<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Pertemuan Sarwo Edhie dan Bung Karno di Bogor Bikin Soeharto Meradang   </title><description>Awal mula perseteruan antara Sarwo Edhie Wibowo dengan Soeharto diduga karena pertemuan Sarwo dengan Presiden Soekarno.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/08/337/2827012/pertemuan-sarwo-edhie-dan-bung-karno-di-bogor-bikin-soeharto-meradang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/06/08/337/2827012/pertemuan-sarwo-edhie-dan-bung-karno-di-bogor-bikin-soeharto-meradang"/><item><title> Pertemuan Sarwo Edhie dan Bung Karno di Bogor Bikin Soeharto Meradang   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/08/337/2827012/pertemuan-sarwo-edhie-dan-bung-karno-di-bogor-bikin-soeharto-meradang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/06/08/337/2827012/pertemuan-sarwo-edhie-dan-bung-karno-di-bogor-bikin-soeharto-meradang</guid><pubDate>Kamis 08 Juni 2023 07:01 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/07/337/2827012/pertemuan-sarwo-edhie-dan-bung-karno-di-bogor-bikin-soeharto-meradang-ySSS0phwpZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sarwo Edhie Wibowo (foto: dok ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/07/337/2827012/pertemuan-sarwo-edhie-dan-bung-karno-di-bogor-bikin-soeharto-meradang-ySSS0phwpZ.jpg</image><title>Sarwo Edhie Wibowo (foto: dok ist)</title></images><description>

JAKARTA - Awal mula perseteruan antara Sarwo Edhie Wibowo dengan Soeharto diduga karena pertemuan Sarwo dengan Presiden Soekarno tanpa seizin Soeharto, dan hal tersebut memancing kecurigaan di kalangan Angkatan Darat.

Dengan menggunakan helikopter kepresidenan Sikorsky S-61, Sarwo ditemani oleh Laksamana Muda Sri Mulyono Herlambang dan Komodor Dewanto menuju Istana Bogor. Sarwo menemui Soekarno untuk membahas peristiwa pembunuhan jenderal-jenderal TNI pada September 1965.

Kecurigaan Soeharto pun bertambah sebab Sarwo terbang bersama perwira Angkatan Udara yang ditengarai dekat dengan Partai Komunis Indonesia (PKI).

BACA JUGA:
 Sarwo Edhie Amankan Sejumlah Aksi Mahasiswa Pasca-Pembunuhan 6 Jenderal&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Letnan Kolonel Ali Moertopo melaporkan kejadian itu kepada Soeharto untuk diwaspadai. &quot;Mengapa dia bergegas ke Bogor? Untuk apa?&quot; kata Ali.

Terkait peristiwa tersebut, Sejarawan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Asvi Warman Adam, mengatakan, kejadian itu mengawali perseteruan terpendam antara Soeharto dan Sarwo.

&quot;Tentu ada peran Ali Moertopo juga yang melebih-lebihkan,&quot; kata dia beberapa waktu lalu.

BACA JUGA:
 Wejangan Ibunda ke Sarwo Edhie: Kalau Jadi Tentara Hanya Mengejar Pangkat, Silakan Keluar!&amp;nbsp; &amp;nbsp;
Namun, mengingat Sarwo memiliki tim khusus yang bergerak cepat, Soeharto tetap memanfaatkan Sarwo Edhie dalam memberantas pasukan yang mendukung gerakan 30 September. Demikian dikutip dari buku 'Sarwo Edhie dan Misteri 1965'.



Pengamat militer Salim Said juga melihat ketidaksukaan Soeharto atas pertemuan Sarwo dan Soekarno. Sejak itulah hubungan antara Soeharto dan Sarwo menjadi dingin. Ditambah Ali Moertopo yang sering menggosok-gosok. Namun, Salim mengatakan bahwa tidak benar jika akibat peristiwa tersebut Sarwo jadi pro Soekarno.



&amp;ldquo;Namun tidak benar jika karena peristiwa itu Sarwo Edhie jadi pro-Bung Karno,&amp;rdquo; ucapnya.</description><content:encoded>

JAKARTA - Awal mula perseteruan antara Sarwo Edhie Wibowo dengan Soeharto diduga karena pertemuan Sarwo dengan Presiden Soekarno tanpa seizin Soeharto, dan hal tersebut memancing kecurigaan di kalangan Angkatan Darat.

Dengan menggunakan helikopter kepresidenan Sikorsky S-61, Sarwo ditemani oleh Laksamana Muda Sri Mulyono Herlambang dan Komodor Dewanto menuju Istana Bogor. Sarwo menemui Soekarno untuk membahas peristiwa pembunuhan jenderal-jenderal TNI pada September 1965.

Kecurigaan Soeharto pun bertambah sebab Sarwo terbang bersama perwira Angkatan Udara yang ditengarai dekat dengan Partai Komunis Indonesia (PKI).

BACA JUGA:
 Sarwo Edhie Amankan Sejumlah Aksi Mahasiswa Pasca-Pembunuhan 6 Jenderal&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Letnan Kolonel Ali Moertopo melaporkan kejadian itu kepada Soeharto untuk diwaspadai. &quot;Mengapa dia bergegas ke Bogor? Untuk apa?&quot; kata Ali.

Terkait peristiwa tersebut, Sejarawan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Asvi Warman Adam, mengatakan, kejadian itu mengawali perseteruan terpendam antara Soeharto dan Sarwo.

&quot;Tentu ada peran Ali Moertopo juga yang melebih-lebihkan,&quot; kata dia beberapa waktu lalu.

BACA JUGA:
 Wejangan Ibunda ke Sarwo Edhie: Kalau Jadi Tentara Hanya Mengejar Pangkat, Silakan Keluar!&amp;nbsp; &amp;nbsp;
Namun, mengingat Sarwo memiliki tim khusus yang bergerak cepat, Soeharto tetap memanfaatkan Sarwo Edhie dalam memberantas pasukan yang mendukung gerakan 30 September. Demikian dikutip dari buku 'Sarwo Edhie dan Misteri 1965'.



Pengamat militer Salim Said juga melihat ketidaksukaan Soeharto atas pertemuan Sarwo dan Soekarno. Sejak itulah hubungan antara Soeharto dan Sarwo menjadi dingin. Ditambah Ali Moertopo yang sering menggosok-gosok. Namun, Salim mengatakan bahwa tidak benar jika akibat peristiwa tersebut Sarwo jadi pro Soekarno.



&amp;ldquo;Namun tidak benar jika karena peristiwa itu Sarwo Edhie jadi pro-Bung Karno,&amp;rdquo; ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
