gus Dur.



Kemudian semua orang tertawa terbahak-bahak setelah mendengar jawaban Gus Dur itu. Jawaban ini menganggap mereka yang melakukan aksi bom bunuh diri merasa kesakitan.

Jawaban ini memang berkaitan dengan agama, sebab di agama Islam dijelaskan bahwa orang yang bunuh diri tidak akan diterima dan akan merasa kesakitan, hukumnya pun dosa.


Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:







&amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1575;&amp;#1614; &amp;#1578;&amp;#1614;&amp;#1602;&amp;#1618;&amp;#1578;&amp;#1615;&amp;#1604;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1575;&amp;#1618; &amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1601;&amp;#1615;&amp;#1587;&amp;#1614;&amp;#1603;&amp;#1615;&amp;#1605;&amp;#1618; &amp;#1573;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1617;&amp;#1614; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1617;&amp;#1607;&amp;#1614; &amp;#1603;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1606;&amp;#1614; &amp;#1576;&amp;#1616;&amp;#1603;&amp;#1615;&amp;#1605;&amp;#1618; &amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1581;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1605;&amp;#1611;&amp;#1575; * &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1606; &amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1601;&amp;#1618;&amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1618; &amp;#1584;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1616;&amp;#1603;&amp;#1614; &amp;#1593;&amp;#1615;&amp;#1583;&amp;#1618;&amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1606;&amp;#1611;&amp;#1575; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1592;&amp;#1615;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1605;&amp;#1611;&amp;#1575; &amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1587;&amp;#1614;&amp;#1608;&amp;#1618;&amp;#1601;&amp;#1614; &amp;#1606;&amp;#1615;&amp;#1589;&amp;#1618;&amp;#1604;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1607;&amp;#1616; &amp;#1606;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1585;&amp;#1611;&amp;#1575; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1603;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1606;&amp;#1614; &amp;#1584;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1616;&amp;#1603;&amp;#1614; &amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1609; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1617;&amp;#1607;&amp;#1616; &amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1587;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1585;&amp;#1611;&amp;#1575;







Artinya: &quot;Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. Dan barang siapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, maka Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.&quot; (QS An-Nisa: 29&amp;ndash;30)







Kemudian dijelaskan juga dalam salah satu riwayat hadis, Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bersabda:







&amp;#1605;&amp;#1606; &amp;#1602;&amp;#1578;&amp;#1604; &amp;#1606;&amp;#1601;&amp;#1587;&amp;#1607; &amp;#1576;&amp;#1588;&amp;#1610;&amp;#1569; &amp;#1593;&amp;#1584;&amp;#1576; &amp;#1576;&amp;#1607; &amp;#1610;&amp;#1608;&amp;#1605; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1602;&amp;#1610;&amp;#1575;&amp;#1605;&amp;#1577;







Artinya: &quot;Barang siapa yang membunuh dirinya dengan sesuatu, ia akan diazab dengan itu di hari kiamat.&quot; (HR Bukhari Nomor 6105, Muslim Nomor 110).







Wallahu a'lam bishawab.







</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid atau biasa disapa Gus Dur diketahui kerap melontarkan humor. Humor ini bisa membuat orang tertawa terbahak-bahak dan meredakan ketegangan politik pada kala itu.
Salah satunya adalah kisah yang diambil dari laman Santri Gus Dur tentang pelaku bom bunuh diri yang menyesal bertemu bidadari. Alkisah, suatu hari pelaku bom bunuh diri atau disebut juga &amp;lsquo;pengantin&amp;rsquo; menjadi pembicaraan hangat. Dia menjadi sangat diwaspadai semua pihak.

BACA JUGA:
Humor Gus Dur: Kisah Unik Gus Dur Punya 2 Tanggal Lahir

Suatu hari Gus Dur ditanya oleh wartawan terkait maraknya &amp;lsquo;pengantin&amp;rsquo; itu karena sebagian orang percaya bahwa itu tidak berdosa dan matinya syahid.
Lalu para &amp;lsquo;pengantin&amp;rsquo; meyakini kelak jika meninggal dunia akibat meledakkan diri, maka akan bertemu bidadari di surga.


BACA JUGA:
Kala Gus Dur Sebut Manusia yang Tak Mau Akur Sama Seperti Unta

&quot;Gus, menurut Anda, betulkah para pengebom itu mati syahid dan bertemu bidadari di surga?&quot; tanya seorang wartawan.

&quot;Memangnya sudah ada yang membuktikan?&quot; tanya balik Gus Dur.

&quot;Tentu saja belum kan, ulama maupun teroris itu kan belum pernah ke surga,&quot; tambah Gus Dur.&quot;Lalu, apakah benar mereka tergolong mati syahid, Gus?,&amp;rdquo; tanya wartawan lain.

&quot;Mereka itu yang jelas bukan mati syahid, tetapi mati sakit. Kalaupun mereka masuk surga, mereka akan menyesal bertemu bidadari,&quot; kata Gus Dur.



&quot;Kenapa Gus?,&amp;rdquo; ujar salah satu wartawan.

Gus Dur pun malah menjawab agak sedikit nyeleneh.



&quot;Karena kepalanya masih tertinggal di dunia dan ditahan oleh polisi,&quot; jawab Gus Dur.



Kemudian semua orang tertawa terbahak-bahak setelah mendengar jawaban Gus Dur itu. Jawaban ini menganggap mereka yang melakukan aksi bom bunuh diri merasa kesakitan.

Jawaban ini memang berkaitan dengan agama, sebab di agama Islam dijelaskan bahwa orang yang bunuh diri tidak akan diterima dan akan merasa kesakitan, hukumnya pun dosa.


Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:







&amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1575;&amp;#1614; &amp;#1578;&amp;#1614;&amp;#1602;&amp;#1618;&amp;#1578;&amp;#1615;&amp;#1604;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1575;&amp;#1618; &amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1601;&amp;#1615;&amp;#1587;&amp;#1614;&amp;#1603;&amp;#1615;&amp;#1605;&amp;#1618; &amp;#1573;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1617;&amp;#1614; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1617;&amp;#1607;&amp;#1614; &amp;#1603;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1606;&amp;#1614; &amp;#1576;&amp;#1616;&amp;#1603;&amp;#1615;&amp;#1605;&amp;#1618; &amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1581;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1605;&amp;#1611;&amp;#1575; * &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1606; &amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1601;&amp;#1618;&amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1618; &amp;#1584;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1616;&amp;#1603;&amp;#1614; &amp;#1593;&amp;#1615;&amp;#1583;&amp;#1618;&amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1606;&amp;#1611;&amp;#1575; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1592;&amp;#1615;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1605;&amp;#1611;&amp;#1575; &amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1587;&amp;#1614;&amp;#1608;&amp;#1618;&amp;#1601;&amp;#1614; &amp;#1606;&amp;#1615;&amp;#1589;&amp;#1618;&amp;#1604;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1607;&amp;#1616; &amp;#1606;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1585;&amp;#1611;&amp;#1575; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1603;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1606;&amp;#1614; &amp;#1584;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1616;&amp;#1603;&amp;#1614; &amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1609; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1617;&amp;#1607;&amp;#1616; &amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1587;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1585;&amp;#1611;&amp;#1575;







Artinya: &quot;Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. Dan barang siapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, maka Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.&quot; (QS An-Nisa: 29&amp;ndash;30)







Kemudian dijelaskan juga dalam salah satu riwayat hadis, Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bersabda:







&amp;#1605;&amp;#1606; &amp;#1602;&amp;#1578;&amp;#1604; &amp;#1606;&amp;#1601;&amp;#1587;&amp;#1607; &amp;#1576;&amp;#1588;&amp;#1610;&amp;#1569; &amp;#1593;&amp;#1584;&amp;#1576; &amp;#1576;&amp;#1607; &amp;#1610;&amp;#1608;&amp;#1605; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1602;&amp;#1610;&amp;#1575;&amp;#1605;&amp;#1577;







Artinya: &quot;Barang siapa yang membunuh dirinya dengan sesuatu, ia akan diazab dengan itu di hari kiamat.&quot; (HR Bukhari Nomor 6105, Muslim Nomor 110).







Wallahu a'lam bishawab.







</content:encoded></item></channel></rss>
