<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Oknum Prajurit Tikam Pengamen, Danpom: Motifnya Perkelahian dan Pelaku Mabuk</title><description>Ia menduga J melakukan penusukan karena sedang dalam pengaruh alkohol.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/08/338/2827587/oknum-prajurit-tikam-pengamen-danpom-motifnya-perkelahian-dan-pelaku-mabuk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/06/08/338/2827587/oknum-prajurit-tikam-pengamen-danpom-motifnya-perkelahian-dan-pelaku-mabuk"/><item><title> Oknum Prajurit Tikam Pengamen, Danpom: Motifnya Perkelahian dan Pelaku Mabuk</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/06/08/338/2827587/oknum-prajurit-tikam-pengamen-danpom-motifnya-perkelahian-dan-pelaku-mabuk</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/06/08/338/2827587/oknum-prajurit-tikam-pengamen-danpom-motifnya-perkelahian-dan-pelaku-mabuk</guid><pubDate>Kamis 08 Juni 2023 19:47 WIB</pubDate><dc:creator>Danandaya Arya putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/08/338/2827587/oknum-prajurit-tikam-pengamen-danpom-motifnya-perkelahian-dan-pelaku-mabuk-95cPUOvZcV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Danpom Jaya sebut oknum prajurit tikam pengamen karena mabuk (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/08/338/2827587/oknum-prajurit-tikam-pengamen-danpom-motifnya-perkelahian-dan-pelaku-mabuk-95cPUOvZcV.jpg</image><title>Danpom Jaya sebut oknum prajurit tikam pengamen karena mabuk (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNi8wOC8xLzE2Njk3Ni81L3g4bG0xMXc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Terduga pelaku penusukan insial J (27) diduga sedang dalam pengaruh minuman keras atau mabuk saat melakukan penikaman terhadap D (23). Penusukan itu terjadi di trotoar Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (8/6/2023).
Danpomdam Jaya Kolonel CPM Irsyad Hamdie Bey Anwar membernarkan terduga pelaku merupakan anggota TNI AD pangkat prajurit satu (pratu). Ia menduga J melakukan penusukan karena sedang dalam pengaruh alkohol.
&quot;Motif perkelahian ini sementara bisa diduga adalah kesalah pahaman karena memang kondisi sedang di bawah pengaruh alkohol atau mabuk,&quot; ucap Irsyad di polsek senen, Jakarta Pusat, Kamis (8/6/2023).

BACA JUGA:
Respons Polri soal Usulan Kepala BNPT dan BNN Dijabat Jenderal Bintang 4

Irayad menceritakan, terduga pelaku saat itu berkumpul dengan teman-temannya di Kota Tua, Jakarta, karena memiliki waktu kosong usai melaksanakan tugas dari komandan satuannya.

BACA JUGA:
Ini Nih yang Bikin Daihatsu New Terios Tampil Beda, Ada Pembaruan Apa Saja?

J berkumpul sambil melakukan aktivitas meminum alkohol. &quot;Malam hari itu terduga pelaku bersama kawan-kawannya keluar kemudian minum-minum,&quot; katanya.Saat sedang asik berkumpul, J didatangi kelompok pengamen yang salah satunya menjadi korban penusukan. Mendengar kumandang adzan subuh pengamen berhenti memainkan musik dan menagih bayar terhadap J.

Akan tetapi J saat itu tidak membawa uang banyak untuk membayar ongkos mengamen itu. Lantas J mencari ATM yang mana diikuti korban dibelakangnya dengan menggunakan sepeda motor.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Komarudin menambahkan bahwa selama perjalanan mencari ATM, korban merasa bingung karena sering kali melihat mesin ATM, tetapi terduga pelaku tidak berhenti.

Korban lalu memberhentikan J tempat kejadian perkara (TKP).

Korban yang berhasil memberhentikan J terlibat cekcok, hingga akhirnya berujung dengan penusukan. Korban ditusuk dengan benda tajam dibagian dada sebelah kanan.

&quot;Sampai di TKP, disalip korban ditanyakan sudah banyak ATM di lewati kok nggak berhenti berhenti. Habis itu terjadi cekcok kemudian ditusuk,&quot; kata Komarudin.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNi8wOC8xLzE2Njk3Ni81L3g4bG0xMXc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Terduga pelaku penusukan insial J (27) diduga sedang dalam pengaruh minuman keras atau mabuk saat melakukan penikaman terhadap D (23). Penusukan itu terjadi di trotoar Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (8/6/2023).
Danpomdam Jaya Kolonel CPM Irsyad Hamdie Bey Anwar membernarkan terduga pelaku merupakan anggota TNI AD pangkat prajurit satu (pratu). Ia menduga J melakukan penusukan karena sedang dalam pengaruh alkohol.
&quot;Motif perkelahian ini sementara bisa diduga adalah kesalah pahaman karena memang kondisi sedang di bawah pengaruh alkohol atau mabuk,&quot; ucap Irsyad di polsek senen, Jakarta Pusat, Kamis (8/6/2023).

BACA JUGA:
Respons Polri soal Usulan Kepala BNPT dan BNN Dijabat Jenderal Bintang 4

Irayad menceritakan, terduga pelaku saat itu berkumpul dengan teman-temannya di Kota Tua, Jakarta, karena memiliki waktu kosong usai melaksanakan tugas dari komandan satuannya.

BACA JUGA:
Ini Nih yang Bikin Daihatsu New Terios Tampil Beda, Ada Pembaruan Apa Saja?

J berkumpul sambil melakukan aktivitas meminum alkohol. &quot;Malam hari itu terduga pelaku bersama kawan-kawannya keluar kemudian minum-minum,&quot; katanya.Saat sedang asik berkumpul, J didatangi kelompok pengamen yang salah satunya menjadi korban penusukan. Mendengar kumandang adzan subuh pengamen berhenti memainkan musik dan menagih bayar terhadap J.

Akan tetapi J saat itu tidak membawa uang banyak untuk membayar ongkos mengamen itu. Lantas J mencari ATM yang mana diikuti korban dibelakangnya dengan menggunakan sepeda motor.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Komarudin menambahkan bahwa selama perjalanan mencari ATM, korban merasa bingung karena sering kali melihat mesin ATM, tetapi terduga pelaku tidak berhenti.

Korban lalu memberhentikan J tempat kejadian perkara (TKP).

Korban yang berhasil memberhentikan J terlibat cekcok, hingga akhirnya berujung dengan penusukan. Korban ditusuk dengan benda tajam dibagian dada sebelah kanan.

&quot;Sampai di TKP, disalip korban ditanyakan sudah banyak ATM di lewati kok nggak berhenti berhenti. Habis itu terjadi cekcok kemudian ditusuk,&quot; kata Komarudin.

</content:encoded></item></channel></rss>
